Fakfak — Upaya menghadirkan keadilan sosial dan penguatan ekonomi berbasis masyarakat di Fakfak terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Setelah pertemuan strategis antara tokoh masyarakat Mr. Willy dan Ketua DPD Papua Barat Daya Jackson Sambow, kini dukungan serupa juga datang dari unsur legislatif daerah.
Wakil Ketua III DPRK Fakfak, Domianus Tuturop, secara tegas mendorong kehadiran Lembaga Investigasi Negara (LIN) di Fakfak sebagai langkah konkret dalam mengawal Penggunaan Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Menurutnya, pengawasan terhadap dana Otsus menjadi sangat penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke pelosok desa, bukan hanya berputar di kalangan elit politik.
“Kami ingin memastikan dana Otsus tepat sasaran, menyentuh masyarakat pedesaan, serta tidak berhenti di tingkat elit. Kehadiran LIN diharapkan menjadi pengawal transparansi dan keadilan anggaran,” tegas Domianus.
Pernyataan ini memperkuat narasi sebelumnya terkait pentingnya pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LIN di Fakfak. Selain fokus pada pengembangan ekonomi kerakyatan—melalui sektor tambak, peternakan, dan perikanan—LIN juga diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendorong akuntabilitas tata kelola pemerintahan daerah.
Di sisi lain, sejumlah pihak menyoroti lemahnya penegakan hukum di daerah yang dinilai masih “mati suri”. Kondisi ini menjadi tantangan serius dalam memastikan keadilan berjalan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, sinergi antara masyarakat, lembaga, dan pemerintah menjadi sangat krusial.
“Dengan potensi sumber daya alam yang besar di wilayah Papua Barat, Fakfak dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang pesat. Namun, tanpa pengawasan yang kuat dan sistem hukum yang adil, potensi tersebut dikhawatirkan tidak akan memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.”

