JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 7 October 2026, YouTube mengumumkan rangkaian fitur baru yang ditujukan untuk memperluas peluang kreator di Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan Country Director YouTube Indonesia Veronica Utami dalam press briefing YouTube Festival Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu. Kehadiran fitur-fitur ini mencerminkan upaya platform untuk menyesuaikan dukungan terhadap kebutuhan kreator yang terus berkembang, baik dalam menghasilkan karya, membangun komunitas, maupun mengembangkan sumber pendapatan.
Veronica menjelaskan bahwa peran YouTube kini tidak hanya sebagai tempat menonton video. Platform tersebut berkembang menjadi ruang budaya, koneksi, dan perdagangan, sehingga inovasi yang dihadirkan perlu menjangkau lebih banyak aspek dalam ekosistem kreator. Melalui rangkaian fitur baru ini, YouTube berupaya membantu kreator Indonesia menyampaikan cerita secara lebih beragam, terhubung dengan penonton, serta menemukan peluang kolaborasi dan komersial yang relevan.
Fitur pertama adalah Short Series, yang memungkinkan kreator mengembangkan cerita bersambung dalam format video pendek. Format ini memberikan ruang bagi kreator untuk menyajikan narasi secara bertahap dan menyesuaikannya dengan kebiasaan penonton yang menikmati konten singkat. Short Series juga dapat menjadi sarana untuk mengeksplorasi ide, karakter, dan tema lokal dalam kemasan yang lebih mudah diikuti dari satu episode ke episode berikutnya.
YouTube juga memperkenalkan Creator Partnership Boost, sebuah dukungan yang memperkuat potensi kerja sama kreator dan mitra. Fitur ini hadir seiring meningkatnya kebutuhan terhadap kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi pembuat konten, merek, dan audiens. Selain itu, terdapat Open Call yang membuka kesempatan bagi kreator untuk mengikuti peluang atau inisiatif tertentu yang disediakan melalui ekosistem YouTube. Ketiga fitur tersebut menunjukkan fokus YouTube dalam memperluas akses kreator terhadap pengembangan karya, jejaring, dan peluang bisnis, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar kreator yang dinamis.
Pada akhir September, YouTube meluncurkan Short Series untuk membantu menata video Shorts ke dalam rangkaian cerita yang berurutan. Fitur ini memungkinkan kreator mengelompokkan sejumlah video yang saling berkaitan sehingga penonton dapat memahami alur cerita dengan lebih mudah. Alih-alih menemukan setiap video secara terpisah melalui umpan Shorts, penonton bisa mengikuti rangkaian tersebut sebagai satu kesatuan cerita, dari bagian awal hingga kelanjutannya. Penataan ini juga membuat hubungan antarkonten menjadi lebih jelas dan membantu penonton menemukan episode berikutnya tanpa harus mencarinya secara manual.
Kehadiran Short Series sejalan dengan berkembangnya tren konten microdrama, yaitu cerita singkat yang disajikan dalam beberapa bagian dan dirancang untuk dikonsumsi secara cepat melalui perangkat digital. Format tersebut memanfaatkan durasi pendek Shorts, tetapi tetap memberi ruang bagi kreator untuk membangun alur, konflik, dan kelanjutan cerita secara bertahap. Dengan pengelompokan yang lebih terstruktur, penonton dapat menemukan cerita yang menarik, mengikuti perkembangannya, serta kembali menonton bagian lain dalam seri yang sama. Pengalaman ini berpotensi meningkatkan keterhubungan penonton dengan karya dan kreator yang mereka ikuti.
Bagi kreator, fitur tersebut menyediakan cara yang lebih praktis untuk mengatur konten berseri sekaligus memperkenalkan keseluruhan cerita kepada audiens. Menurut penjelasan Veronica Utami, Short Series juga dapat membuka peluang bagi pemilik usaha dan merek untuk memanfaatkan format microdrama sebagai pendekatan pemasaran baru. Pesan atau identitas merek dapat dihadirkan melalui rangkaian cerita yang lebih mudah diikuti, bukan hanya melalui satu video berdurasi singkat. Dengan demikian, fitur ini tidak sekadar membantu penonton menemukan konten, tetapi juga memberi kreator dan pelaku usaha sarana untuk mengembangkan narasi yang lebih terarah di YouTube.
Creator Partnership Boost menjadi nama baru untuk fitur yang sebelumnya dikenal sebagai Partnership Ads. Perubahan nama ini menandai upaya YouTube untuk memperluas dukungan bagi kolaborasi merek dan kreator. Melalui fitur tersebut, pemilik merek dapat memanfaatkan kecerdasan artifisial Google untuk mempromosikan video kreator yang menunjukkan kinerja baik. Sistem membantu mengenali konten yang berpotensi menjangkau penonton secara efektif, kemudian mengarahkan promosi kepada audiens yang lebih relevan ketika fitur diaktifkan.
Bagi merek, pendekatan ini dapat membuat kampanye lebih terarah karena promosi tidak hanya bergantung pada penempatan iklan secara umum. Video kreator yang telah memperoleh respons positif dapat digunakan sebagai materi promosi, sementara teknologi Google membantu menemukan kelompok penonton yang sesuai dengan sasaran kampanye. Bagi kreator, dukungan tersebut membuka peluang agar karya mereka memperoleh jangkauan tambahan tanpa menghilangkan karakter dan gaya komunikasi yang menjadi kekuatannya.
Selain Creator Partnership Boost, YouTube memperkenalkan Open Call sebagai sarana yang memungkinkan kreator terhubung langsung dengan pemilik merek untuk membangun kerja sama atau kemitraan. Indonesia termasuk salah satu negara pertama di dunia yang memperoleh peluncuran fitur ini. Melalui Open Call, merek dapat membagikan brief secara langsung kepada kreator tanpa harus melibatkan agensi atau pihak perantara lainnya. Cara ini berpotensi menyederhanakan proses pencarian mitra dan membuat kebutuhan kampanye lebih mudah dipahami sejak awal.
Akses Open Call tersedia melalui Creator Partnership Hub. Di ruang tersebut, kreator dapat membaca deskripsi kemitraan yang ditawarkan, menilai peluang yang paling sesuai dengan minat serta keahliannya, lalu memilih kesempatan yang ingin diikuti. Setelah itu, kreator dapat menyesuaikan ide dan konten berdasarkan brief maupun tujuan kerja sama yang disampaikan merek. Mekanisme ini memberi kedua pihak ruang untuk menemukan kecocokan secara lebih transparan, sekaligus mendorong terbentuknya kolaborasi yang relevan bagi audiens.
Pada 2026, YouTube memperluas jangkauan YouTube Shopping Affiliate di Indonesia melalui integrasi dengan lebih banyak lokapasar. Perluasan ini melengkapi koneksi yang sebelumnya tersedia dan memungkinkan kreator mengakses pilihan produk dari sejumlah layanan perdagangan elektronik dalam satu ekosistem. Lokapasar yang kini terhubung mencakup Lazada, Blibli, dan Zalora, selain Shopee yang telah menjadi mitra integrasi sejak fitur tersebut diperkenalkan.
Pada 2024, YouTube Shopping Affiliate baru terintegrasi dengan Shopee. Melalui fitur tersebut, kreator dapat menyertakan tag produk afiliasi dalam konten yang dibuat. Ketika penonton menemukan produk yang relevan, mereka dapat memperoleh informasi dan mengakses pilihan belanja melalui tautan atau tag yang tersedia pada konten. Kreator juga dapat menggabungkan rekomendasi produk dengan format video yang sesuai dengan gaya penyampaian dan kebutuhan audiensnya.
Perluasan integrasi ke Lazada, Blibli, dan Zalora memperbanyak pilihan produk yang dapat ditampilkan oleh kreator. Program ini membantu kreator membuat konten sekaligus memberikan solusi belanja kepada pengikutnya, karena informasi mengenai produk dapat disampaikan langsung dalam konteks video. Pengikut dapat menemukan rekomendasi, melihat produk yang ditandai, dan melanjutkan proses belanja melalui lokapasar yang terhubung dengan fitur tersebut.
Sejak YouTube Shopping Affiliate diaktifkan pada 2024, lebih dari 11 juta video telah diberi tag produk afiliasi. Data tersebut mencatat penggunaan fitur oleh kreator dalam berbagai konten yang memuat rekomendasi atau informasi produk. Dengan terhubungnya Shopee, Lazada, Blibli, dan Zalora, ekosistem perdagangan di YouTube mencakup lebih banyak lokapasar dan menyediakan lebih banyak pilihan integrasi bagi kreator serta pengikutnya.

