JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 6 October 2026, Enea Bastianini memasuki periode menuju MotoGP Mandalika 2026 dengan peran baru di luar lintasan. Pembalap Red Bull KTM Tech3 tersebut resmi ditunjuk sebagai brand ambassador Police, merek gaya hidup asal Italia yang berada di bawah naungan De Rigo. Penunjukan ini memperluas aktivitas Bastianini sekaligus mempertemukan citra seorang pembalap profesional dengan karakter Police yang dikenal melalui produk aksesori dan gaya modern.
Pengumuman kolaborasi itu berlangsung menjelang seri ke-17 MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Momentum tersebut dipilih untuk memperkenalkan hubungan kerja sama Bastianini dan Police kepada publik Indonesia. Kehadiran pembalap Italia itu juga menjadi bagian dari agenda peluncuran produk kolaborasi Police dan Bastianini yang digelar di Jakarta pada Selasa.
Dalam acara tersebut, Bastianini tidak hanya tampil sebagai atlet yang tengah mempersiapkan diri menghadapi persaingan MotoGP, tetapi juga sebagai figur yang merepresentasikan nilai dan identitas merek. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjangkau penggemar olahraga balap sekaligus konsumen yang mengikuti perkembangan mode dan aksesori. Bagi Police, keterlibatan pembalap aktif memberikan dimensi global serta kedekatan yang lebih kuat dengan generasi muda.
Valentina Oliver dari De Rigo Group menyampaikan bahwa perkembangan Bastianini akan menarik untuk diikuti pada musim 2027. Pernyataan itu berkaitan dengan rencana sang pembalap untuk berganti tim balap pada musim tersebut. Perubahan lingkungan kompetisi akan menjadi babak penting dalam perjalanan kariernya, sehingga perhatian terhadap kiprah Bastianini diperkirakan semakin besar, baik di dalam maupun di luar lintasan.
Sebelum memasuki agenda di Mandalika, kerja sama dengan Police memberi warna berbeda bagi persiapan Bastianini menghadapi musim 2026. Peran sebagai brand ambassador menjadi kesempatan untuk membangun hubungan dengan publik melalui jalur yang lebih luas, sementara performanya bersama Red Bull KTM Tech3 tetap menjadi fokus utama saat balapan berlangsung.
Kolaborasi Police dan Enea Bastianini bertemu pada kesamaan nilai yang melampaui batas dunia lifestyle dan arena balap. Bastianini merupakan pembalap asal Italia yang dikenal melalui talenta, determinasi, serta kepribadian yang autentik. Ketiga karakter tersebut membentuk sosok yang kuat, tetapi tetap memiliki kedekatan dengan publik karena ditampilkan secara natural dan tidak berlebihan.
Di luar performanya sebagai pembalap, Bastianini memiliki gaya personal yang sederhana, tegas, dan apa adanya. Cara tersebut membuatnya mudah dikenali sekaligus memberikan identitas yang konsisten. Ia tidak perlu membangun citra yang rumit untuk menunjukkan karakter. Sikapnya yang lugas memperlihatkan pribadi yang memiliki keyakinan, sementara kesederhanaannya menjaga penampilannya tetap mudah diterima. Perpaduan inilah yang menjadi salah satu alasan penting bagi Police dalam melihat kesesuaian dengan sosok Bastianini.
Bagi Police, balap motor bukan semata-mata tentang kompetisi dan kecepatan. Di dalamnya terdapat keberanian untuk melampaui batas, presisi ketika mengambil keputusan, serta kebebasan untuk menampilkan karakter. Setiap momen menuntut keberanian, ketepatan, dan kemampuan untuk tetap menjadi diri sendiri di tengah tekanan. Nilai-nilai tersebut dipandang sejalan dengan pribadi Bastianini sebagai pembalap yang mengandalkan talenta, menunjukkan determinasi, dan mempertahankan keaslian sikapnya.
Keselarasan itu kemudian menjadi dasar kolaborasi yang tidak hanya menempatkan Bastianini sebagai representasi dunia MotoGP, tetapi juga sebagai figur yang mencerminkan karakter Police. Keberanian, ketepatan, dan kebebasan bertemu dalam pendekatan yang sama: tampil dengan keyakinan tanpa kehilangan keaslian. Melalui perspektif tersebut, hubungan keduanya dibangun atas nilai yang jelas, yakni kemampuan untuk melampaui batas, mengambil keputusan secara presisi, dan menyampaikan karakter secara tegas serta apa adanya.
Koleksi utama dalam kerja sama Enea Bastianini dan Police adalah Police Unlocked. Koleksi ini menghadirkan interpretasi baru terhadap simbol eagle yang selama ini menjadi salah satu identitas penting merek tersebut. Alih-alih menampilkan simbol secara konvensional, desainnya menerjemahkan karakter elang ke dalam garis bingkai, detail material, serta proporsi yang mencerminkan energi dan kebebasan. Pendekatan tersebut membuat koleksi ini relevan bagi pengguna yang menginginkan kacamata dengan identitas kuat, tetapi tetap sesuai untuk kebutuhan sehari-hari.
Model pertama yang dipilih Bastianini adalah SPLU77. Siluet rectangular memberikan kesan tegas dan terstruktur, sementara penggunaan frame acetate menghadirkan keseimbangan kenyamanan dan daya tahan. Karakter khasnya terlihat pada detail metal yang menyerupai sayap, sebuah elemen yang memperkuat hubungan visual dengan simbol eagle milik Police. Perpaduan bentuk klasik dan aksen metal tersebut membuat SPLU77 tampil berkarakter tanpa kehilangan kesan modern.
SPLU78 menawarkan arah desain yang lebih urban dan modern. Garis-garisnya dibuat lebih fluid sehingga menghasilkan tampilan yang dinamis dan mudah beradaptasi dengan berbagai gaya. Struktur yang ringan mendukung kenyamanan saat digunakan dalam waktu lama, sedangkan sentuhan titanium memberikan nuansa teknis sekaligus kontemporer. Model ini merepresentasikan pendekatan yang lebih minimal, namun tetap mempertahankan detail khas yang menjadi bagian dari bahasa desain Police.
Berbeda dari dua model sebelumnya, SPLU79 menggabungkan nuansa urban dengan aksen fashion yang lebih kuat. Bentuk geometris menjadi elemen utama yang membangun siluetnya, menciptakan tampilan berani dan mudah dikenali. Pilihan ini memperluas karakter koleksi, dari gaya fungsional hingga aksesori yang dapat melengkapi penampilan. Sepanjang 2026, Police juga akan hadir bersama Bastianini dalam berbagai kegiatan, termasuk paddock MotoGP di sejumlah negara, official events, dan aktivitas lifestyle di luar lintasan. Kehadiran tersebut dirancang untuk memperkenalkan koleksi sekaligus menampilkan kedekatan Bastianini dengan dunia balap dan gaya hidup modern.
Menjelang MotoGP Mandalika 2026, Enea Bastianini membawa modal penting dari penampilannya pada balapan sebelumnya di Sirkuit Motegi, Jepang. Ia berhasil finis di posisi keempat, sebuah hasil yang memberikan dorongan kepercayaan diri sekaligus menjadi pencapaian finis terbaiknya sepanjang musim 2026. Hasil tersebut menempatkannya dalam situasi yang lebih positif sebelum menghadapi seri berikutnya di Indonesia.
Dalam klasemen sementara, Bastianini berada di peringkat ke-11 dengan koleksi 116 poin. Catatan itu menjadi bagian dari gambaran performanya hingga memasuki agenda Mandalika. Finis keempat di Motegi menunjukkan bahwa ia mampu bersaing di barisan depan pada balapan terakhir, tetapi tantangan berikutnya akan berlangsung di sirkuit yang memiliki catatan tersendiri bagi pembalap tersebut.
Sejak Sirkuit Mandalika masuk kalender MotoGP pada 2022, Bastianini belum pernah naik podium maupun menyelesaikan balapan di lima besar. Hasil terbaiknya di lintasan tersebut adalah posisi kedelapan pada 2023. Dalam dua balapan terakhir di Mandalika, ia juga gagal finis. Rekor itu membuat seri 2026 menjadi kesempatan berikutnya bagi Bastianini untuk memperbaiki catatannya di Indonesia, dengan bekal hasil terbaik musim ini yang baru diraihnya di Motegi.

