Situbondo – Isu dugaan perselingkuhan yang menyeret salah satu anggota DPRD Kabupaten Situbondo berinisial TN terus menjadi sorotan publik. Dalam 24 jam terakhir, kabar ini kian viral di berbagai media online dan media sosial, memicu gelombang reaksi keras dari masyarakat yang menuntut transparansi serta tindakan tegas dari pihak terkait.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa TN diduga memiliki hubungan istimewa dengan istri rekan sejawatnya, serta seorang karyawan perusahaan swasta. Meski hingga saat ini belum ada kepastian hukum dan masih sebatas dugaan, derasnya pemberitaan telah memicu kekhawatiran publik terhadap integritas lembaga legislatif di daerah tersebut.
Aktivis senior Situbondo, Amirul Musthofa, menilai isu ini telah menjadi perhatian luas dan berpotensi mencoreng marwah DPRD sebagai representasi rakyat. Ia menegaskan bahwa setiap pejabat publik memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga perilaku dan kepercayaan masyarakat.
“Ini bukan lagi sekadar isu pribadi. Jika benar terjadi, ini mencederai kepercayaan publik dan merusak citra lembaga. Harus ada langkah tegas,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Amirul juga mendesak partai politik yang menaungi TN untuk segera memberikan klarifikasi resmi serta menjatuhkan sanksi jika terbukti melanggar. Menurutnya, sikap pasif hanya akan memperburuk persepsi publik terhadap dunia politik lokal.
Dari sisi regulasi, perilaku anggota legislatif juga diikat oleh ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD yang mewajibkan setiap anggota menjaga kehormatan dan martabat lembaga. Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD menegaskan bahwa pelanggaran etik dapat diproses melalui Badan Kehormatan DPRD. Bahkan, apabila dugaan ini mengarah pada perzinahan, maka dapat dikaitkan dengan Pasal 284 KUHP tentang Perzinahan yang mengatur sanksi pidana.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, TN belum memberikan tanggapan detail terkait tudingan tersebut. Ia hanya menyampaikan bahwa dirinya sedang dalam perjalanan dari Malang dan membuka peluang untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut.
“Nanti malam bisa bertemu dengan saya, Mas,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD maupun partai politik yang bersangkutan. Publik kini menanti langkah konkret dan transparan guna memastikan kebenaran informasi yang telah viral, sekaligus menjaga integritas lembaga legislatif di mata masyarakat. (kijenggot)

