JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 October 2026, Henkel melalui merek Loctite menegaskan komitmennya untuk menyediakan rangkaian teknologi perakitan yang dapat mendukung perkembangan industri manufaktur alat medis di Indonesia. Komitmen ini hadir seiring meningkatnya kebutuhan terhadap alat medis yang diproduksi secara konsisten, aman, dan sesuai dengan tuntutan industri yang terus berkembang. Teknologi perakitan menjadi salah satu unsur penting dalam proses tersebut karena berperan dalam menjaga ketepatan, kekuatan, serta keandalan setiap tahapan produksi.
Pertumbuhan industri alat medis nasional mendorong produsen untuk meningkatkan efisiensi proses tanpa mengesampingkan standar keselamatan dan biokompatibilitas. Setiap komponen perlu dirakit dengan tingkat presisi yang tinggi agar perangkat dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan memberikan perlindungan yang dibutuhkan bagi pengguna. Pada saat yang sama, material yang digunakan dalam proses perakitan harus memiliki keandalan untuk membantu menjaga mutu produk dan kestabilan hasil produksi.
Jimmy Purnama, Country Business Head Indonesia untuk divisi General Manufacturing and Maintenance Henkel, menyampaikan bahwa presisi perakitan dan keandalan material memiliki peran penting dalam menjaga mutu alat medis. Menurutnya, kedua aspek tersebut juga mendukung konsistensi produksi, terutama ketika manufaktur perlu memenuhi tuntutan kualitas yang tinggi dan menghasilkan perangkat secara berkelanjutan.
Melalui teknologi Loctite, Henkel memandang kebutuhan manufaktur alat medis sebagai bagian dari perkembangan industri yang memerlukan pendekatan perakitan yang lebih terukur. Fokus pada efisiensi perlu berjalan seiring dengan pemenuhan persyaratan keselamatan dan biokompatibilitas, sehingga proses produksi tidak hanya lebih optimal, tetapi juga mendukung kualitas perangkat yang dihasilkan. Dukungan teknologi perakitan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan industri alat medis Indonesia dalam menjaga standar produksi dan menjawab kebutuhan pasar yang semakin meningkat.
Industri alat kesehatan di Indonesia menunjukkan perkembangan yang semakin penting bagi penguatan kapasitas manufaktur nasional. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang disebutkan Jimmy, industri ini diproyeksikan tumbuh sekitar 12 persen pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menggambarkan adanya peningkatan aktivitas dan kebutuhan dalam ekosistem alat medis, baik pada sisi produksi maupun distribusi di dalam negeri. Pertumbuhan ini juga memperkuat peran pelaku industri lokal dalam menyediakan produk yang mendukung layanan kesehatan Indonesia.
Seiring dengan meningkatnya produksi dan distribusi alat medis, kebutuhan terhadap proses manufaktur yang mampu memenuhi standar kualitas dan keselamatan turut mengalami penguatan. Setiap tahap perakitan perlu mempertimbangkan konsistensi hasil, keandalan sambungan, serta kesesuaian material dan proses dengan kebutuhan penggunaan medis. Tuntutan tersebut mendorong industri untuk menggunakan solusi manufaktur yang dapat membantu menjaga mutu produk, mendukung efisiensi operasional, dan tetap sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
Dalam konteks itu, solusi teknologi perakitan yang diperkenalkan Henkel mengedepankan standar biokompatibilitas ISO 10993 sebagai salah satu landasan penting untuk aplikasi alat medis. Standar tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap keamanan material dan proses yang digunakan dalam pembuatan produk kesehatan. Selain aspek biokompatibilitas, solusi tersebut dirancang untuk mendukung efisiensi operasional dalam proses perakitan, sehingga kegiatan produksi dapat berlangsung secara lebih terukur dan konsisten. Pendekatan yang ditawarkan juga mencakup prinsip keberlanjutan, yang menempatkan penggunaan sumber daya secara bertanggung jawab dan penguatan proses produksi sebagai bagian dari kebutuhan industri alat kesehatan yang terus berkembang. Dengan demikian, pertumbuhan sekitar 12 persen pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, sebagaimana disebutkan Jimmy berdasarkan data Kementerian Kesehatan, berjalan seiring dengan kebutuhan untuk memperkuat produksi dan distribusi alat medis di dalam negeri melalui proses manufaktur yang memenuhi standar kualitas dan keselamatan.
Teknologi perakitan Loctite memiliki cakupan penerapan yang luas dalam pembuatan alat medis, terutama untuk menghasilkan sambungan yang kuat, presisi, dan konsisten. Pada produk sekali pakai, teknologi ini dapat mendukung perakitan jarum, kateter, kantong cairan, konektor, serta komponen penyalur obat. Perekat dan solusi penguncian yang sesuai membantu mencegah kebocoran, menjaga posisi komponen, serta mempertahankan kebersihan konstruksi tanpa menambah kerumitan proses produksi. Penerapannya perlu disesuaikan dengan jenis material, kebutuhan biokompatibilitas, dan persyaratan regulasi setiap produk.
Pada perangkat yang dapat digunakan kembali, Loctite dapat dimanfaatkan untuk endoskop, instrumen bedah, dan berbagai peralatan diagnostik. Sambungan yang dihasilkan harus tetap stabil setelah perangkat menjalani pemakaian berulang, pembersihan, dan proses sterilisasi. Teknologi serupa juga relevan bagi peralatan perawatan pasien, seperti mesin CPAP, ventilator, dan pompa infus. Dalam aplikasi tersebut, keandalan sambungan berperan penting untuk mempertahankan aliran udara atau cairan, mengurangi risiko getaran, dan mendukung keselamatan pasien.
Cakupan lainnya meliputi peralatan rumah sakit, lain kursi roda, tempat tidur pasien, serta perangkat pencitraan seperti X-ray, MRI, PET, dan ultrasonografi atau USG. Berbagai komponen mekanis, elektronik, dan pelindung pada perangkat tersebut memerlukan metode perakitan yang mampu menghadapi beban, perubahan suhu, serta penggunaan jangka panjang. Solusi yang tepat dapat membantu meningkatkan ketahanan produk sekaligus menyederhanakan proses produksi dan pemeliharaan.
Menurut Jimmy, kekuatan sambungan harus mampu bertahan dalam berbagai metode sterilisasi, termasuk e-beam, autoklaf, ethylene oxide atau EtO, dan hidrogen peroksida. Karena itu, teknologi perakitan sebaiknya dipertimbangkan sejak tahap awal perancangan perangkat medis, bukan hanya ketika produksi dimulai. Pemilihan material, bentuk sambungan, jenis perekat, dan metode aplikasinya sejak awal membantu memastikan keandalan tetap terjaga hingga akhir penggunaan. Pendekatan tersebut juga memungkinkan produsen mengantisipasi persyaratan validasi, meningkatkan efisiensi manufaktur, dan mengurangi risiko kegagalan selama siklus hidup alat.
Henkel memandang efisiensi manufaktur tidak semata-mata diukur dari kecepatan produksi. Dalam industri alat medis, efisiensi juga berkaitan dengan kemampuan produsen mengelola sumber daya secara bertanggung jawab, mengurangi limbah, dan menerapkan prinsip sirkularitas pada setiap tahap proses. Pendekatan ini mendorong perusahaan untuk meninjau penggunaan material, energi, serta metode perakitan agar proses produksi dapat berlangsung secara lebih terkendali tanpa mengabaikan tuntutan keselamatan dan presisi.
Upaya meminimalkan limbah dapat dilakukan melalui pemilihan teknologi perakitan yang tepat dan pengendalian proses yang konsisten. Ketepatan aplikasi material membantu mengurangi potensi kesalahan, sekaligus menekan kebutuhan pengerjaan ulang atau rework. Selain meningkatkan efisiensi penggunaan bahan, langkah tersebut dapat membantu produsen menghindari pemborosan waktu dan energi yang muncul ketika komponen harus diperbaiki atau diproduksi kembali. Perancangan proses yang lebih presisi juga mendukung kualitas perangkat alat medis secara berkelanjutan.
Prinsip sirkularitas turut tercermin melalui upaya memperpanjang masa pakai perangkat alat medis. Perangkat yang dapat digunakan lebih lama berpotensi membantu menekan kebutuhan penggantian dan konsumsi energi yang terkait dengan pembuatan unit baru. Bagi Henkel, inovasi teknologi menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung operasi dengan emisi yang lebih rendah, efisiensi sumber daya, serta penerapan prinsip sirkularitas di lingkungan manufaktur.
Dalam konteks tersebut, Henkel berpartisipasi dalam Indonesia Int’l Hospital Expo 2026 yang berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten. Jimmy menyampaikan bahwa keikutsertaan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri alat medis melalui teknologi berstandar global yang mendukung produksi aman, presisi, dan efisien. Partisipasi ini juga mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus mendorong solusi teknologi yang mendukung proses manufaktur lebih hemat sumber daya dan selaras dengan arah pengembangan industri yang lebih sirkular.

