Claresta Taufan Ungkap Tantangan Memerankan Istri Calon Gubernur dalam Film Bapak Paling Jujur

Claresta Taufan Ungkap Tantangan Memerankan Istri Calon Gubernur dalam Film Bapak Paling Jujur

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 6 October 2026, Claresta Taufan mengaku merasa deg-degan ketika terlibat dalam film drama komedi Bapak Paling Jujur. Perasaan tersebut muncul karena film ini mengangkat tema yang menurutnya menarik sekaligus menantang untuk dimainkan. Bagi Claresta, kisah yang memadukan unsur drama dan komedi membutuhkan pendekatan berbeda agar setiap adegan dapat menyampaikan emosi secara tepat, tanpa kehilangan sisi hiburannya. Pernyataan itu disampaikan Claresta dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa.

Film arahan Fajar Nugros tersebut berkisah tentang Jonas Prakoso, seorang calon gubernur yang berusaha memenangkan pemilihan umum. Di tengah proses politik dan upaya meraih dukungan, cerita juga menampilkan dinamika kehidupan personal tokoh-tokohnya. Claresta berperan sebagai istri Jonas Prakoso, sebuah karakter yang membawanya masuk ke dalam situasi serta hubungan antartokoh yang berbeda dari pengalaman aktingnya sebelumnya. Peran itu menjadi bagian penting dalam perjalanan cerita karena berkaitan dengan kehidupan calon gubernur di balik ambisi politiknya.

Claresta menilai proyek ini sebagai pengalaman baru dalam kariernya. Selain menjadi film komedi pertamanya, karakter yang ia mainkan juga cukup jauh dari peran-peran sebelumnya. Perbedaan tersebut membuatnya perlu menyesuaikan cara membangun karakter, termasuk memahami ritme komedi dan menjaga keseimbangan adegan lucu dengan bagian cerita yang lebih emosional. Tantangan itu sekaligus membuka kesempatan bagi Claresta untuk mengeksplorasi kemampuan aktingnya dalam genre yang belum pernah ia jalani melalui film layar lebar sebelumnya. Karena itu, keterlibatannya dalam Bapak Paling Jujur tidak hanya menjadi kesempatan untuk bekerja bersama Fajar Nugros, tetapi juga langkah baru yang membuatnya keluar dari zona nyaman sebagai aktris.

Dalam film Bapak Paling Jujur, Claresta Taufan memerankan Fani, istri Jonas Prakoso, seorang calon gubernur. Posisi tersebut menempatkan Fani sebagai pasangan dari tokoh yang mencalonkan diri sebagai gubernur, sekaligus menjadi peran yang dimainkan Claresta dalam cerita film ini. Berdasarkan keterangan sang aktris, Fani merupakan perempuan dengan gaya yang nyentrik, jujur, dan berani tampil sebagai dirinya sendiri. Karakter tersebut tidak digambarkan berusaha menyesuaikan diri dengan harapan orang lain, melainkan hadir dengan kepribadian serta pilihan yang ia yakini.

Sifat jujur Fani terlihat dari keberaniannya menyampaikan pendapat. Ia tidak ragu mengutarakan pandangan ketika memiliki sesuatu untuk disampaikan. Sikap itu menjadi bagian penting dari cara Fani menampilkan dirinya dalam film. Keberanian berbicara tersebut berjalan bersama dengan kebebasannya untuk tetap menjadi diri sendiri, tanpa harus menyembunyikan pendapat atau mengubah gaya personalnya. Karena itu, Fani tampil sebagai sosok yang memiliki suara dan keberanian untuk menunjukkan sikapnya secara terbuka.

Kebebasan Fani juga tercermin dari pilihan penampilannya. Ia memilih pakaian sesuai dengan keinginannya sendiri, bukan semata-mata mengikuti aturan atau penilaian dari pihak lain. Hal yang sama berlaku untuk riasan yang dikenakannya. Fani menentukan busana dan riasan berdasarkan apa yang ia sukai, sehingga gaya nyentriknya menjadi bagian dari penampilan karakter tersebut. Melalui Fani, Claresta menggambarkan seorang perempuan yang jujur terhadap dirinya, berani menyampaikan pendapat, serta percaya diri tampil dengan pilihan pakaian dan riasan yang sesuai keinginannya.

Menurut Claresta Taufan, keberanian Fani untuk tidak terlalu memedulikan pendapat orang lain menjadi salah satu hal yang menarik dalam karakter tersebut. Fani tidak berusaha menyesuaikan diri hanya karena sesuatu sedang menjadi tren atau karena orang-orang di sekitarnya memiliki pandangan tertentu. Ia mempunyai cara sendiri dalam menentukan sikap, termasuk ketika harus menghadapi penilaian dari lingkungan. Bagi Claresta, pilihan Fani itu terasa keren karena menunjukkan keberanian untuk tetap berpegang pada apa yang diyakininya.

Fani tidak digambarkan sebagai sosok yang selalu mencari persetujuan. Ia dapat mengambil keputusan berdasarkan pemikirannya sendiri, meskipun keputusan tersebut berpotensi mengundang komentar atau penilaian dari orang lain. Sikap itu membuat Claresta melihat adanya tantangan yang menarik ketika memerankan Fani. Karakter tersebut menuntutnya untuk memahami seseorang yang mampu berjalan dengan keyakinannya sendiri, bukan sekadar mengikuti arah yang dianggap paling aman atau paling populer.

Pengalaman memerankan Fani juga membuat Claresta melakukan refleksi terhadap dirinya sendiri. Ia mempertanyakan apakah dirinya dapat bersikap seratus persen jujur dan benar-benar menjadi diri sendiri tanpa terus memikirkan perkataan orang lain. Pertanyaan tersebut muncul karena Fani memiliki keberanian yang kuat untuk menampilkan dirinya sebagaimana adanya, sementara Claresta menyadari bahwa dalam kehidupan sehari-hari seseorang dapat saja menahan sikap atau perkataannya karena mempertimbangkan penilaian sekitar.

Karena itu, proses mendalami Fani tidak hanya berkaitan dengan memahami dialog dan situasi dalam film, tetapi juga dengan mengamati keberanian karakter tersebut dalam menentukan sikap. Claresta berusaha menghadirkan sisi Fani yang tidak mudah goyah oleh pendapat orang lain, sekaligus memahami pergulatan yang muncul ketika seseorang ingin bersikap jujur terhadap dirinya sendiri. Refleksi itu menjadi bagian dari proses Claresta dalam membangun karakter Fani secara lebih dekat dan meyakinkan.

Film Bapak Paling Jujur menempatkan Jonas Prakoso sebagai tokoh utama yang tengah mengejar posisi gubernur. Sebagai calon pemimpin daerah, Jonas terbiasa menyusun citra publik dengan cermat. Setiap ucapan dipertimbangkan agar sesuai dengan kebutuhan kampanye, menjaga dukungan, dan mempertahankan kesan sebagai sosok yang layak dipercaya. Kebiasaan tersebut membuatnya memiliki penyaring dalam berkomunikasi, baik ketika bertemu masyarakat maupun saat berada di lingkungan terdekatnya. Namun, keadaan berubah setelah Jonas menerima kutukan dari neneknya.

Kutukan itu membuat Jonas tidak lagi mampu berbohong. Tidak hanya kehilangan kemampuan untuk menyembunyikan kebenaran, ia juga kehilangan penyaring ketika berbicara. Setiap pikiran dan perasaan dapat terlontar secara langsung, termasuk hal-hal yang selama ini sengaja ia simpan demi kepentingan politik ataupun keharmonisan hubungan. Perubahan tersebut menghadirkan persoalan dalam berbagai sisi kehidupannya. Kegiatan kampanye yang sebelumnya dapat dikendalikan mulai terganggu, sementara pekerjaan, hubungan keluarga, dan kehidupan pribadi Jonas ikut terdampak oleh kejujuran yang tidak dapat ia atur.

Situasi itu menjadi inti konflik Bapak Paling Jujur, ketika seorang calon gubernur harus menghadapi konsekuensi dari keterusterangan dalam dunia yang menuntut pencitraan dan kehati-hatian. Perjalanan Jonas memperlihatkan benturan citra politik yang dibangun dengan susah payah dan kenyataan yang muncul tanpa dapat disaring. Melalui premis tersebut, film ini mengangkat pertanyaan tentang arti kejujuran, tanggung jawab atas ucapan, serta dampaknya terhadap orang-orang di sekitar tokoh utama. Bapak Paling Jujur dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *