MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 October 2026, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan dua unit helikopter untuk mendukung siaga SAR khusus selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Pengerahan armada udara ini menjadi bagian dari penguatan sistem keselamatan di kawasan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika dan wilayah sekitarnya, yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas selama ajang balap berlangsung. Kehadiran helikopter diharapkan mempercepat mobilisasi apabila terjadi kecelakaan, kondisi medis darurat, atau situasi lain yang membutuhkan penanganan segera.
Selain helikopter, Basarnas menyiagakan kru penerbangan, personel pencarian dan pertolongan, serta tim medis dengan kemampuan yang disesuaikan dengan kebutuhan operasi. Seluruh unsur tersebut bekerja dalam koordinasi terpadu agar proses pemantauan, pertolongan, evakuasi, dan penanganan korban dapat dilakukan secara cepat, optimal, dan profesional. Dukungan dari udara juga memberikan fleksibilitas dalam menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat, terutama ketika kepadatan lalu lintas atau kondisi medan dapat menghambat pergerakan tim.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi menyampaikan bahwa kebutuhan evakuasi medis udara atau air medical evacuation (EMU) tetap menjadi salah satu kemungkinan yang perlu diantisipasi selama kegiatan. Menurutnya, kesiapan helikopter dan personel tidak semata-mata ditujukan untuk menghadapi insiden besar, tetapi juga memastikan setiap keadaan darurat dapat direspons berdasarkan prosedur yang berlaku. Apabila kondisi korban memerlukan pemindahan cepat ke fasilitas kesehatan, dukungan EMU dapat digunakan sesuai hasil penilaian tim di lapangan dan koordinasi dengan unsur terkait. Langkah tersebut mencerminkan komitmen Basarnas untuk menjaga kesiapsiagaan sepanjang rangkaian MotoGP Mandalika 2026, sekaligus memberikan rasa aman bagi pembalap, kru, penonton, serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi acara.
Dua helikopter Basarnas tiba dan mendarat di helipad Pertamina Mandalika International Circuit pada Rabu, 7 Oktober. Kedatangan dua armada udara tersebut menjadi bagian dari persiapan operasional untuk mendukung aspek keselamatan selama rangkaian MotoGP Mandalika 2026. Kehadiran helikopter di kawasan sirkuit memungkinkan unsur SAR menempatkan dukungan udara lebih dekat dengan area kegiatan, sehingga mobilisasi dapat dilakukan secara cepat apabila sewaktu-waktu diperlukan.
Sebelum mendarat di lokasi utama, kedua helikopter terlebih dahulu menjalani pengecekan jalur penerbangan dan titik pendaratan melalui spot check. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan rute menuju kawasan sirkuit dapat digunakan dengan aman serta setiap lokasi pendaratan berada dalam kondisi yang memadai. Tahapan tersebut juga membantu petugas mengenali kondisi lapangan, ruang gerak, dan faktor lain yang dapat memengaruhi proses pendaratan maupun keberangkatan helikopter.
Proses kedatangan yang diawali dengan pemeriksaan jalur dan titik pendaratan menunjukkan bahwa kesiapan dukungan udara tidak hanya bergantung pada keberadaan armada. Penempatan helikopter perlu didukung oleh verifikasi lokasi, koordinasi lapangan, dan pemahaman terhadap akses operasional di sekitar sirkuit. Dengan demikian, helipad Pertamina Mandalika International Circuit dapat dipastikan siap digunakan sebagai salah satu titik pendukung dalam pelaksanaan tugas keselamatan.
Penyiagaan kedua helikopter juga memperkuat persiapan Basarnas menjelang dimulainya berbagai agenda balap. Armada udara tersebut disiapkan untuk mendukung respons terhadap kebutuhan pencarian, pertolongan, atau evakuasi apabila terjadi keadaan darurat selama kegiatan berlangsung. Meskipun pengerahan dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan, seluruh proses tetap menempatkan keselamatan penerbangan, personel, dan masyarakat sebagai pertimbangan utama.
