Polisi Tangkap Perempuan yang Diduga Mencuri Uang dan iPhone dari Apotek di Jakarta Barat

Polisi Tangkap Perempuan yang Diduga Mencuri Uang dan iPhone dari Apotek di Jakarta Barat

BOGOR, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 October 2026, Polisi menangkap seorang perempuan berinisial SS di wilayah Karanganyar, Jawa Tengah. Penangkapan tersebut dilakukan setelah SS diduga terlibat dalam pencurian uang tunai dan telepon genggam dari sebuah apotek yang berada di Cengkareng, Jakarta Barat. Perkara ini kini ditangani oleh Polres Metro Jakarta Barat.

Peristiwa dugaan pencurian itu disebut terjadi pada Selasa, 29 September. Dalam perkara tersebut, barang yang diduga dicuri berupa uang tunai dan satu unit telepon genggam bermerek iPhone. Informasi mengenai penanganan kasus dan penangkapan SS disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Sudarman Korniawan.

Setelah kejadian di apotek wilayah Cengkareng, polisi melakukan penanganan terhadap perkara tersebut hingga akhirnya menangkap SS. Penangkapan berlangsung pada Kamis, 8 Oktober, di wilayah Karanganyar, Jawa Tengah. Keterangan mengenai lokasi penangkapan itu menjadi bagian dari informasi yang disampaikan kepolisian terkait perkembangan kasus dugaan pencurian tersebut.

Dengan penangkapan ini, SS menjadi pihak yang diduga berkaitan dengan hilangnya uang tunai dan iPhone dari apotek di Jakarta Barat. Namun, perkara tersebut tetap merupakan dugaan dan penanganannya berada di bawah kewenangan Polres Metro Jakarta Barat. Kepolisian melalui AKBP Edy Sudarman Korniawan menyampaikan informasi mengenai proses tersebut, termasuk waktu kejadian pada Selasa, 29 September, serta waktu penangkapan pada Kamis, 8 Oktober.

Kasus ini menghubungkan dua lokasi, yakni Cengkareng, Jakarta Barat, sebagai tempat terjadinya dugaan pencurian, dan Karanganyar, Jawa Tengah, sebagai lokasi penangkapan SS. Informasi yang tersedia menegaskan bahwa polisi telah menangkap perempuan tersebut untuk kepentingan penanganan perkara. Selanjutnya, kasus dugaan pencurian uang dan telepon genggam itu ditangani oleh Polres Metro Jakarta Barat sesuai keterangan yang disampaikan pejabat kepolisian.

Menurut keterangan kepolisian berdasarkan laporan yang diterima, SS diduga terlibat dalam peristiwa hilangnya uang dan telepon seluler iPhone dari sebuah apotek di Jakarta Barat. Informasi awal menyebutkan bahwa SS baru satu hari diterima bekerja di apotek tersebut ketika dugaan aksi itu terjadi. Keterangan mengenai masa kerja yang sangat singkat tersebut menjadi bagian dari latar belakang penyelidikan, karena peristiwa dilaporkan berlangsung tidak lama setelah SS mulai bekerja.

Polisi juga menyampaikan bahwa SS sempat tinggal di tempat kerja. Keadaan itu disebut berkaitan dengan kondisi SS yang belum memiliki tempat tinggal saat diterima bekerja. Namun, informasi tersebut tidak secara otomatis menjelaskan hubungan sebab-akibat dengan dugaan pencurian. Penyidik masih perlu memeriksa rangkaian kejadian, termasuk keberadaan SS, akses terhadap area apotek, serta barang-barang yang dilaporkan hilang.

Dalam penjelasan polisi, pihak yang membuat laporan merupakan pihak yang menerima SS bekerja di apotek tersebut. Keterangan itu menegaskan bahwa hubungan kerja SS dengan tempat kejadian baru berlangsung sekitar satu hari sebelum dugaan kehilangan dilaporkan. Meski demikian, singkatnya masa kerja dan fakta bahwa SS sempat tinggal di lokasi hanya menjadi informasi dalam perkara yang sedang ditangani, bukan kesimpulan mengenai motif ataupun kepastian keterlibatan SS. Penetapan dugaan tersebut tetap didasarkan pada laporan dan proses pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian.

Dugaan pencurian diketahui ketika pelapor hendak berangkat kerja di apotek tersebut. Sebelum memulai aktivitas, pelapor memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk memastikan kondisi lokasi. Dari pemeriksaan awal itu, pelapor mendapati bahwa pintu apotek telah terbuka. Temuan tersebut kemudian mendorong pelapor melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap keadaan di dalam apotek dan barang-barang yang berada di lokasi.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pelapor mengetahui adanya barang yang tidak lagi berada di tempatnya. Uang tunai sebesar Rp2 juta dinyatakan hilang. Selain itu, satu unit telepon genggam iPhone 11 berkapasitas 128 GB dengan warna putih juga tidak ditemukan. Telepon genggam tersebut ditaksir memiliki nilai sekitar Rp15 juta. Keterangan mengenai barang-barang yang hilang itu menjadi bagian dari laporan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam peninjauan terhadap rekaman CCTV, pelapor juga melihat SS meninggalkan lokasi. SS disebut pergi tanpa memberikan pemberitahuan kepada pelapor. Hal tersebut kemudian turut disampaikan dalam laporan sebagai informasi yang berkaitan dengan waktu terungkapnya dugaan kehilangan. Pelapor selanjutnya menyerahkan keterangan dan informasi yang dimiliki kepada polisi agar petugas dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pemeriksaan rekaman kamera pengawas menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi apotek serta mengidentifikasi peristiwa yang diduga menyebabkan hilangnya uang tunai dan telepon genggam tersebut.

Setelah menerima laporan mengenai dugaan pencurian di sebuah apotek di Jakarta Barat, polisi melakukan serangkaian penyelidikan untuk menelusuri pelaku dan mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut. Penyelidikan itu kemudian mengarah pada seorang perempuan berinisial SS yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran, petugas menemukan keberadaan SS di sebuah klinik.

Polisi menangkap SS di klinik tersebut pada Kamis, 8 Oktober. Setelah diamankan, SS dibawa oleh petugas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam penanganan perkara ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan penyelidikan. Barang tersebut meliputi satu rekaman video kamera pengawas atau CCTV dari lokasi kejadian serta sepasang sepatu hitam yang disebut digunakan saat kejadian.

Selain barang yang berkaitan langsung dengan lokasi dugaan pencurian, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang diduga dibeli menggunakan uang hasil kejahatan. Barang-barang itu terdiri atas dua kaus, dua celana dalam, sepasang sepatu, satu jam tangan, satu topi, dan dua pasang kaus kaki. Seluruh barang tersebut menjadi bagian dari penanganan perkara dan diamankan untuk mendukung proses pemeriksaan. Hingga tahap ini, SS menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh kepolisian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *