Respons Lanud Sri Mulyono Herlambang terhadap Karhutla di Talang Jambe

Respons Lanud Sri Mulyono Herlambang terhadap Karhutla di Talang Jambe

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 7 October 2026, TNI Angkatan Udara mengerahkan personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Talang Jambe, Palembang, Sumatera Selatan. Personel yang ditugaskan dalam penanganan tersebut berasal dari Pangkalan TNI AU Sri Mulyono Herlambang (Lanud SMH). Pengerahan ini menunjukkan respons Lanud SMH terhadap kondisi karhutla yang dilaporkan terjadi di wilayah Talang Jambe.

Langkah tersebut dilakukan setelah personel Lanud SMH menerima laporan mengenai karhutla di kawasan Talang Jambe pada Senin (5/10). Informasi itu menjadi dasar bagi TNI AU untuk menggerakkan personel dalam menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah Palembang tersebut. Dengan demikian, keterlibatan Lanud SMH merupakan bagian dari respons terhadap laporan kejadian yang membutuhkan penanganan di lapangan.

Kebakaran hutan dan lahan di Talang Jambe menjadi perhatian karena memerlukan respons dari unsur yang berada di wilayah tersebut. Dalam konteks ini, personel Lanud Sri Mulyono Herlambang dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla sesuai laporan yang diterima. Pengerahan personel TNI AU menegaskan adanya tindakan langsung dari Lanud SMH setelah memperoleh informasi mengenai kejadian tersebut. Respons ini menjadi inti langkah awal dalam menghadapi karhutla di kawasan Talang Jambe, Palembang, Sumatera Selatan.

Personel Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) turun langsung ke lokasi karhutla di Talang Jambe untuk membantu petugas pemerintah daerah menangani kebakaran. Keterlibatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemadaman di area terdampak, terutama pada bagian lahan yang masih memiliki potensi menyebarkan api. Bersama unsur terkait, personel Lanud SMH melakukan penanganan secara terkoordinasi agar api dapat dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah di sekitarnya.

Upaya di lapangan tidak hanya berfokus pada pemadaman titik api yang terlihat. Personel juga melaksanakan pendinginan pada lahan yang masih mengeluarkan asap setelah api berhasil ditekan. Tahap ini dilakukan dengan membasahi dan menangani area-area yang diduga masih menyimpan panas, termasuk bagian lahan yang belum sepenuhnya aman dari kemungkinan munculnya kembali api. Dengan demikian, penanganan dapat mencakup permukaan lahan sekaligus titik-titik yang masih berpotensi menjadi sumber bara.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, menjelaskan bahwa pemadaman dan pendinginan merupakan rangkaian penting dalam penanganan kebakaran lahan. Pendinginan diperlukan untuk memastikan bara serta sisa panas yang berada di dalam lahan benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran. Menurutnya, area yang masih mengeluarkan asap harus tetap ditangani meskipun kobaran api telah berkurang, karena kondisi tersebut menunjukkan kemungkinan masih adanya panas atau bara yang tertinggal. Melalui kerja sama personel Lanud SMH dan petugas pemerintah daerah, proses penanganan diharapkan dapat mencegah api muncul kembali serta mengurangi risiko perluasan kebakaran di Talang Jambe.

Setelah penanganan pada titik api dilakukan, personel Lanud Sri Mulyono Herlambang melanjutkan kegiatan dengan menyusuri seluruh area lahan yang terbakar maupun bagian di sekitarnya. Penyisiran ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara, asap, atau api kecil yang masih tersisa dan berpotensi kembali membesar. Setiap bagian lahan diperiksa secara bertahap, sementara pemadaman tetap dilakukan pada lokasi yang masih menunjukkan tanda-tanda api.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mencegah api menjalar ke area lain. Pemadaman tidak hanya diarahkan pada kobaran yang terlihat, tetapi juga mencakup pemeriksaan terhadap titik-titik yang berada di sepanjang jalur penyisiran. Dengan bergerak menyusuri lahan, personel dapat mengenali kemungkinan munculnya api baru dan segera melakukan tindakan sebelum titik tersebut berkembang lebih luas.

Proses penyisiran dilaksanakan secara menyeluruh dan berkesinambungan selama penanganan di lapangan. Personel memastikan area yang telah dilewati tidak kembali memunculkan bara atau kobaran, kemudian melanjutkan pemeriksaan ke bagian lahan berikutnya. Pola ini membantu menjaga agar api tetap terkendali serta mengurangi kemungkinan penjalaran yang tidak segera terlihat.

Pencegahan meluasnya api juga dilakukan dengan memperhatikan hubungan satu titik dengan titik lainnya. Setiap temuan di lapangan langsung ditindaklanjuti melalui pemadaman, sehingga penanganan tidak berhenti setelah kobaran utama berhasil diredam. Penyisiran dan pemadaman berjalan bersamaan sampai seluruh area yang diperiksa dinyatakan aman dari sisa api yang dapat kembali menyala.

Dengan demikian, kegiatan di lapangan mencakup dua langkah yang saling melengkapi, yaitu memadamkan titik api dan menyusuri lahan secara menyeluruh. Pendekatan ini memastikan upaya penanganan tidak hanya berfokus pada api yang terlihat, tetapi juga pada pencegahan agar sisa bara tidak memicu penjalaran ke bagian lahan lainnya.

Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Talang Jambe. Menurutnya, kesigapan anggota di lapangan menunjukkan tanggung jawab, disiplin, serta kemampuan untuk bertindak cepat ketika menghadapi kondisi darurat. Respons tersebut dinilai penting untuk membantu mengendalikan situasi sekaligus mencegah dampak kebakaran meluas ke wilayah lain dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Ia memastikan personel Lanud SMH selalu siap dikerahkan untuk membantu pemerintah dalam menghadapi berbagai bencana, termasuk karhutla di wilayah Sumatera Selatan. Kesiapan itu mencakup pengerahan sumber daya manusia, dukungan peralatan yang tersedia, serta koordinasi dengan unsur terkait agar setiap langkah penanganan berjalan terarah. Menurut Asep, kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam mempercepat respons, terutama ketika kondisi lapangan memerlukan tindakan terpadu dan keputusan yang segera.

Kolonel Asep menegaskan bahwa keterlibatan Lanud SMH merupakan bentuk kesiapsiagaan TNI AU dalam mendukung upaya penanggulangan karhutla di Sumatera Selatan. Dukungan tersebut akan terus diberikan sesuai kebutuhan dan kewenangan yang dimiliki, dengan tetap memperhatikan prosedur keselamatan selama pelaksanaan tugas. Dalam setiap pengerahan, keselamatan personel menjadi prioritas utama, disusul efektivitas penanganan agar upaya pemadaman, pemantauan, dan pengendalian dampak kebakaran dapat berlangsung optimal. Apresiasi itu sekaligus menjadi penegasan bahwa Lanud SMH siap hadir membantu pemerintah dan masyarakat ketika bencana membutuhkan dukungan segera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *