Enam Korban Virgo Transport 8 Teridentifikasi, Total Mencapai 69 Jenazah

Enam Korban Virgo Transport 8 Teridentifikasi, Total Mencapai 69 Jenazah

BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 6 October 2026, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mengumumkan berhasil mengidentifikasi enam jenazah korban kapal Virgo Transport 8. Pengumuman tersebut disampaikan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin pada Selasa, 6 Oktober 2026. Dengan hasil identifikasi terbaru ini, jumlah korban kapal Virgo Transport 8 yang telah diketahui identitasnya mencapai 69 jenazah.

Enam jenazah yang berhasil dikenali dalam pengumuman tersebut seluruhnya berjenis kelamin laki-laki. Informasi mengenai identitas para korban disampaikan setelah tim DVI menyelesaikan proses pemeriksaan dan pencocokan data yang diperlukan. Proses ini dilakukan secara terukur untuk memastikan setiap jenazah dapat diserahkan kepada keluarga dengan identitas yang tepat.

Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan menjelaskan bahwa identifikasi terhadap keenam korban rata-rata dilakukan berdasarkan ciri medis sekunder dan properti yang ditemukan atau melekat pada jenazah. Ciri medis sekunder dapat mencakup sejumlah karakteristik fisik yang membantu membedakan seseorang, sedangkan properti menjadi data pendukung dalam proses pencocokan identitas.

Menurut keterangan tersebut, pemeriksaan tidak hanya mengandalkan satu jenis informasi. Tim DVI membandingkan berbagai data yang tersedia agar hasilnya memiliki dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan ini penting dalam penanganan korban bencana atau kecelakaan dengan jumlah jenazah yang banyak, terutama ketika kondisi korban membuat pengenalan secara visual menjadi sulit.

Pengumuman di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin menjadi bagian dari rangkaian penanganan dan pendataan korban insiden Virgo Transport 8. Bertambahnya jumlah jenazah yang teridentifikasi diharapkan membantu keluarga memperoleh kepastian mengenai anggota keluarga mereka. Tim terkait masih melanjutkan proses identifikasi terhadap jenazah lain yang belum diketahui identitasnya, dengan menggunakan data medis, informasi keluarga, serta barang pribadi yang tersedia.

Enam korban Virgo Transport 8 yang telah teridentifikasi berasal dari sejumlah daerah di Pulau Jawa. Identitas mereka mencakup nama lengkap dan daerah asal yang tercatat dalam proses pendataan korban. Dari wilayah Jawa Tengah, terdapat Edi Setiyono dari Batang, Jawa Tengah; Windianto dari Banyumas, Jawa Tengah; serta Sri Wahyono dari Sukoharjo, Jawa Tengah. Ketiganya menunjukkan bahwa korban tidak hanya berasal dari satu wilayah, melainkan tersebar di beberapa kabupaten.

Korban lainnya berasal dari provinsi yang berbeda. Rahmat Dani tercatat berasal dari Tangerang, Banten. Sementara itu, Suroso berasal dari Pamekasan, Jawa Timur, dan Soni Marta Andika berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Pencatatan tersebut mempertahankan ejaan nama serta daerah asal sebagaimana informasi identifikasi yang tersedia, sehingga setiap korban dapat dikenali secara tepat oleh keluarga maupun pihak terkait.

Jika dikelompokkan berdasarkan daerah, tiga korban berasal dari Jawa Tengah, satu korban berasal dari Banten, dan dua korban berasal dari Jawa Timur. Rinciannya adalah Edi Setiyono dari Batang, Jawa Tengah; Windianto dari Banyumas, Jawa Tengah; Rahmat Dani dari Tangerang, Banten; Suroso dari Pamekasan, Jawa Timur; Soni Marta Andika dari Banyuwangi, Jawa Timur; serta Sri Wahyono dari Sukoharjo, Jawa Tengah. Data ini memperlihatkan sebaran asal korban di beberapa wilayah Pulau Jawa, sekaligus membantu memberikan kejelasan mengenai identitas enam jenazah yang telah berhasil dikenali.

Setelah seluruh proses identifikasi dinyatakan selesai, tim Disaster Victim Identification (DVI) langsung menyerahkan jenazah kepada keluarga masing-masing. Penyerahan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian penanganan korban Virgo Transport 8, sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga yang menunggu hasil identifikasi. Dengan demikian, setiap jenazah yang telah berhasil dikenali dapat diterima oleh pihak keluarga sesuai dengan identitas yang telah ditetapkan oleh tim DVI.

Proses penyerahan dilakukan setelah data dan identitas korban dipastikan melalui tahapan identifikasi yang berlaku. DVI memastikan bahwa jenazah diserahkan kepada keluarga yang tepat berdasarkan hasil pemeriksaan dan pencocokan identitas. Langkah ini menandai berakhirnya tanggung jawab utama DVI dalam menetapkan identitas korban, sementara keluarga dapat melanjutkan penanganan jenazah sesuai kebutuhan dan keputusan masing-masing.

Seluruh biaya pemulangan jenazah ditanggung sepenuhnya oleh manajemen kapal Virgo. Ketentuan tersebut memastikan keluarga tidak perlu menanggung beban biaya terkait pemulangan korban yang telah diidentifikasi. Pernyataan mengenai pembiayaan ini juga menunjukkan adanya tanggung jawab dari pihak manajemen kapal dalam mendukung proses penanganan korban hingga jenazah diserahkan kepada keluarga.

Penyerahan jenazah kepada keluarga menjadi tahap lanjutan setelah jumlah korban yang teridentifikasi bertambah. Dengan penyerahan tersebut, keluarga memperoleh kepastian mengenai anggota keluarganya yang menjadi korban. DVI dan manajemen kapal Virgo sama-sama memiliki peran dalam memastikan proses penanganan berlangsung sesuai tanggung jawab masing-masing, terutama dalam hal identifikasi serta pembiayaan pemulangan jenazah.

Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin kembali menerima perkembangan terbaru terkait proses identifikasi korban Virgo Transport 8. Setelah enam jenazah tambahan berhasil dikenali, jumlah korban yang telah teridentifikasi kini mencapai 69 orang. Data tersebut merupakan bagian dari total 82 jenazah yang telah diterima dan ditangani oleh rumah sakit untuk menjalani rangkaian pemeriksaan, pencocokan data, serta proses identifikasi.

Dengan demikian, masih terdapat 13 jenazah yang belum teridentifikasi. Tim gabungan terus melakukan pemeriksaan secara cermat dengan mengandalkan berbagai metode, termasuk pencocokan data antemortem dan postmortem, pemeriksaan medis, serta informasi pembanding dari keluarga. Setiap tahapan dilakukan secara hati-hati untuk memastikan identitas korban dapat ditetapkan secara akurat dan disampaikan kepada pihak keluarga.

Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Nur Khamid berharap seluruh jenazah segera ditemukan, kemudian dapat diidentifikasi oleh tim yang bertugas. Ia menyampaikan bahwa proses tersebut memerlukan ketelitian dan dukungan berbagai pihak agar berjalan lancar. Kepolisian bersama unsur terkait masih berupaya mempercepat pencarian, pendataan, dan pemeriksaan terhadap seluruh korban yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Nur Khamid juga mengajak masyarakat, instansi pemerintah, tenaga kesehatan, serta pihak-pihak lain untuk mendukung kelancaran proses identifikasi. Dukungan dapat diberikan melalui penyampaian informasi yang benar, pemenuhan data yang diperlukan, dan kerja sama dengan petugas di lapangan. Koordinasi yang baik dinilai penting untuk membantu tim memastikan setiap korban memperoleh penanganan sesuai prosedur.

Kepada keluarga korban yang masih menunggu kabar mengenai penemuan atau identifikasi anggota keluarganya, kepolisian mengimbau agar tetap bersabar. Petugas memahami bahwa masa penantian tersebut tidak mudah, tetapi seluruh proses terus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Informasi resmi akan disampaikan setelah hasil pemeriksaan dinyatakan valid, sehingga keluarga memperoleh kepastian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *