News  

Vanda Rantung Nahkodai Srikandi Jaga Desa ABPEDNAS Mitra, Siap Kawal Transparansi Pembangunan Desa

MINAHASA TENGGARA – Organisasi sayap perempuan Srikandi Jaga Desa di bawah naungan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Sulawesi Utara terus memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota. Salah satu langkah strategis diwujudkan melalui penetapan kepengurusan DPC Srikandi Jaga Desa Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang kini dipimpin oleh Vanda Rantung.

Penetapan kepengurusan tersebut berlangsung dalam rapat pleno DPD ABPEDNAS Sulawesi Utara yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD ABPEDNAS Sulut, Senator Stefanus B.A.N. Liow, didampingi Sekretaris Jackried K. Maluenseng, pada Jumat (17/7/2026) di Resto Paradise, Bahu Mall, Manado.

Usai menerima amanah sebagai Ketua DPC Srikandi Jaga Desa Kabupaten Minahasa Tenggara, Vanda Rantung menyatakan komitmennya untuk menjadikan organisasi sebagai mitra strategis pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta masyarakat dalam mengawal pembangunan desa yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.

Menurut Vanda, Srikandi Jaga Desa merupakan organisasi sayap resmi ABPEDNAS yang dibentuk untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa melalui pemberdayaan masyarakat, pengawasan program pemerintah, hingga mendorong tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan bertanggung jawab.

“Srikandi Jaga Desa akan menjadi mitra pemerintah desa, BPD, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan yang transparan, mendorong pemberdayaan UMKM, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat desa,” ujar Vanda.

Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara tersebut menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa bukan sekadar pelengkap, melainkan menjadi elemen penting dalam menciptakan sistem pengawasan yang lebih efektif, objektif, dan berkeadilan.

Menurutnya, ketika perempuan diberikan ruang untuk berpartisipasi aktif dalam mengawal kebijakan desa, potensi penyimpangan dapat diminimalkan, sementara perlindungan terhadap kepentingan masyarakat akan semakin optimal.

“Kehadiran Srikandi Jaga Desa bukan hanya melengkapi struktur organisasi, tetapi menjadi pilar pengawasan yang rasional dan humanis di tingkat akar rumput. Perempuan memiliki peran besar dalam menjaga arah pembangunan agar tetap berpihak kepada masyarakat,” katanya.

Vanda juga menekankan bahwa cita-cita mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan berdaya saing tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif kaum perempuan.

“Srikandi hadir sebagai sayap strategis ABPEDNAS untuk memperkuat fondasi sosial desa. Sinergi antara BPD, pemerintah desa, dan kaum perempuan akan melahirkan ekosistem desa yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Vanda Rantung menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim S. Djojohadikusumo, serta Ketua DPD ABPEDNAS Sulawesi Utara, Senator Stefanus B.A.N. Liow, atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin DPC Srikandi Jaga Desa Kabupaten Minahasa Tenggara.

Evaluasi Program Jaga Desa

Usai rapat pleno, jajaran pengurus ABPEDNAS Sulawesi Utara bersama pengurus Srikandi Jaga Desa menggelar rapat lanjutan untuk mengevaluasi sekaligus memantapkan pelaksanaan Program Jaga Desa, yang selama ini dijalankan melalui sinergi bersama Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa, meningkatkan transparansi pengelolaan dana desa, mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih, serta memastikan pembangunan desa berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Dengan terbentuknya kepengurusan DPC Srikandi Jaga Desa Kabupaten Minahasa Tenggara, ABPEDNAS Sulawesi Utara optimistis peran perempuan dalam mengawal pembangunan desa akan semakin kuat. Kehadiran organisasi ini diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya desa-desa yang transparan, berintegritas, serta mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *