Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi

JAMBI, JAMBI — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 7 October 2026, Operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi terganggu akibat kabut asap pekat yang menurunkan jarak pandang. Kondisi ini memicu penundaan serta penyesuaian jadwal penerbangan, terutama pada rute dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta (CGK). Sejumlah penerbangan harus menyesuaikan waktu operasional karena jarak pandang belum memenuhi kondisi yang mendukung kelancaran penerbangan.

Kabut asap dilaporkan semakin memburuk sejak Rabu pagi. Penurunan jarak pandang berlangsung secara bertahap hingga berdampak pada aktivitas penerbangan di bandara tersebut. Situasi ini membuat pengelola dan maskapai perlu melakukan pemantauan berkala sebelum menentukan keberangkatan maupun kedatangan pesawat.

Department Head Branchcom Bandara Sultan Thaha, Bachren, menjelaskan bahwa jarak pandang pada pukul 06.00 WIB masih berada di angka 1.500 meter. Namun, kondisi tersebut kemudian memburuk. Pada pukul 12.00 WIB, jarak pandang turun menjadi 800 meter akibat kabut asap yang menyelimuti kawasan bandara.

Penurunan tersebut menjadi pertimbangan penting dalam pengaturan penerbangan karena jarak pandang merupakan salah satu faktor keselamatan dalam proses lepas landas dan pendaratan. Maskapai dapat menunda jadwal, menyesuaikan waktu penerbangan, atau menunggu perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara sebelum melanjutkan operasional.

Gangguan ini berpotensi memengaruhi penumpang yang menggunakan penerbangan menuju Jakarta maupun dari Jakarta ke Jambi. Penumpang diimbau memeriksa informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangan, perubahan jadwal, serta kemungkinan keterlambatan selama kabut asap masih mengurangi jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha.

Gangguan kabut asap di Bandara Sultan Thaha Jambi mulai berdampak pada aktivitas penerbangan sejak awal hari. Dari sejumlah jadwal keberangkatan, hanya satu penerbangan yang tercatat berhasil mengudara, yakni Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6807 tujuan Jakarta. Pesawat tersebut lepas landas pada pukul 06.05 WIB, sebelum kondisi atmosfer di sekitar bandara memburuk.

Penerbangan Batik Air ID 6807 dapat diberangkatkan karena menggunakan pesawat yang telah bermalam di Bandara Sultan Thaha, atau dikenal dengan istilah remain over night (RON). Penggunaan pesawat yang sudah berada di lokasi sejak malam sebelumnya memungkinkan proses persiapan penerbangan dilakukan lebih awal. Selain itu, pada saat keberangkatan, jarak pandang masih berada di kisaran 1.500 meter sehingga pesawat masih memenuhi kondisi operasional untuk mengudara.

Namun, situasi berubah setelah penerbangan tersebut berangkat. Kabut asap semakin tebal dan mulai menyelimuti wilayah Kota Jambi, termasuk kawasan di sekitar bandara. Penurunan jarak pandang membuat aktivitas penerbangan berikutnya menghadapi kendala yang lebih besar. Tidak hanya jarak pandang mendatar yang terganggu, jarak pandang vertikal juga menurun hingga sekitar 500 kaki karena langit tertutup asap. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas udara dan visibilitas di area bandara memburuk dalam waktu singkat, sehingga keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan keberangkatan maupun kedatangan pesawat. Penerbangan yang berhasil berangkat pada awal pagi tersebut menjadi satu-satunya keberangkatan yang dapat terlaksana sebelum kabut asap semakin pekat.

Hingga pukul 12.00 WIB, gangguan jarak pandang memengaruhi sejumlah penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi. Perubahan tersebut mencakup penerbangan kedatangan dari Jakarta dan penerbangan keberangkatan menuju Jakarta. Penyesuaian dilakukan pada beberapa maskapai dengan status yang berbeda, mulai dari penundaan hingga perubahan waktu penerbangan.

Pada sisi kedatangan dari Jakarta, Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6804 dan Citilink QG 966 mengalami penundaan sampai jarak pandang membaik. Sementara itu, Citilink QG 960 dijadwalkan ulang menjadi pukul 13.10 WIB. Dua penerbangan Garuda Indonesia dengan nomor GA 126 dari Jakarta juga mengalami perubahan jadwal, masing-masing menjadi pukul 19.20 WIB dan 19.45 WIB.

Untuk penerbangan keberangkatan menuju Jakarta, Batik Air ID 6805 dan Citilink QG 966 ditunda. Citilink QG 961 mengalami perubahan jadwal menjadi pukul 13.40 WIB. Selain itu, jadwal penerbangan Garuda Indonesia GA 127 dan GA 129 turut disesuaikan. Daftar tersebut menunjukkan bahwa dampak gangguan tidak hanya terjadi pada pesawat yang akan tiba, tetapi juga pada penerbangan yang berangkat dari Jambi menuju Jakarta.

Dengan demikian, penumpang pada rute-rute tersebut perlu memperhatikan informasi jadwal yang berlaku hingga pukul 12.00 WIB. Rincian perubahan mencakup penundaan penerbangan Batik Air dan Citilink, penjadwalan ulang Citilink QG 960 serta QG 961, dan penyesuaian jadwal penerbangan Garuda Indonesia yang terdampak.

Pengelola Bandara Sultan Thaha Jambi terus melakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan dan instansi terkait untuk menangani gangguan operasional akibat kabut asap. Koordinasi tersebut mencakup pemantauan kondisi jarak pandang, penyesuaian jadwal penerbangan, serta penyampaian informasi kepada calon penumpang secara berkala. Setiap perkembangan di lapangan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan keamanan dan kelancaran penerbangan yang akan berangkat maupun tiba di bandara.

Selama terdapat calon penumpang yang tertahan, pihak bandara berupaya memberikan pelayanan dan menjaga kenyamanan mereka. Petugas disiagakan untuk membantu proses komunikasi dengan maskapai, memberikan penjelasan mengenai status penerbangan, serta mengarahkan penumpang apabila diperlukan penjadwalan ulang atau layanan lanjutan dari maskapai. Pengelola juga memastikan kebutuhan informasi di area terminal tetap tersedia sehingga penumpang tidak harus mencari kepastian dari sumber yang tidak resmi.

Executive General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Bachren, mengimbau calon penumpang agar tetap tenang dan mengikuti arahan petugas selama menunggu kepastian jadwal penerbangan. Penumpang disarankan memantau pembaruan status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing atau menghubungi contact center InJourney Airports di nomor 172. Informasi melalui saluran resmi penting untuk mencegah kesalahpahaman, terutama ketika perubahan jadwal dapat terjadi menyesuaikan kondisi operasional dan keselamatan penerbangan.

Manajemen Bandara Sultan Thaha berharap penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi segera membuahkan hasil, sehingga kualitas udara membaik dan aktivitas penerbangan dapat kembali berlangsung secara normal. Pengelola akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait serta menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat dan pengguna jasa bandara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *