Davina Karamoy Tampilkan Dialek Betawi sebagai Hairstylist dalam Film Naik Level

Davina Karamoy Tampilkan Dialek Betawi sebagai Hairstylist dalam Film Naik Level

DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 October 2026, Davina Karamoy menghadirkan sisi berbeda dalam film drama komedi Naik Level. Aktris yang selama ini lebih sering dikenal melalui peran-peran dalam film romantis tersebut kini tampil sebagai Uthe, seorang hairstylist di Salon Jelita. Salon itu berada di sebuah gang dan menjadi salah satu ruang penting dalam cerita yang mengangkat dinamika kehidupan para tokohnya.

Sebagai Uthe, Davina tidak menggunakan gaya bicara formal seperti dalam sejumlah peran sebelumnya. Ia memakai dialek Betawi yang kental untuk membangun karakter perempuan yang bekerja sebagai penata rambut tersebut. Logat itu menjadi bagian penting dari penampilan Uthe karena membantu memperlihatkan latar, kepribadian, serta hubungan karakter tersebut dengan lingkungan tempatnya bekerja. Penggunaan bahasa sehari-hari juga membuat interaksi Uthe terasa lebih dekat dengan suasana salon di sebuah gang.

Perubahan peran dan dialek tersebut disampaikan Davina ketika menghadiri acara syukuran sekaligus konferensi pers film Naik Level di MVP Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa penggunaan logat Betawi menjadi pengalaman baru dalam perjalanan aktingnya. Sebelumnya, ia belum pernah memperkenalkan perubahan dialek semacam itu secara terbuka untuk sebuah karakter.

Meski harus menyesuaikan cara berbicara dengan karakter Uthe, Davina menyatakan tidak mengalami kesulitan saat mempelajarinya. Ia dapat mengikuti kebutuhan peran tersebut dan menggunakan dialek Betawi selama proses penggambaran karakter. Bagi Davina, logat tersebut bukan sekadar aksen, melainkan unsur yang membantu membuat Uthe tampil lebih hidup dan sesuai dengan cerita film. Kehadiran karakter hairstylist itu sekaligus menunjukkan upaya sang aktris untuk memperluas jenis peran yang dimainkan di luar genre romantis.

Dialek Betawi yang digunakan Davina Karamoy saat memerankan Uthe dalam film Naik Level terasa akrab bagi dirinya. Davina mengungkapkan bahwa logat tersebut bukan sesuatu yang benar-benar baru, karena ia tinggal di Depok, wilayah yang memiliki kedekatan budaya dan bahasa dengan Jakarta serta kawasan Betawi. Pengalaman sehari-hari itu membantunya memahami ritme bicara, pilihan kata, dan intonasi yang diperlukan untuk menghidupkan karakter Uthe sebagai seorang hairstylist.

Selain pengalaman dari lingkungan tempat tinggal, Davina juga banyak belajar dari Tj Ruth, pemeran Bi Mun. Menurut Davina, Tj Ruth memiliki pembawaan Betawi yang sangat meyakinkan. Cara Tj Ruth mengucapkan dialog, merespons lawan bicara, dan menampilkan gestur membuat suasana di para pemain terasa lebih natural. Interaksi yang intens dengan Tj Ruth secara tidak langsung membuat Davina ikut terbawa menggunakan logat Betawi selama proses syuting.

Bagi Davina, terdapat sisi humor yang muncul secara alami dari logat tersebut. Ia menilai logat Betawi terdengar lucu setiap kali mendengarnya, bukan karena dibuat-buat, melainkan karena memiliki tekanan dan irama khas yang mampu menciptakan warna tersendiri dalam percakapan. Unsur itu kemudian menjadi bagian penting dalam karakter Uthe, terutama ketika ia berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya dan menghadirkan suasana yang lebih hidup dalam film.

Meski demikian, Davina memahami bahwa Uthe tidak dapat terus membawa gaya bicara yang terlalu ceplas-ceplos dalam setiap situasi. Setelah bekerja di salon yang telah naik level, Uthe harus menyesuaikan cara membawa diri dengan lingkungan yang lebih berkelas. Perubahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penampilan dan tuntutan pekerjaan, tetapi juga dengan sikap serta komunikasi. Uthe tetap mempertahankan identitasnya, namun perlu belajar berbicara lebih terukur agar dapat menyesuaikan diri dengan pelanggan dan suasana salon kelas atas.

Penggunaan dialek Betawi yang ditampilkan Davina Karamoy sebagai seorang hairstylist menjadi bagian dari upaya membangun karakter yang terasa dekat dengan keseharian. Dialek tersebut tidak hanya berfungsi sebagai unsur percakapan, tetapi juga memperkuat kepribadian tokoh dan suasana komedi dalam film Naik Level. Melalui karakter-karakter yang akrab dengan lingkungan penonton, kelucuan dapat muncul secara alami dari cara mereka berbicara, bersikap, dan menghadapi berbagai situasi.

Sutradara Ginanti Rona menjelaskan bahwa komedi dalam film ini dibangun melalui situasi serta karakter yang terasa dekat dengan keseharian penonton. Dengan pendekatan tersebut, humor tidak semata-mata bergantung pada lelucon, melainkan lahir dari peristiwa dan interaksi antartokoh. Naik Level juga menjadi debut Ginanti dalam genre komedi. Sebelumnya, ia lebih dikenal melalui karya-karya film horor.

Penulis Alim Sudio melihat adanya sisi yang dekat dengan dunia salon di balik latar belakang horor Ginanti. Pandangan itu memperlihatkan bahwa pengalaman dan pendekatan Ginanti tetap memiliki hubungan dengan ruang cerita yang dihadirkan dalam film ini. Latar tersebut kemudian dipadukan dengan karakter sehari-hari dan penggunaan dialek yang mendukung arah komedi.

Produser Raam Punjabi turut menyampaikan apresiasi terhadap karya-karya Ginanti sebelumnya. Dalam konferensi pers, Raam mengungkapkan kekagumannya secara langsung kepada sang sutradara. Sambil menatap Ginanti, ia mengatakan bahwa hatinya ingin mengontrak Ginanti dalam jangka panjang. Pernyataan tersebut menunjukkan penghargaan Raam terhadap karya Ginanti sekaligus keinginannya untuk terus bekerja sama dengan sang sutradara.

Film Naik Level mengangkat kisah perempuan melalui kehidupan salon dan pilihan-pilihan yang muncul di dalamnya. Tokoh utamanya, Uthe, merupakan seorang hairstylist yang bekerja di Salon Jelita, tempat yang dirintis oleh bibinya. Lingkungan tersebut menjadi ruang awal bagi Uthe untuk mengembangkan keterampilan, membangun pengalaman, sekaligus memahami dinamika pekerjaan di balik layanan kecantikan. Namun, Uthe tidak ingin berhenti pada kondisi yang telah dijalaninya. Ia memiliki cita-cita untuk memperoleh salon dengan peluang yang lebih menjanjikan dan kehidupan profesional yang lebih baik.

Keinginan itu mendorong Uthe untuk bekerja di The Glaze, salon kelas atas yang menawarkan suasana berbeda dari Salon Jelita. Film ini memperlihatkan perbedaan dua lingkungan tersebut secara jelas. Salon Jelita digambarkan sebagai tempat yang spontan dan kacau, dengan interaksi yang berlangsung lebih lepas serta penuh kejadian tidak terduga. Sebaliknya, The Glaze tampil rapi, teratur, dan sarat dengan aturan sopan santun. Perpindahan Uthe dari satu salon ke salon lainnya menjadi latar konflik yang mempertemukan ambisi pribadi, tuntutan pekerjaan, serta perbedaan kebiasaan dan kelas sosial.

Melalui perjalanan Uthe, Naik Level menghadirkan cerita tentang perempuan yang berusaha menentukan arah hidupnya di tengah dunia kerja yang memiliki standar berbeda. Jajaran pemain yang tercantum dalam sumber terdiri atas Davina Karamoy, Umi Quary, Arthada, Galabby, Marcell Darwin, Fajar Nugra, dan Tj Ruth. Informasi produksi yang tersedia menyebutkan bahwa proses syuting dijadwalkan dimulai pada 12 Oktober 2026. Adapun informasi mengenai jadwal tayang dalam sumber hanya memuat angka yang terpotong, yakni “202”. Karena itu, belum terdapat tanggal atau keterangan lebih lengkap yang dapat dicantumkan mengenai penayangan film ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *