Sport  

Tiga Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Diidentifikasi DVI

Tiga Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Diidentifikasi DVI

BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 October 2026, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mengumumkan identitas tiga jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang berhasil dikenali pada Kamis, 8 Oktober. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan di Banjarmasin, Jumat. Ketiga jenazah yang identitasnya telah dipastikan dalam proses identifikasi itu seluruhnya berjenis kelamin laki-laki.

Korban pertama yang berhasil diidentifikasi adalah Muhammad Anwaril Ma’arif. Pria berusia 18 tahun tersebut diketahui berasal dari Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Identitas berikutnya ialah Mochamad Supardi, laki-laki berusia 74 tahun yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur.

Adapun jenazah ketiga yang dikenali oleh tim DVI adalah Supiani. Korban berusia 45 tahun itu tercatat berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penyebutan nama, usia, dan daerah asal tersebut menjadi bagian dari informasi resmi yang disampaikan kepolisian setelah proses identifikasi dilakukan.

Pengumuman ini memberikan kepastian mengenai identitas tiga korban dalam musibah yang melibatkan KM Virgo Transport 8. Tim DVI Polda Kalimantan Selatan menyampaikan hasil tersebut melalui keterangan resmi di Banjarmasin pada Jumat, sehari setelah tiga jenazah dinyatakan berhasil dikenali. Dengan demikian, keluarga maupun pihak terkait memperoleh informasi mengenai korban yang telah teridentifikasi berdasarkan data yang diumumkan oleh pihak berwenang.

Menurut penjelasan Disaster Victim Identification (DVI), penetapan identitas tiga jenazah korban KM Virgo Transport 8 dilakukan berdasarkan penggabungan data primer dan data sekunder. Kedua jenis data tersebut menjadi dasar untuk mencocokkan informasi mengenai korban secara terukur dan mendukung penetapan identitas masing-masing jenazah.

Data primer yang digunakan dalam proses tersebut berupa pemeriksaan DNA. Pemeriksaan ini memberikan informasi utama dalam pengenalan identitas karena berkaitan langsung dengan karakteristik biologis korban. Hasil pemeriksaan DNA menjadi salah satu dasar penting bagi DVI ketika menentukan kesesuaian data jenazah dan informasi pembanding yang tersedia.

Selain data primer, DVI menggunakan data sekunder sebagai ciri pendukung. Data ini meliputi ciri medis serta properti korban. Ciri medis dapat menjadi bagian dari informasi yang membantu mengenali jenazah, sedangkan properti korban memberikan keterangan tambahan yang berkaitan dengan identitasnya.

Penggabungan pemeriksaan DNA dengan ciri medis dan properti korban memungkinkan DVI memiliki dasar informasi yang lebih lengkap dalam menetapkan identitas. Data primer berperan sebagai dasar utama melalui pemeriksaan DNA, sementara data sekunder memperkuat pengenalan melalui informasi medis dan barang atau properti yang terkait dengan korban. Berdasarkan penjelasan tersebut, identitas jenazah ditetapkan dengan mempertimbangkan kesesuaian data primer dan data sekunder, bukan hanya berdasarkan satu jenis informasi. Tiga jenazah korban KM Virgo Transport 8 berhasil diidentifikasi melalui dasar penetapan identitas yang memadukan pemeriksaan DNA, ciri medis, serta properti korban.

Operasi pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 menjadi salah satu operasi SAR terbesar dalam lima tahun terakhir. Besarnya operasi ini terlihat dari jumlah korban yang ditemukan, proses evakuasi yang melibatkan berbagai unsur, serta tahapan identifikasi yang harus dilakukan secara cermat oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa tiga jenazah kembali berhasil diidentifikasi. Dengan tambahan tersebut, jumlah korban yang telah dikenali mencapai 72 orang. Angka ini menjadi perkembangan penting dalam proses penanganan bencana, karena identifikasi jenazah memungkinkan keluarga memperoleh kepastian mengenai anggota keluarganya yang menjadi korban.

Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin tercatat telah menerima 82 jasad dari operasi tersebut. Jika dibandingkan dengan jumlah korban yang sudah teridentifikasi, sebanyak 10 jenazah masih menjalani proses identifikasi. Dengan demikian, dari total 82 jasad yang diterima rumah sakit, 72 jenazah atau sebagian besar telah berhasil dikenali, sedangkan 10 lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem dan postmortem. Data antemortem dapat berupa informasi medis, rekam gigi, ciri fisik, sidik jari, serta data pembanding dari keluarga. Sementara itu, tim DVI memeriksa kondisi jenazah dan mengumpulkan berbagai tanda khusus untuk memastikan kesesuaian identitas secara ilmiah.

Sepuluh jenazah yang masih diproses akan diperiksa secara bertahap dengan mengutamakan ketelitian. Tim juga membutuhkan data pembanding dari keluarga agar hasil identifikasi dapat dipastikan dan tidak menimbulkan kekeliruan. Selama proses berlangsung, pihak rumah sakit dan petugas terkait terus melakukan koordinasi untuk memperbarui informasi mengenai korban.

Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa 82 jasad telah diterima, 72 korban sudah teridentifikasi, dan 10 jenazah masih berada dalam tahapan pemeriksaan. Data ini mencerminkan kemajuan operasi SAR KM Virgo Transport 8, sekaligus menunjukkan bahwa proses penanganan korban masih terus berlanjut hingga seluruh jenazah memperoleh kepastian identitas.

Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Nur Khamid, menyampaikan bahwa kepolisian terus mendampingi keluarga korban KM Virgo Transport 8 selama proses evakuasi dan identifikasi berlangsung. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan keluarga memperoleh informasi mengenai perkembangan penanganan, sekaligus mendapatkan dukungan selama menghadapi situasi yang berat. Proses pencarian, evakuasi, serta pemeriksaan terhadap jenazah membutuhkan ketelitian karena setiap tahapan harus dilaksanakan sesuai prosedur.

Kepolisian juga berupaya menjaga komunikasi dengan pihak keluarga agar informasi yang disampaikan tetap jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam situasi seperti ini, kepastian identitas menjadi hal penting bagi keluarga, terutama untuk memastikan proses pemulangan dan pemakaman dapat dilakukan dengan benar. Tim terkait terus bekerja melalui tahapan pemeriksaan yang diperlukan, termasuk pencocokan data dan informasi pendukung yang diperoleh selama proses penanganan korban.

Nur Khamid menyampaikan harapan agar korban yang masih tersisa dapat segera ditemukan. Ia juga berharap seluruh korban yang telah dievakuasi maupun yang masih dalam pencarian dapat dikenali melalui proses identifikasi yang dilakukan oleh tim. Upaya tersebut diharapkan membantu keluarga memperoleh kepastian setelah menunggu dalam kondisi penuh kecemasan. Kepolisian bersama unsur terkait akan melanjutkan pendampingan dan penanganan hingga seluruh rangkaian proses bagi para korban selesai.

Selain menangani proses evakuasi, identifikasi, dan pendampingan keluarga, Polri juga melakukan langkah hukum terkait insiden tersebut. Polri menetapkan tiga orang dari pihak perusahaan KM Virgo sebagai tersangka. Penetapan ini menjadi bagian dari proses penyidikan yang berjalan sesuai ketentuan, sementara rincian mengenai identitas, jabatan, maupun dugaan peran para tersangka belum disampaikan dalam keterangan yang tersedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *