Sultan B. Najamuddin Mendorong Perkebunan Kelapa Masif di Pulau Enggano

Sultan B. Najamuddin Mendorong Perkebunan Kelapa Masif di Pulau Enggano

BENGKULU, BENGKULU — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 October 2026, Ketua DPD RI Sultan B. Najamuddin mendorong pengembangan perkebunan kelapa secara masif di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu. Gagasan tersebut diarahkan untuk memperkuat geliat ekonomi masyarakat setempat melalui pemanfaatan potensi pertanian yang dinilai memiliki prospek jangka panjang. Sebagai salah satu pulau terluar Indonesia, Enggano memiliki posisi strategis, sekaligus menghadapi tantangan dalam akses ekonomi, distribusi hasil produksi, dan pengembangan usaha masyarakat. Penguatan sektor kelapa diharapkan dapat membuka peluang pendapatan, menciptakan aktivitas ekonomi baru, serta mendorong keterlibatan warga dari tahap budidaya hingga pengolahan dan pemasaran.

Sultan menyampaikan bahwa dirinya sejak lama menaruh perhatian terhadap upaya menggerakkan perekonomian Enggano. Menurutnya, pengembangan petani kelapa perlu dijalankan secara masif agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah tanaman, tetapi juga perlu disertai perencanaan, pendampingan, penyediaan bibit, penguatan kapasitas petani, serta dukungan terhadap rantai pasok. Dengan pendekatan yang terarah, komoditas kelapa dapat menjadi sumber penghidupan yang lebih berkelanjutan bagi warga pulau tersebut.

Pengembangan kelapa menjadi salah satu fokus Sultan dalam mendukung potensi ekonomi masyarakat Bengkulu, termasuk warga Pulau Enggano. Ia melihat sektor ini dapat dikembangkan sesuai kondisi wilayah dan ketersediaan lahan, sekaligus menjadi basis bagi tumbuhnya usaha pengolahan di tingkat lokal. Hasil kelapa tidak semestinya hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, melainkan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Karena itu, sinergi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan lembaga pendamping diperlukan untuk memastikan program berjalan konsisten. Dorongan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi penguatan ekonomi Enggano yang berbasis pada potensi daerah dan partisipasi masyarakat.

Kelapa dipandang sebagai komoditas strategis karena manfaat ekonominya mencakup hampir seluruh bagian tanaman. Bagi masyarakat, tanaman ini tidak hanya menghasilkan satu jenis produk, tetapi juga menyediakan berbagai sumber nilai tambah yang dapat mendukung kegiatan ekonomi secara berkelanjutan. Sabut, air, batok, daging, pohon, hingga daun memiliki kegunaan masing-masing. Pemanfaatan yang menyeluruh tersebut membuat kelapa memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki lahan dan kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhannya.

Sultan B. Najamuddin menilai potensi tersebut perlu dikembangkan secara lebih luas agar manfaat kelapa dapat dirasakan oleh masyarakat. Setiap bagian tanaman dapat dimanfaatkan sesuai kegunaannya, sehingga hasil yang diperoleh tidak berhenti pada buah semata. Sabut dan batok, misalnya, tetap memiliki nilai, sebagaimana air dan daging kelapa. Bagian pohon serta daun juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Keragaman manfaat ini memperkuat alasan untuk menjadikan kelapa sebagai salah satu komoditas yang mendukung perekonomian masyarakat.

Atas pertimbangan itu, Sultan berencana mendorong perluasan penanaman kelapa dengan memanfaatkan lahan kosong di berbagai wilayah Bengkulu. Masyarakat akan diajak menggunakan lahan yang tersedia untuk mengembangkan komoditas tersebut. Langkah ini diarahkan untuk mengoptimalkan sumber daya yang belum dimanfaatkan sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pengembangan tanaman kelapa. Dengan pemanfaatan lahan yang lebih baik, penanaman kelapa diharapkan dapat tumbuh sebagai kegiatan produktif yang melibatkan masyarakat secara luas dan memperkuat potensi ekonomi daerah.

Pengembangan perkebunan kelapa di Pulau Enggano memerlukan perencanaan yang didukung data akurat. Salah satu tahapan penting yang perlu segera dilengkapi adalah penyusunan data calon petani dan calon lokasi (CPCL). Informasi tersebut menjadi dasar untuk mengetahui siapa saja masyarakat yang akan terlibat, luas lahan yang tersedia, kondisi lokasi, serta kesiapan setiap wilayah dalam menerima program pengembangan kelapa.

Kelengkapan data CPCL diperlukan agar dukungan yang disiapkan tidak diberikan secara umum, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Data yang terverifikasi dapat membantu menentukan jenis bantuan, jumlah benih, kebutuhan sarana produksi, pendampingan teknis, hingga pola pengelolaan kebun yang paling sesuai. Dengan demikian, pelaksanaan program dapat berlangsung lebih terarah, tepat sasaran, dan memiliki dasar evaluasi yang jelas.

Menteri terkait telah menyatakan kesediaan untuk mendukung pengembangan kelapa sesuai kebutuhan Provinsi Bengkulu. Pernyataan tersebut membuka ruang bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyiapkan usulan yang lebih terukur. Namun, dukungan itu tetap membutuhkan data yang lengkap sebagai bahan penilaian dan tindak lanjut. Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa informasi mengenai calon penerima manfaat, status lahan, potensi produksi, serta kebutuhan pendukung lainnya dihimpun secara sistematis.

Sultan B. Najamuddin berharap penanaman kelapa secara masif dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Enggano. Perkebunan kelapa yang dikelola secara berkelanjutan berpotensi meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong tumbuhnya kegiatan pengolahan hasil perkebunan. Pengembangan tersebut juga diharapkan mampu mengoptimalkan potensi komoditas perkebunan Bengkulu, termasuk Pulau Enggano, dengan tetap memperhatikan karakteristik wilayah, ketersediaan infrastruktur, serta kepentingan masyarakat setempat. Kelengkapan CPCL menjadi langkah awal agar harapan itu dapat diterjemahkan menjadi program yang konkret dan berkelanjutan.

Tindak lanjut program pemerintah menjadi konteks penting dalam pengembangan komoditas kelapa di Bengkulu. Pada 2026, Kementerian Pertanian mulai mengembangkan kawasan perkebunan kelapa seluas 1.500 hektare di Provinsi Bengkulu. Program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat hilirisasi industri kelapa nasional, sehingga hasil perkebunan tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Pengembangan kawasan diharapkan membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat posisi kelapa sebagai komoditas strategis daerah.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu masih mengumpulkan serta memverifikasi berkas calon petani dan calon lokasi (CPCL). Tahap ini diperlukan untuk memastikan penerima manfaat, kesesuaian lahan, serta kesiapan lokasi dengan ketentuan program. Dinas tersebut juga bertugas memberikan pendampingan dan memantau pelaksanaan kegiatan di lapangan. Pengawasan dilakukan agar penanaman, pemeliharaan, dan pengembangan kawasan berjalan sesuai rencana, sekaligus membantu menyelesaikan kendala yang mungkin dihadapi petani.

Sumber benih program berasal dari pohon induk kelapa yang terdapat di Pulau Enggano. Pohon-pohon tersebut telah memiliki surat keputusan penetapan kebun sumber benih (KSB) pohon induk terpilih (PIT), sehingga asal-usul dan kelayakan benih memiliki dasar administratif yang jelas. Jenis benih yang digunakan adalah kelapa dalam unggul lokal, yakni varietas yang tersedia dan telah dikembangkan di Pulau Enggano. Pemanfaatan sumber daya lokal diharapkan menjaga kesesuaian tanaman dengan kondisi lingkungan sekaligus meningkatkan nilai strategis potensi pertanian pulau tersebut.

Sultan B. Najamuddin menyatakan akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan para pemangku kepentingan terkait untuk mencari dukungan bagi pembangunan Bengkulu. Koordinasi itu mencakup pengembangan kapasitas petani kelapa, penguatan kelembagaan, penyediaan sarana produksi, serta peningkatan akses terhadap pengolahan dan pemasaran. Perhatian juga diarahkan pada pembangunan infrastruktur di Pulau Enggano, agar distribusi benih, hasil perkebunan, dan kebutuhan masyarakat dapat berlangsung lebih efektif. Langkah tersebut diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *