Sekolah Lansia di Solo Dorong Warga Tetap Sehat, Aktif, dan Bermartabat

Sekolah Lansia di Solo Dorong Warga Tetap Sehat, Aktif, dan Bermartabat

KOTA SOLO, JAWA TENGAH — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 October 2026, Sejumlah warga lanjut usia mengikuti kegiatan sekolah lansia di Kelurahan Jolgo, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para lansia untuk berkumpul dan terlibat dalam aktivitas bersama yang mendukung kesehatan serta kehidupan yang tetap aktif.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mengikuti senam sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sekolah lansia. Aktivitas fisik dilakukan bersama dengan suasana yang mendorong keterlibatan para warga lanjut usia. Senam menjadi salah satu kegiatan yang mempertemukan peserta dalam aktivitas yang teratur, sekaligus memberikan kesempatan untuk menjaga kebugaran melalui gerakan tubuh.

Selain senam, kegiatan di Kelurahan Jolgo itu juga diisi dengan sosialisasi kesehatan. Penyampaian informasi tersebut melengkapi aktivitas bersama yang diikuti para lansia pada hari itu. Melalui kegiatan sekolah lansia, warga lanjut usia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga menunjukkan keterlibatan dalam program yang menempatkan kesehatan dan keaktifan sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan kegiatan ini memperlihatkan bahwa warga lanjut usia tetap memiliki ruang untuk beraktivitas secara bersama-sama di lingkungan kelurahan. Sekolah lansia menjadi wadah yang mempertemukan mereka dalam kegiatan yang bersifat fisik dan edukatif. Kehadiran para peserta dalam senam serta sosialisasi kesehatan menunjukkan partisipasi warga lansia dalam menjaga kualitas kehidupan secara aktif dan bermartabat.

Kegiatan pada Jumat tersebut berlangsung sebagai bagian dari upaya mendorong para lansia agar tetap sehat dan terlibat dalam lingkungan sosialnya. Dengan mengikuti rangkaian kegiatan bersama, para peserta memperoleh kesempatan untuk menjalani aktivitas yang mendukung kebugaran sekaligus memperkuat keterlibatan mereka di tengah masyarakat. Sekolah lansia di Kelurahan Jolgo pun menjadi gambaran tentang pentingnya menyediakan kegiatan yang dapat diikuti warga lanjut usia secara bersama-sama.

Program sekolah lansia di Solo diinisiasi oleh Pemerintah Kota Solo bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Keterlibatan dua lembaga ini menempatkan kegiatan tersebut sebagai hasil kepedulian dan kerja bersama pemerintah daerah dan lembaga nasional. Pemerintah Kota Solo berperan sebagai penggagas dari lingkungan pemerintahan daerah, sedangkan BKKBN hadir sebagai lembaga nasional yang turut menggagas pelaksanaan program sekolah lansia.

Kolaborasi tersebut menunjukkan adanya perhatian yang sejalan terhadap keberadaan warga lanjut usia di Solo. Melalui kerja bersama ini, sekolah lansia menjadi bagian dari upaya yang dihadirkan melalui keterlibatan institusi publik. Peran Pemerintah Kota Solo dan BKKBN tidak hanya terlihat dari keterlibatan mereka dalam program, tetapi juga dari posisi keduanya sebagai pihak yang menginisiasi kegiatan tersebut sejak awal.

Pemerintah Kota Solo membawa kepentingan dan perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat lanjut usia. Di sisi lain, BKKBN memberikan keterlibatan sebagai lembaga yang memiliki mandat dan perhatian pada isu kependudukan serta keluarga. Pertemuan peran kedua lembaga itu menjadi dasar bagi hadirnya sekolah lansia di Solo sebagai kegiatan yang digagas melalui kolaborasi antarlembaga.

Dengan demikian, sekolah lansia di Solo bukanlah kegiatan yang berdiri tanpa dukungan kelembagaan. Program ini lahir dari inisiatif bersama Pemerintah Kota Solo dan BKKBN, dengan kedua pihak menjadi penggagas utama. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa perhatian terhadap warga lanjut usia dapat dibangun melalui kerja sama pemerintah daerah dan lembaga nasional, sekaligus memperkuat kehadiran pelayanan publik yang berpihak pada masyarakat lansia.

Program Sekolah Lansia di Solo diarahkan untuk membangun sosok lansia SMART, yaitu lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat. Konsep ini memandang masa lanjut usia bukan semata-mata sebagai tahap kehidupan yang membutuhkan perawatan, melainkan juga sebagai fase yang tetap memiliki ruang untuk belajar, berinteraksi, mengambil keputusan, dan berkontribusi sesuai kemampuan. Karena itu, kegiatan sekolah dirancang untuk mendukung pemahaman serta kebiasaan yang berkaitan dengan kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, dan hubungan sosial.

Unsur sehat menjadi dasar dalam konsep SMART. Melalui senam lansia, peserta diperkenalkan pada aktivitas fisik yang dapat dilakukan secara teratur dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Gerakan bersama juga menjadi bagian dari pembelajaran mengenai pentingnya menjaga kebugaran, keseimbangan, serta kelenturan. Sementara itu, sosialisasi kesehatan dapat membahas pemeliharaan kesehatan sehari-hari, pencegahan masalah kesehatan, pola hidup, dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalani usia lanjut. Materi tersebut membantu menempatkan kesehatan sebagai tanggung jawab yang perlu dipahami dan dijaga secara berkelanjutan.

Kemandirian dalam lansia SMART berkaitan dengan kemampuan merawat diri dan membuat pilihan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan kesehatan dapat menjadi bekal untuk mengenali kebutuhan tubuh serta menentukan langkah yang sesuai, tanpa mengabaikan dukungan keluarga maupun tenaga kesehatan. Unsur aktif tercermin melalui keterlibatan dalam senam, kegiatan belajar, dan komunikasi antarpeserta. Interaksi ini memberi ruang bagi lansia untuk tetap berpartisipasi dalam lingkungan sosial.

Adapun produktif tidak selalu berarti bekerja secara ekonomi. Lansia dapat menjalankan peran yang bermakna melalui berbagi pengalaman, membantu keluarga, mengikuti kegiatan komunitas, atau mengembangkan minat yang dimiliki. Seluruhnya perlu berlangsung dengan menghargai kemampuan dan kondisi masing-masing. Unsur bermartabat menegaskan pentingnya penghormatan, kesempatan berpendapat, serta perlakuan yang setara. Dengan demikian, senam dan sosialisasi kesehatan ditempatkan sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan, pengetahuan, dan ruang sosial yang mendukung lima unsur lansia SMART.

Penyelenggaraan sekolah lansia di Solo tidak hanya diarahkan untuk menjaga kebugaran dan menambah pengetahuan kesehatan. Kegiatan ini juga memiliki tujuan penting untuk mencegah isolasi sosial pada usia senja. Melalui pertemuan dan aktivitas bersama, warga lanjut usia memperoleh ruang untuk tetap terlibat dalam kegiatan yang terarah, berlangsung secara kolektif, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah senam. Aktivitas fisik tersebut menjadi bagian dari kebersamaan, sekaligus memberikan kesempatan bagi para lansia untuk bergerak secara rutin dalam suasana kelompok. Senam tidak ditempatkan semata-mata sebagai latihan tubuh, tetapi juga sebagai aktivitas bersama yang memungkinkan warga lanjut usia hadir, berpartisipasi, dan menjalani kegiatan di luar rutinitas pribadi.

Selain senam, sekolah lansia juga menyelenggarakan sosialisasi kesehatan. Materi dan pembahasan dalam kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan kesehatan lansia. Karena disampaikan dalam pertemuan bersama, sosialisasi kesehatan menghadirkan ruang interaksi yang terarah bagi peserta. Aktivitas ini mempertemukan warga lanjut usia dalam kegiatan yang memiliki tujuan jelas dan bermanfaat bagi keseharian mereka.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sekolah lansia dapat berfungsi sebagai ruang aktivitas bagi warga lanjut usia. Keterlibatan dalam senam dan sosialisasi kesehatan memberi mereka kesempatan untuk tetap hadir dalam lingkungan bersama, mengikuti agenda yang disiapkan, serta berpartisipasi sesuai kemampuan. Dengan demikian, penyelenggaraan sekolah lansia turut mengupayakan agar masa lanjut usia tidak dijalani dalam keterasingan, melainkan tetap memiliki ruang untuk beraktivitas secara terarah dan bermartabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *