KOTA BANDUNG, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 7 October 2026, Dugaan gangguan kesehatan setelah menyantap makanan di restoran Korea 88 Seoul, Paskal 23, Kota Bandung, Jawa Barat, ramai dibicarakan di media sosial Threads. Sejumlah pengguna mengaku mengalami keluhan setelah berkunjung ke restoran tersebut dalam rentang 2 hingga 4 Oktober 2026. Unggahan yang beredar memuat cerita mengenai kondisi kesehatan pengunjung dan percakapan antarwarganet yang berusaha mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut.
Informasi di Threads menyebut dugaan insiden itu berdampak pada ratusan orang. Namun, jumlah tersebut hingga kini masih berupa klaim yang beredar di media sosial dan belum terkonfirmasi melalui keterangan resmi dari pihak berwenang, pengelola restoran, maupun sumber kesehatan yang menangani pengunjung. Karena itu, angka dan rincian mengenai jumlah orang yang mengalami keluhan perlu disikapi secara hati-hati, tanpa langsung dianggap sebagai fakta yang telah terbukti.
Perbincangan tersebut muncul setelah beberapa pengguna membagikan pengalaman mereka secara daring. Keluhan yang disebutkan dalam unggahan dapat menjadi bahan perhatian, tetapi informasi di media sosial tetap memerlukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan waktu kejadian, lokasi konsumsi, jenis makanan yang disantap, serta hubungan makanan dan gangguan kesehatan yang dialami. Tidak semua keluhan yang muncul dalam unggahan secara otomatis membuktikan adanya satu sumber penyebab yang sama.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena berlangsung di salah satu kawasan kuliner dan pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi di Bandung. Masyarakat diharapkan menunggu penjelasan dari instansi terkait serta memeriksa informasi melalui sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Pengunjung yang mengalami gejala kesehatan setelah makan disarankan mencari pertolongan medis dan menyimpan informasi pendukung, seperti waktu kunjungan, menu yang dikonsumsi, serta bukti pembayaran, agar dapat membantu proses penelusuran apabila diperlukan.
Sejumlah pengguna Threads menyampaikan pengalaman kesehatan yang mereka kaitkan dengan kunjungan ke sebuah restoran Korea di kawasan Paskal Bandung. Keluhan yang muncul cukup beragam, mulai dari diare parah, mual, muntah, demam tinggi, hingga menggigil. Unggahan tersebut menggambarkan kondisi yang dialami secara pribadi dan belum dapat diperlakukan sebagai hasil pemeriksaan medis atau kesimpulan resmi mengenai penyebab gangguan kesehatan.
Salah satu pengguna mengaku makan di 88 Seoul 23 Paskal Bandung bersama suaminya pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Dalam unggahannya, ia menyebut keduanya mengalami diare selama dua hari setelah menyantap makanan di lokasi tersebut. Ia juga mengatakan suaminya mengalami demam dengan suhu lebih dari 39 derajat Celsius. Karena kondisinya, sang suami disebut harus mendapatkan infus dan obat.
Pengguna yang sama menyampaikan bahwa dirinya sedang hamil trimester pertama. Selain diare, ia mengaku mengalami mual dan muntah. Kondisi tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan karena terjadi pada masa awal kehamilan, ketika tubuh memerlukan perhatian lebih terhadap kecukupan cairan dan kondisi kesehatan secara umum. Namun, detail mengenai pemeriksaan dokter, diagnosis, maupun penyebab pasti keluhan itu belum dijelaskan dalam informasi yang beredar.
Pengalaman lain yang dibagikan pengguna Threads juga menyebut gejala seperti demam tinggi dan menggigil, meskipun tingkat keparahan dan waktu kemunculannya dapat berbeda pada setiap orang. Perbedaan pengalaman tersebut membuat informasi di media sosial perlu dibaca secara cermat. Keluhan yang disampaikan dapat menjadi perhatian awal, tetapi tidak secara otomatis membuktikan bahwa seluruh gejala disebabkan oleh makanan atau layanan dari restoran tertentu.
Bagi orang yang mengalami diare berulang, muntah terus-menerus, demam tinggi, tanda dehidrasi, atau keluhan saat hamil, pemeriksaan tenaga kesehatan tetap penting. Penanganan medis diperlukan untuk menentukan penyebab serta mencegah kondisi memburuk, terutama apabila gejala berlangsung lebih dari satu hari atau disertai penurunan kesadaran dan sulit minum.
Selain unggahan utama, sejumlah pengguna Threads turut membagikan pengalaman yang mereka kaitkan dengan kunjungan ke restoran Korea di kawasan Paskal 23, Bandung. Salah satu pengguna mengaku makan di sebuah restoran Korea yang baru dibuka pada Sabtu, 3 Oktober. Menurut keterangannya, dia mulai mengalami diare sejak dini hari setelah makan di tempat tersebut. Keluhan itu kemudian disertai demam tinggi dan tubuh menggigil.
Dalam unggahannya, pengguna tersebut menyebut sempat mengira kondisi yang dialaminya berkaitan dengan influenza. Namun, dia kemudian menyampaikan bahwa dirinya telah mendapat diagnosis keracunan makanan. Berdasarkan keterangan yang dibagikan, demamnya masih naik turun, sedangkan diare disebut terjadi hingga sekitar 15 kali. Pengalaman tersebut disampaikan sebagai kesaksian pribadi di media sosial dan belum menjadi kesimpulan medis umum mengenai seluruh pengunjung ataupun restoran yang disebut.
Kesaksian lain datang dari pengguna yang mengunggah bahwa dirinya dan anaknya mengalami mual, diare, serta demam setelah makan di Seoul 88 pada 3 Oktober pukul 12.19. Dalam unggahan itu, pengguna tersebut menyatakan bahwa suaminya tidak mengalami keluhan serupa. Ia menjelaskan, sang suami menolak makan gyeranmari, salah satu menu yang disebut dalam ceritanya.
Rangkaian unggahan tersebut memperlihatkan adanya beberapa pengguna Threads yang melaporkan gangguan kesehatan setelah makan di lokasi yang mereka sebutkan. Meski demikian, seluruh informasi itu berasal dari keterangan pribadi para pengguna media sosial. Penyebab keluhan, keterkaitan dengan makanan tertentu, serta kondisi kesehatan masing-masing orang masih memerlukan pemeriksaan dan penjelasan dari pihak berwenang atau tenaga medis. Karena itu, kesaksian dalam unggahan tersebut perlu dipahami sebagai laporan pengalaman individu, bukan sebagai penetapan bahwa makanan atau restoran tertentu menjadi penyebabnya.
Setelah keluhan sejumlah pelanggan ramai diperbincangkan di Threads, pihak restoran 88 Seoul menyampaikan keterangan resmi melalui Instagram Stories. Dalam pernyataan awal tersebut, restoran menyatakan kepeduliannya terhadap keluhan yang disampaikan oleh para pelanggan. Pernyataan ini menjadi respons publik pertama yang tersedia dari pihak restoran terkait pembahasan mengenai gangguan kesehatan setelah sejumlah orang makan di restoran Korea yang berlokasi di kawasan Paskal, Bandung.
Meski demikian, bahan informasi yang tersedia belum memuat penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk penanganan terhadap keluhan tersebut. Tidak terdapat keterangan mengenai hasil pemeriksaan, penyebab gangguan kesehatan, maupun langkah lanjutan yang akan dilakukan restoran. Karena itu, informasi yang beredar perlu dipahami secara hati-hati dan tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa gangguan kesehatan tersebut telah dipastikan berasal dari makanan atau layanan restoran.
Jumlah pelanggan yang mengalami keluhan juga belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Demikian pula, dugaan keracunan yang menjadi bagian dari perbincangan di media sosial belum terkonfirmasi. Unggahan pelanggan di Threads menggambarkan pengalaman dan keluhan masing-masing, tetapi informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut sebelum dapat disimpulkan sebagai satu kejadian dengan penyebab tertentu.
Dengan demikian, keterangan dari 88 Seoul untuk sementara menunjukkan bahwa pihak restoran telah mengetahui adanya keluhan dan menyatakan kepeduliannya terhadap pelanggan. Di luar pernyataan tersebut, belum tersedia informasi terverifikasi mengenai penyebab kejadian, jumlah orang yang terdampak, hasil pemeriksaan, atau tindakan lanjutan. Pembaca sebaiknya menunggu keterangan resmi berikutnya serta memperlakukan informasi di media sosial sebagai laporan awal, bukan sebagai kepastian mengenai dugaan keracunan di restoran tersebut.

