KOTA SUKABUMI, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 October 2026, Nama Rojab Asy’ari menjadi perhatian setelah ia menurunkan foto Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dari ruang kerjanya. Rojab Asy’ari diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi. Peristiwa tersebut berlangsung setelah Mahkamah Konstitusi membacakan putusan yang berkaitan dengan polemik kualifikasi pendidikan Gibran Rakabuming Raka.
Penurunan foto itu menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang menempatkan Rojab Asy’ari dalam sorotan. Tindakan tersebut dilakukan di ruang kerja yang digunakan dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi. Foto yang diturunkan merupakan foto Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Peristiwa ini tercatat setelah Mahkamah Konstitusi menyampaikan putusannya terkait polemik kualifikasi pendidikan Gibran.
Dengan demikian, perhatian terhadap Rojab Asy’ari muncul dari tindakan menurunkan foto Gibran setelah pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi. Peristiwa itu menghubungkan posisi Rojab sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi dengan perkembangan perkara yang menyangkut kualifikasi pendidikan Wakil Presiden RI. Uraian mengenai peristiwa tersebut berangkat dari dua fakta utama, yakni jabatan Rojab Asy’ari dan tindakan menurunkan foto Gibran Rakabuming Raka dari ruang kerjanya setelah putusan dibacakan.
Rojab Asy’ari lahir di Garut pada 26 Agustus 1976. Identitas tersebut menjadi bagian penting dalam memahami perjalanan hidupnya sebelum dikenal luas di Kota Sukabumi. Garut menjadi tempat awal yang menandai latar belakang kehidupannya, sedangkan Sukabumi kemudian menjadi ruang bagi perkembangan aktivitas profesional, sosial, dan politiknya.
Nama Rojab Asy’ari mulai dikenal di Kota Sukabumi melalui kiprahnya sebagai jurnalis. Kegiatan jurnalistik membawanya berhadapan dengan beragam persoalan masyarakat, dinamika pemerintahan, serta perkembangan kehidupan publik. Pengalaman tersebut turut membentuk pemahamannya terhadap isu-isu daerah dan cara menyampaikan aspirasi masyarakat secara terbuka. Sebagai jurnalis, ia tidak hanya menjalankan pekerjaan pemberitaan, tetapi juga membangun hubungan dengan berbagai kalangan di lingkungan sosial dan pemerintahan Sukabumi.
Sebelum memasuki dunia politik, Rojab juga pernah berkecimpung dalam bidang pendidikan. Pengalaman di bidang tersebut melengkapi perjalanan profesionalnya dan memperluas interaksinya dengan masyarakat. Jurnalistik dan pendidikan menjadi dua tahap penting yang memberikan bekal bagi keterlibatannya dalam kehidupan publik. Dari kedua bidang itu, ia memperoleh pengalaman berkomunikasi, memahami kebutuhan masyarakat, serta melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang lebih beragam.
Perpaduan pengalaman sebagai jurnalis dan keterlibatannya dalam dunia pendidikan kemudian menjadi landasan bagi langkah Rojab Asy’ari di ranah politik. Kiprahnya di Sukabumi tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang melalui proses profesional yang telah dijalaninya. Ketika kemudian aktif sebagai politikus, pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak yang melekat pada dirinya. Perjalanan dari Garut menuju Sukabumi, dari jurnalistik dan pendidikan menuju politik, memperlihatkan tahapan yang membentuk pengenalan publik terhadap sosok Rojab Asy’ari.
Perjalanan profesional Rojab Asy’ari tidak dapat dilepaskan dari dunia jurnalistik yang ditekuninya selama sekitar 16 tahun. Dalam rentang waktu tersebut, ia bekerja sebagai wartawan di sejumlah media dan menjalani berbagai dinamika profesi pers. Pengalaman itu membentuk pemahamannya terhadap proses pencarian informasi, pengolahan berita, serta penyampaian isu kepada masyarakat secara bertanggung jawab.
Ketertarikannya pada jurnalistik berkembang setelah Rojab menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi sebagai lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Bekal akademik tersebut menjadi salah satu fondasi dalam memulai perjalanan profesionalnya di bidang media. Sebagai wartawan, ia berhadapan dengan beragam peristiwa dan persoalan publik yang menuntut ketelitian, kemampuan berkomunikasi, serta kepekaan dalam membaca situasi.
Pengalaman selama bertahun-tahun di lapangan juga memperkaya cara pandangnya dalam memahami kebutuhan masyarakat. Jurnalistik tidak hanya menjadi pekerjaan, tetapi turut menjadi ruang bagi Rojab untuk berinteraksi dengan berbagai kalangan dan mengikuti perkembangan isu secara langsung. Dari proses itu, terbentuk keterampilan menyusun informasi dan menyampaikannya dengan jelas kepada khalayak.
Seiring waktu, kiprah Rojab meluas ke sektor pendidikan. Ia memiliki pengalaman sebagai pengajar dan kemudian menjalankan peran sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Peralihan sekaligus perluasan peran tersebut menunjukkan kemampuannya membawa pengalaman praktis dari dunia media ke lingkungan pembelajaran.
Perpaduan pengalaman jurnalistik dan pendidikan menjadi ciri penting dalam perjalanan profesional Rojab. Dunia media membekalinya dengan pengalaman lapangan, sementara kegiatan mengajar memperluas perannya dalam berbagi pengetahuan dan membangun pemahaman. Kedua bidang itu saling melengkapi, membentuk rekam jejak yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi, tetapi juga pada proses pembelajaran. Dengan demikian, perjalanan Rojab mencerminkan perkembangan karier dari wartawan hingga pendidik, sebelum kiprahnya berlanjut dalam ruang pengabdian publik.
Perjalanan Rojab Asy’ari menuju dunia politik berawal dari pengalaman panjangnya di bidang jurnalistik dan aktivitas pendidikan. Sebelum terlibat langsung dalam lembaga legislatif, ia dikenal menjalani pekerjaan yang berkaitan dengan penyampaian informasi kepada publik. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk pemahamannya terhadap berbagai persoalan masyarakat, sekaligus memperluas jejaring sosial dan profesional yang dimilikinya.
Selain menekuni jurnalistik, Rojab juga aktif dalam kegiatan pendidikan. Aktivitas ini mempertemukannya dengan beragam kebutuhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia dan akses terhadap pengetahuan. Perpaduan pengalaman di media dan pendidikan kemudian menjadi latar yang mengiringi langkahnya ketika mulai memasuki ranah politik melalui PDI Perjuangan.
Melalui partai tersebut, Rojab mengambil bagian dalam proses politik dan mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi. Dalam pemilihan legislatif, ia terpilih menjadi anggota DPRD Kota Sukabumi. Mandat itu menandai perubahan peran dari seorang profesional di luar lembaga politik menjadi bagian dari institusi yang menjalankan fungsi perwakilan rakyat di tingkat kota.
Setelah terpilih sebagai anggota DPRD, Rojab kemudian dipercaya menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi untuk periode 2024–2029. Penetapan tersebut menempatkannya dalam jajaran pimpinan legislatif daerah bersama unsur pimpinan lainnya. Jabatan itu secara resmi diperkuat melalui pelantikan sebagai wakil ketua DPRD pada 15 Oktober 2024.
Sejak pelantikan tersebut, Rojab menjalankan perannya sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi untuk periode 2024–2029. Posisi ini menjadi tahap terbaru dalam perjalanan profesionalnya, setelah sebelumnya berkiprah di bidang jurnalistik, pendidikan, dan aktivitas kepartaian melalui PDI Perjuangan.


