MANADO — Komitmen dalam mendukung pengembangan olahraga disabilitas di Sulawesi Utara terus mendapat perhatian berbagai pihak. Salah satunya datang dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara yang membuka ruang kolaborasi bersama National Paralympic Committee Indonesia Sulawesi Utara guna memperkuat semangat inklusivitas serta pembinaan atlet berprestasi.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy didampingi Asisten Intelijen Eri Yudianto menerima kunjungan audiensi dan silaturahmi jajaran pengurus National Paralympic Committee Indonesia Sulawesi Utara pada Senin (26/05/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua NPCI Sulut Steven Sualang hadir bersama Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi Felix H.T. Manes serta Wakil Sekretaris Olivia P.I. Penawar.
Audiensi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Pertemuan itu menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara lembaga penegak hukum dan organisasi olahraga disabilitas di daerah. Selain mempererat hubungan kelembagaan, pertemuan tersebut juga menjadi langkah awal memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam mendukung kemajuan atlet-atlet penyandang disabilitas di Sulawesi Utara.
Ketua NPCI Sulut, Steven Sualang, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Kepala Kejati Sulut beserta jajaran. Menurutnya, dukungan moral dan pendampingan dari Kejati Sulut menjadi motivasi besar bagi NPCI untuk terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas.
Ia menjelaskan, selama ini atlet-atlet disabilitas Sulawesi Utara telah menunjukkan dedikasi dan semangat luar biasa dalam mengharumkan nama daerah melalui berbagai prestasi olahraga, baik di tingkat regional maupun nasional. Karena itu, perhatian dan dukungan dari berbagai pihak dinilai sangat penting agar proses pembinaan atlet dapat berjalan lebih maksimal.
“NPCI berharap dukungan dari Kejati Sulut dapat menjadi energi baru bagi para atlet disabilitas untuk terus berprestasi dan percaya diri menunjukkan kemampuan mereka,” ujar Steven.
Sementara itu, Kepala Kejati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh semangat inklusivitas, kesetaraan, serta pengembangan potensi atlet penyandang disabilitas di Sulawesi Utara.
Menurutnya, prestasi olahraga bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi atlet, tetapi juga membawa nama baik daerah di tingkat yang lebih luas. Karena itu, keberadaan NPCI dinilai memiliki peran penting dalam membuka ruang yang setara bagi para atlet disabilitas untuk berkembang dan meraih prestasi.
“Kami berharap sinergi ini dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan olahraga paralimpik di Sulawesi Utara serta melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang membanggakan daerah,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut menjadi sejarah awal terbangunnya hubungan dan kolaborasi yang lebih erat antara Kejati Sulut dan NPCI Sulut. Dengan semangat kebersamaan, kedua pihak berharap dukungan terhadap atlet-atlet disabilitas dapat terus meningkat sehingga semakin banyak prestasi yang lahir dan mengharumkan nama Sulawesi Utara di masa mendatang.
(zakha, Kaperwil Sulut)







