Janji Dewan terpilih Dipertanyakan, LIN Babel Soroti Kinerja DPRD

Bangka Belitung – Janji kampanye Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Baik Pemprov,Kab / Kota periode 2025–2030, DPRD, kini ramai dipertanyakan publik.

Perbincangan tersebut mencuat di berbagai medsos maupun pembicaraan masyarakat hingga menjadi diskusi di tengah masyarakat. Pasalnya, setelah lebih dari dua tahun lebih masa kepemimpinan mereka diamanahkan, program yang sempat menjadi jargon utama kampanye itu dinilai belum terealisasi.

Tak hanya itu, LIN Babel juga menyoroti hilangnya Program mereka janjikan disaat kampanye, yang sebelumnya dikenal sebagai program berbasis kemasyarakatan.

Sejumlah warga mengaku kebingungan dengan arah kebijakan DPRD saat ini. Seorang warga dari berbagai pihak saat bertemu langsung dengan ketua DPD LIN Babel dan yang enggan disebutkan namanya mempertanyakan konsistensi antara janji kampanye dan realisasi program.

“Bukannya janji kampanye itu harus dilaksanakan? Dana anggaran tidak jelas, bahkan sampai kerumah pun susah ditemui bahkan hilang jejak,” ujarnya saat berbincang dengan LIN Babel, Rabu (03/06/2026).

Menurutnya, program dijanjikan sempat menjadi harapan besar masyarakat untuk mendorong ekonomi masyarakat, mulai dari perbaikan infrastruktur kecil hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Soroti Kondisi Infrastruktur dan Sosial
Hal senada disampaikan warga Pangkalpinang. Ia menilai dewan saat ini belum menunjukkan perubahan signifikan sebagaimana yang dijanjikan saat masa kampanye.

“Terlalu banyak seremonial. Faktanya tidak terlihat hasil perubahannya. Janji ini itu, warga miskin masih banyak yang mengeluh. Jadi bingung kalau ditanya perubahan setelah dua tahun lebih ini menjabat,” tegasnya.

Warga berharap dewan tiap dapil itu memberikan kemajuan tiap dapilnya bukan DL (dinas luar) terus apalagi ditemuin susah.

Isu seperti ini menjadi perhatian Lembaga Investigasi Negara (LIN) Bangka Belitung terhadap kinerja para wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat langsung tetapi tidak ada manfaatnya untuk rakyat.sebelumnya disebut-sebut sebagai salah satu program unggulan untuk kemajuan pembangunan dapil dan membantu masyarakat.

LIN Babel menilai, dewan perwakilan rakyat Daerah (DPRD) tiap dapil harus prioritaskan dapilnya bukan DL terus menerus dan jangan susah ditemuin masyarakat karena bisa menjadi kunci ketidak percayaan masyarakat dengan dewan yang dipilihnya. Prioritaskan pembangunan di dapil tersebut dinilai penting agar masyarakat memahami dan merasakan hasil pilihan yang diamanahkan ini.

Kita menyayangkan prilaku dewan terpilih terhadap masyarakat yang mana diamanahkan dan dipilih mereka untuk memajukan dapilnya tapi malah sebaliknya apalagi untuk kegiatan sosial, dewan seharusnya membantu dan memberikan kemajuan dan amanah itu harus ditunaikan,” ujarnya

LIN Se Bangka Belitung akan mengawasi tiap-tiap dewan perwakilan rakyat Daerah (DPRD) untuk wilayahnya masing-masing, kita awasi terus dan jangan sampai masyarakat kecewa bener.

Sesuai tupoksi DPRD merupakan amanah yang harus di laksanakan karena ini merupakan tanggung jawab moral baik secara individu atau secara kelompok (fraksi) jelas 3 fungsi tsb seperti :
1.pengangaran
2.pengawasan
3.membuat perda
Tapi”itu tufoksi pokok” yang lebih utama tanggung jawab moral, dimana anggota dprd di pilih oleh konstuwen melalui proses pileg (masyarakat) dan bersumpah saat di Lantik untuk amanah selama 5 tahun tapi tidak di lakukan dengan benar kira2 Ndak usah di tanyakan lagi apa respon dari konstuwen (layak apa tidak nya dewan tsb di pilih kembali) di periode yg akan datang jadi kepada seperadik ko dewan gawe yg benar biar periode berikutnya tepileh agik, Tutupnya

Sumber : Humas DPD LIN Babel

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *