JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 7 October 2026, PT Taspen (Persero) menempatkan governance, risk, and compliance (GRC) sebagai fondasi penting dalam menopang pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan. Pandangan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak hanya diukur dari perkembangan usaha, tetapi juga dari kemampuan perusahaan untuk menjalankan kegiatan secara terarah, bertanggung jawab, dan selaras dengan prinsip tata kelola yang baik. Dengan menjadikan GRC sebagai fondasi, Taspen memperkuat keterkaitan pengelolaan perusahaan, pemahaman terhadap risiko, dan kepatuhan dalam mendukung keberlanjutan usaha.
Komitmen tersebut mencerminkan kesadaran bahwa keberlanjutan pertumbuhan memerlukan dasar yang kuat. Tata kelola memberikan arah bagi pengelolaan perusahaan, manajemen risiko membantu menjaga proses pengambilan keputusan tetap cermat, sedangkan kepatuhan memastikan aktivitas perusahaan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ketiganya menjadi bagian yang saling berhubungan dalam membangun landasan bagi perkembangan Taspen secara berkelanjutan.
Penguatan GRC juga menegaskan posisi tata kelola bukan sekadar unsur pendukung, melainkan bagian yang melekat dalam perjalanan perusahaan. Bagi Taspen, penerapan prinsip-prinsip tersebut menjadi cara untuk menjaga agar pertumbuhan berlangsung dengan mempertimbangkan tanggung jawab, kehati-hatian, dan konsistensi. Kerangka ini membantu menempatkan keberlanjutan sebagai pertimbangan utama dalam menjalankan peran perusahaan.
Melalui komitmen terhadap GRC, Taspen berupaya memastikan bahwa pertumbuhan perusahaan memiliki fondasi yang dapat menopang perkembangan dalam jangka panjang. Pendekatan tersebut memperlihatkan pentingnya keseimbangan pencapaian pertumbuhan dan kualitas pengelolaan perusahaan. Dengan demikian, GRC menjadi dasar strategis yang mendukung Taspen untuk terus berkembang secara berkelanjutan, sekaligus mempertahankan pengelolaan yang bertanggung jawab dan selaras dengan tujuan perusahaan.
Taspen menunjukkan komitmen nyata terhadap penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan melalui penyelenggaraan Taspen GRC Insight Forum (TGIF) 2026. Forum ini menjadi ruang strategis bagi perusahaan untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) dalam mendukung keberlanjutan organisasi. Melalui kegiatan tersebut, Taspen menegaskan bahwa penerapan GRC tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengendalian, tetapi juga sebagai fondasi pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.
Taspen GRC Insight Forum 2026 diselenggarakan di Jakarta pada Selasa, 6 Oktober 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Empowering Sustainable Growth Through Integrity, Resilience, and Proactive Collaboration”. Tema tersebut merefleksikan arah Taspen dalam membangun pertumbuhan berkelanjutan melalui integritas yang konsisten, ketangguhan dalam menghadapi perubahan, serta kolaborasi proaktif di seluruh pemangku kepentingan.
Aspek integritas menjadi elemen penting dalam tema forum karena menjadi dasar bagi terciptanya kepercayaan, transparansi, dan akuntabilitas. Sementara itu, resiliensi diperlukan agar Taspen mampu merespons dinamika lingkungan bisnis, perubahan regulasi, serta tantangan operasional secara adaptif. Dengan mengedepankan kolaborasi proaktif, berbagai fungsi dan unit kerja dapat menyelaraskan langkah, mengidentifikasi risiko lebih awal, serta menghasilkan solusi yang lebih efektif.
Penyelenggaraan TGIF 2026 juga memperlihatkan upaya Taspen untuk menjadikan GRC sebagai bagian dari budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif. Forum ini mendorong pertukaran wawasan dan penguatan sinergi dalam menerapkan prinsip tata kelola yang baik di seluruh organisasi. Dengan fondasi tersebut, Taspen berupaya memastikan setiap kebijakan dan proses bisnis berjalan secara prudent, patuh, serta tetap responsif terhadap kebutuhan peserta dan pemangku kepentingan. Penguatan GRC diharapkan mampu menopang kinerja perusahaan sekaligus menjaga keberlanjutan kontribusinya bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Forum tersebut menempatkan integritas dan ketahanan perusahaan sebagai bagian penting dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Tema kegiatan menekankan perlunya organisasi menjaga nilai dan prinsip dalam menjalankan kegiatan, sekaligus memiliki kemampuan untuk menghadapi perubahan, tantangan, serta berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha. Dalam kerangka ini, pertumbuhan tidak hanya dipahami sebagai pencapaian kinerja, tetapi juga sebagai proses yang perlu ditopang oleh tata kelola yang baik, perilaku yang bertanggung jawab, dan kesiapan perusahaan dalam merespons kondisi yang berkembang.
Integritas berkaitan dengan konsistensi nilai, kebijakan, dan tindakan perusahaan. Penerapannya tercermin melalui pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, kepatuhan terhadap ketentuan, serta pelaksanaan tugas secara transparan dan akuntabel. Sementara itu, ketahanan perusahaan berkaitan dengan kemampuan untuk mempertahankan fungsi dan kualitas pengelolaan ketika menghadapi tekanan atau perubahan. Kedua nilai tersebut saling mendukung dalam penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC), karena tata kelola membutuhkan dasar etika, pengelolaan risiko membutuhkan kesiapan, dan kepatuhan membutuhkan komitmen yang dijalankan secara konsisten.
Forum juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi proaktif sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan GRC. Kolaborasi memungkinkan berbagai pihak dalam organisasi membangun pemahaman yang selaras mengenai nilai, risiko, tanggung jawab, dan kepatuhan. Sikap proaktif berarti mendorong keterlibatan sejak awal, termasuk dalam mengenali potensi tantangan dan mempertimbangkan dampaknya terhadap kegiatan perusahaan. Dengan demikian, integritas, ketahanan, dan kolaborasi diposisikan sebagai unsur yang berhubungan dalam mendukung pengelolaan perusahaan secara terarah serta menciptakan landasan bagi pertumbuhan yang berkelanjutan.
Forum TGIF 2026 menghadirkan Riko Banardi, Managing Director Risk Management PT Danantara Asset, sebagai keynote speaker. Kehadiran pembicara tersebut menegaskan pentingnya perspektif manajemen risiko dalam pembahasan mengenai penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan (GRC) di lingkungan organisasi. Posisi yang diemban Riko Banardi memberikan relevansi terhadap agenda forum, terutama karena pertumbuhan berkelanjutan memerlukan pengelolaan risiko yang terukur, konsisten, dan terintegrasi dengan proses pengambilan keputusan.
Sebagai pembicara utama, Riko Banardi menjadi bagian penting dalam forum yang mempertemukan pemangku kepentingan untuk membahas penguatan fondasi organisasi. Partisipasi tersebut juga mencerminkan keterhubungan pengelolaan aset, pengendalian risiko, dan penerapan prinsip tata kelola yang bertanggung jawab. Dalam konteks Taspen, forum semacam ini dapat menjadi ruang untuk memperluas pemahaman mengenai bagaimana GRC mendukung ketahanan institusi sekaligus menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.
Bahan sumber turut memuat penyebutan unsur anti-money laundering. Namun, informasi tersebut tersedia secara terpotong dan tidak disertai keterangan lengkap mengenai konteks, materi, maupun pernyataan yang berkaitan dengannya. Oleh karena itu, unsur tersebut hanya dapat dicatat sebagai bagian dari informasi yang muncul dalam bahan sumber, tanpa mengembangkan nama program, jabatan, topik pembahasan, atau penjelasan tambahan yang belum terkonfirmasi.
Kehadiran Riko Banardi dalam TGIF 2026 tetap menjadi informasi utama mengenai pembicara forum. Kehadirannya memperkuat pesan bahwa pengelolaan risiko merupakan unsur strategis dalam menopang pertumbuhan organisasi secara berkelanjutan. Melalui forum tersebut, pembahasan GRC dapat ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, yaitu membangun proses kerja yang transparan, akuntabel, dan mampu merespons perubahan secara bertanggung jawab.

