Setelah itu, keduanya mengaku mengalami sejumlah keluhan, seperti demam, menggigil, mual, dan diare

Setelah itu, keduanya mengaku mengalami sejumlah keluhan, seperti demam, menggigil, mual, dan diare

BANDUNG, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 7 October 2026, Dinas Kesehatan Kota Bandung turut melakukan pemeriksaan terhadap gerai 88 Seoul 23 Paskal Bandung menyusul laporan dugaan keracunan tersebut. Setelah itu, keduanya mengaku mengalami sejumlah keluhan, seperti demam, menggigil, mual, dan diare. Kasus dugaan keracunan makanan Korea di gerai 88 Seoul Bandung tengah menjadi perhatian.

Keterangan yang tercatat menyebut Menurut Dewi, penataan bahan makanan segar dan kering perlu diperhatikan, termasuk pemisahan dari bahan kimia seperti cairan pembersih dan sabun pencuci piring. Menurut Dewi, penerapan SOP tersebut belum terlihat jelas di lokasi. Dewi mengatakan rekomendasi perbaikan telah disampaikan langsung kepada pihak restoran. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan investigasi akan melibatkan puskesmas, Dinkes, hingga Balai POM setempat.

Data lain dalam laporan menunjukkan Imbas kasus tersebut, pihak 88 Seoul 23 Paskal Bandung menyatakan menghentikan sementara operasional pada 7-8 Oktober 2026. Lantas, bagaimana kondisi gerai 88 Seoul lainnya? Berdasarkan pantauan pada Rabu (7/10/2026) pagi, gerai 88 Seoul di Central Park, Jakarta Barat, masih tetap beroperasi. Sekitar tujuh orang tampak menyantap makanan di lokasi. Di sisi lain, kasus dugaan keracunan di gerai 88 Seoul Bandung sebelumnya mencuat setelah sejumlah pelanggan mengaku mengalami berbagai keluhan usai makan di restoran tersebut.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Penghentian sementara dilakukan untuk pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh, sekaligus mengevaluasi proses serta standar operasional di gerai. Sejumlah pelanggan juga terlihat berada di dalam gerai. Keluhan yang dilaporkan lain diare, mual, muntah, nyeri perut, hingga demam tinggi. Namun, angka tersebut hingga kini belum terkonfirmasi secara resmi. Subuhnya langsung diare sampai 3x, besoknya sampai demam tinggi dan menggigil," tulisnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bandung Dewi Primasari mengatakan pemeriksaan mencakup penataan lokasi, peralatan, bahan makanan, hingga penerapan prosedur operasional standar (Standard Operating Procedure/SOP). Di Threads, bahkan beredar klaim bahwa jumlah orang yang mengalami keracunan mencapai 284 orang. Salah satu pelanggan melalui akun Threads @nittachandra pada 5 Oktober mengaku mengalami diare, demam, dan menggigil setelah makan di restoran tersebut pada 3 Oktober 2026. Ia juga mengaku diare yang dialaminya terus berlanjut hingga sekitar 15 kali. Setelah memeriksakan kondisinya, ia menyebut keluhan yang dialaminya dinyatakan sebagai keracunan makanan. Pengalaman serupa disampaikan akun @nikearh. Ia mengaku datang bersama keluarganya ke restoran tersebut pada tanggal yang sama. Menurutnya, suami dan salah satu anaknya mengalami demam serta diare berkali-kali setelah makan. Aku sekeluarga juga makan tanggal segitu, malamnya anak aku sama suami aku demam diare sampai berkali-kali," tulisnya. Sementara itu, akun @adrian.hkg pada 6 Oktober mengaku makan di restoran tersebut bersama seorang teman pada 3 Oktober. Dari pemeriksaan awal, Dinkes menemukan sejumlah aspek higiene dan sanitasi yang masih perlu diperbaiki. Secara umum dari pemeriksaan awal memang masih ada beberapa hal terkait higiene dan sanitasi yang perlu diperbaiki lagi oleh pihak restoran," katanya dikutip detikJabar Rabu (7/10/2026). Masih perlu diperbaiki pemisahan-pemisahannya. Kemudian karena lokasinya tidak begitu luas, perlu penataan ulang," katanya. Ia juga menyoroti penerapan sistem first in, first out (FIFO) maupun first expired, first out (FEFO) dalam penyimpanan bahan makanan. Selain sarana dan penataan bahan makanan, perilaku penjamah makanan juga menjadi perhatian. Dinkes meminta seluruh pekerja yang terlibat dalam pengolahan dan penyajian makanan untuk memperhatikan perlindungan diri. Dari faktor perilaku, penjamah makanan juga perlu diperbaiki. Pelindung dirinya, masker, kemudian yang tidak berkerudung atau laki-laki menggunakan hair net," tuturnya. Selanjutnya, Dinkes akan melakukan pemantauan untuk memastikan rekomendasi tersebut ditindaklanjuti. Mengingat adanya dugaan kasus keracunan, pengawasan terhadap restoran tersebut akan dilakukan secara lebih intensif. Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan investigasi kasus tersebut akan melibatkan puskesmas, Dinkes, hingga Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) setempat. Kasus lokal seperti ini akan diinvestigasi dan ditangani oleh puskesmas, dinkes dan Balai POM setempat," kata Aji saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026). Menanggapi laporan dari sejumlah pelanggan, pihak 88 Seoul 23 Paskal Bandung menyatakan menghentikan sementara operasional pada 7-8 Oktober 2026. Sebagai tindak lanjut atas laporan yang telah kami terima dari sejumlah pelanggan, 88 SEOUL 23 Paskal Bandung akan menghentikan sementara operasional pada 7-8 Oktober 2026," demikian keterangan pihak restoran. Pihak restoran juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang mengalami kondisi tidak menyenangkan setelah berkunjung. Keamanan, kualitas, dan kenyamanan pelanggan selalu menjadi prioritas kami," ujarnya. Restoran menyatakan akan memberikan perhatian dan pendampingan yang dibutuhkan kepada pelanggan serta memprioritaskan kesehatan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *