JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 October 2026, Pedro Rodriguez dan Dimitar Berbatov mengunggulkan Timnas Indonesia untuk menjadi pemenang FIFA ASEAN Cup 2026. Dukungan tersebut disampaikan menjelang partai final yang mempertemukan Indonesia dengan Thailand. Kedua legenda sepak bola dunia itu hadir sebagai perwakilan FIFA Legends dan dijadwalkan menyaksikan langsung laga penentuan tersebut.
Pedro Rodriguez dan Dimitar Berbatov akan berada di Stadion Utama Gelora Bung Karno ketika Indonesia berhadapan dengan Thailand. Kehadiran mereka menambah perhatian terhadap pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026, terlebih karena keduanya telah menyatakan keberpihakan prediksi kepada Timnas Indonesia. Mereka datang dalam kapasitas sebagai bagian dari FIFA Legends, bukan sebagai pemain yang tampil dalam pertandingan final.
Laga Indonesia dan Thailand dijadwalkan berlangsung pada Senin malam, 5 Oktober 2026 WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pertandingan itu menjadi partai penentuan juara FIFA ASEAN Cup 2026. Sebelum kick-off, nama Pedro dan Berbatov menjadi sorotan setelah kedua legenda tersebut sama-sama mengunggulkan Indonesia untuk mengangkat trofi.
Prediksi dari dua tokoh sepak bola dunia itu menempatkan Timnas Indonesia sebagai tim yang diharapkan keluar sebagai pemenang pada final tersebut. Pedro, yang dikenal sebagai salah satu legenda sepak bola dunia, akan menyaksikan laga bersama Berbatov dari perwakilan FIFA Legends. Keduanya dijadwalkan hadir di stadion untuk mengikuti jalannya duel Indonesia melawan Thailand hingga partai penentuan berakhir.
Dengan dukungan Pedro Rodriguez dan Dimitar Berbatov, perhatian menjelang final semakin tertuju kepada Timnas Indonesia. Pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin malam, 5 Oktober 2026 WIB, akan mempertemukan kedua tim dalam perebutan gelar FIFA ASEAN Cup 2026. Pedro dan Berbatov pun menempatkan Indonesia sebagai unggulan untuk memenangkan laga final tersebut.
Sebelum menghadiri pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro dan Dimitar Berbatov terlebih dahulu menjalani agenda sosial di Jakarta. Pada Senin pagi, keduanya mendatangi FIFA Arena Mandiri University yang berlokasi di Daan Mogot, Jakarta Barat. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan mereka selama berada di Indonesia, sekaligus memperlihatkan perhatian terhadap perkembangan sepak bola di tingkat akar rumput.
Di arena tersebut, Pedro dan Berbatov menyerahkan bantuan FIFA Boots Far All kepada sekitar 100 anak yang tinggal di sekitar area. Bantuan berupa perlengkapan sepak bola itu diharapkan dapat mendukung minat serta aktivitas olahraga anak-anak penerima. Selain menyerahkan bantuan, keduanya juga berinteraksi dengan para peserta dan memberikan semangat agar mereka terus berlatih, menjaga sportivitas, serta menjadikan sepak bola sebagai sarana untuk membangun kepercayaan diri.
Kegiatan itu turut dihadiri lima legenda sepak bola Asia Tenggara, yaitu Widodo Cahyono Putro, Suchao Nutnum, Zaquan Adha, Noh Alam Shah, dan Patrick Reichelt. Kehadiran para mantan pemain tersebut menambah makna dalam acara karena mereka memiliki pengalaman panjang dan pengaruh besar di kawasan. Para legenda ikut menyaksikan penyerahan bantuan serta mendukung pesan mengenai pentingnya akses yang lebih luas terhadap perlengkapan olahraga bagi anak-anak.
Agenda di FIFA Arena Mandiri University berlangsung sebelum Pedro dan Berbatov menuju kegiatan utama, yakni menonton final FIFA ASEAN Cup 2026. Dengan demikian, kedatangan mereka tidak semata-mata berkaitan dengan pertandingan, tetapi juga mencakup upaya mendekatkan sepak bola kepada masyarakat. Momen tersebut memperlihatkan bahwa ajang internasional dapat menjadi kesempatan untuk menghadirkan dampak sosial dan menginspirasi generasi muda Indonesia melalui olahraga.
Prediksi mengenai pemenang final FIFA ASEAN Cup 2026 disampaikan Pedro dan Dimitar Berbatov ketika keduanya berada dalam momen penyerahan sepatu bola dari FIFA. Di tengah agenda tersebut, perhatian kemudian beralih pada partai puncak yang akan mempertemukan Indonesia dengan lawannya. Pernyataan mereka memberikan gambaran mengenai dukungan dan harapan terhadap kiprah Indonesia dalam pertandingan penentu itu.
Berbatov secara tegas memilih Indonesia sebagai tim yang akan memenangi final. Ia juga menyampaikan doa terbaik untuk seluruh pemain dan tim yang tampil pada laga tersebut. Selain menentukan pilihannya, mantan penyerang itu memprediksi Indonesia akan meraih kemenangan dengan skor 2-0. Prediksi tersebut menunjukkan keyakinannya terhadap kemampuan Indonesia untuk mengendalikan pertandingan dan menjaga keunggulan hingga akhir.
Pilihan Berbatov kemudian mendapat kesamaan dari Pedro. Ia turut mengunggulkan Indonesia dalam final FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, harapan yang disampaikannya menitikberatkan pada jalannya pertandingan, yakni agar laga menghasilkan sebanyak mungkin gol. Dengan demikian, Pedro tidak hanya menyatakan dukungan kepada Indonesia, tetapi juga menginginkan partai puncak berlangsung terbuka dan menarik bagi penonton.
Pernyataan kedua tokoh itu disampaikan dalam suasana penyerahan sepatu bola dari FIFA, tetapi tetap memiliki perhatian khusus terhadap final yang akan dijalani Indonesia. Berbatov memberikan prediksi yang lebih spesifik melalui skor 2-0 sekaligus doa terbaik bagi semua tim yang berkompetisi. Pedro menyampaikan pilihan yang sama, sambil berharap tercipta banyak gol. Kedua pandangan tersebut memperlihatkan dukungan positif menjelang pertandingan, tanpa mengubah fokus pada kesempatan Indonesia untuk tampil maksimal di laga final. Bagi Indonesia, dukungan itu menjadi tambahan perhatian sebelum memasuki pertandingan paling menentukan dalam turnamen. Prediksi tersebut tetap merupakan pandangan pribadi masing-masing tokoh, sedangkan hasil akhir akan ditentukan oleh performa pemain, strategi tim, dan jalannya laga di lapangan.
Catatan pertemuan Indonesia dan Thailand menunjukkan persaingan yang berlangsung ketat dalam beberapa edisi terakhir. Pada 29 Desember 2022, kedua tim bermain imbang 1-1. Hasil serupa kembali tercipta pada 1 Januari 2022, ketika laga berakhir 2-2. Thailand meraih kemenangan 4-0 atas Indonesia pada 29 Desember 2021, sementara pertemuan 3 Juni 2021 berakhir dengan skor 2-2. Sebelumnya, pada 10 September 2019, Thailand menang 3-0. Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan bahwa duel kedua negara kerap berjalan terbuka, meskipun Thailand juga pernah mencatat keunggulan cukup besar.
Dalam perjalanan menuju final, Indonesia mengawali kiprahnya dengan kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh. Setelah itu, Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Malaysia dan meraih kemenangan 2-0 atas Singapura. Pada pertemuan berikutnya dengan Singapura, kedua tim kembali berbagi angka setelah bermain 1-1. Indonesia kemudian menutup rangkaian pertandingan dengan kekalahan 0-3 dari Vietnam. Hasil-hasil tersebut tetap mengantarkan skuad Garuda ke partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026.
Thailand juga melalui perjalanan dengan hasil yang beragam. Mereka terlebih dahulu kalah 1-2 dari Filipina, lalu bangkit dengan kemenangan 2-0 atas Vietnam. Thailand kemudian mengalahkan Pakistan 4-0 sebelum kembali bermain imbang 2-2 melawan Vietnam. Pada laga lainnya, Thailand kalah 0-2 dari Vietnam. Rekam pertandingan itu menjadi bagian dari catatan kedua finalis sebelum bertemu dalam laga penentu.
Dengan demikian, final FIFA ASEAN Cup 2026 mempertemukan Indonesia dan Thailand. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk membuktikan konsistensi, ketahanan, serta kemampuan memanfaatkan peluang setelah melewati rangkaian laga dengan hasil yang berbeda-beda.