Dengan tibanya dua helikopter dan selesainya pengecekan awal, dukungan operasional Basarnas di kawasan Mandalika memasuki tahap kesiapan lapangan. Langkah ini memastikan lokasi pendaratan telah diperiksa dan sarana dukungan udara dapat dioptimalkan untuk membantu pengamanan rangkaian MotoGP secara terukur, terkoordinasi, dan responsif.
Rangkaian penerbangan kedua helikopter berlangsung secara berurutan pada siang hari tersebut. Helikopter jenis Dauphin dengan nomor registrasi HR-3601 menjadi armada yang lebih dahulu mendarat di helipad Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. Pendaratan itu tercatat pada pukul 13.17 WITA. Waktu tersebut menjadi penanda awal dalam kronologi pergerakan kedua helikopter, sebelum rangkaian penerbangan dilanjutkan menuju lokasi berikutnya.
Setelah berada di helipad Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB, HR-3601 kembali lepas landas pada pukul 13.19 WITA, atau dua menit setelah mendarat. Urutan berikutnya terjadi pada helikopter Dauphin dengan nomor registrasi HR-3604. Helikopter tersebut mendarat di helipad Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB pada pukul 13.22 WITA. Dengan demikian, HR-3604 tiba lima menit setelah HR-3601 melakukan pendaratan pertama. Selanjutnya, HR-3604 kembali lepas landas pada pukul 13.24 WITA, dua menit setelah mendarat.
Usai kedua helikopter menyelesaikan tahapan pendaratan dan lepas landas di helipad Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB, penerbangan berlanjut menuju helipad Sirkuit Mandalika. Kedua helikopter kemudian tiba dengan selamat di helipad tersebut pada pukul 13.42 WITA. Kedatangan itu menutup rangkaian waktu penerbangan yang dimulai dari pendaratan HR-3601 pada pukul 13.17 WITA, dilanjutkan lepas landas pada pukul 13.19 WITA, kemudian pendaratan HR-3604 pada pukul 13.22 WITA dan lepas landas pada pukul 13.24 WITA. Kronologi ini menunjukkan urutan kedatangan dan keberangkatan kedua helikopter hingga keduanya tiba bersama di Sirkuit Mandalika.
Hariyadi menjelaskan bahwa penempatan dua helikopter Basarnas merupakan langkah antisipatif untuk memperkuat dukungan keselamatan selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Kehadiran armada udara tersebut menjadi bagian dari kesiapan penuh Basarnas dalam menghadapi kebutuhan operasi pencarian dan pertolongan, khususnya apabila terjadi kondisi darurat yang memerlukan respons cepat. Dukungan dari udara diharapkan dapat membantu mempercepat pemantauan, mobilisasi personel, serta penanganan terhadap situasi yang membutuhkan akses dan waktu respons yang lebih singkat.
Agenda MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober 2026. Dalam periode tersebut, kesiapsiagaan tidak hanya ditujukan untuk mengantisipasi keadaan darurat di sekitar area kegiatan, tetapi juga untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat dapat menjalankan perannya secara terkoordinasi. Armada udara Basarnas disiapkan sebagai salah satu unsur pendukung dalam sistem pengamanan dan keselamatan yang menuntut kecepatan, ketepatan, serta komunikasi yang berjalan baik.
Menurut Hariyadi, kesiapan tersebut perlu ditopang oleh koordinasi lintas instansi yang matang. Setiap unsur diharapkan memahami tugas dan tanggung jawabnya, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara terukur apabila dibutuhkan. Sinergi antarlembaga juga menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan, terutama ketika jumlah masyarakat dan pihak yang hadir meningkat selama rangkaian balapan berlangsung.
Melalui kesiapsiagaan armada udara dan koordinasi lintas instansi yang telah dipersiapkan, Basarnas berharap seluruh rangkaian MotoGP Mandalika 2026 pada 9 hingga 11 Oktober dapat berjalan aman, tertib, dan terkendali. Harapan tersebut menjadi bagian dari komitmen Basarnas untuk mendukung keselamatan kegiatan melalui kesiapan personel, peralatan, dan unsur operasional yang diperlukan.

