SURABAYA, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 6 October 2026, Polda Jawa Timur mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa ledakan di Rumah Makan Tempong Sri Dewi, kawasan pertokoan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya. Barang yang diamankan tersebut meliputi tabung LPG dan kompor. Langkah itu menjadi perkembangan utama dalam penanganan peristiwa yang berlangsung pada Selasa (6/10) siang.
Rumah makan tersebut berada di Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya. Setelah menerima informasi mengenai dugaan ledakan, aparat kepolisian melakukan tindakan di lokasi dan mengamankan benda-benda yang dinilai diperlukan untuk kepentingan pemeriksaan. Tabung LPG serta kompor kemudian ditempatkan sebagai barang bukti untuk mendukung proses penyelidikan.
Pengamanan barang bukti dilakukan untuk membantu kepolisian menelusuri rangkaian peristiwa di rumah makan yang berada dalam kawasan pertokoan San Antonio tersebut. Pemeriksaan terhadap barang-barang itu menjadi bagian dari penanganan oleh Polda Jawa Timur. Hingga tahap ini, fokus aparat diarahkan pada pendokumentasian lokasi serta pengumpulan benda yang berkaitan dengan dugaan ledakan di Rumah Makan Tempong Sri Dewi.
Barang bukti berupa tabung LPG dan kompor diamankan polisi setelah olah tempat kejadian perkara di rumah makan yang mengalami ledakan di Surabaya selesai dilakukan. Penyitaan tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan langsung terhadap lokasi kejadian. Proses olah tempat kejadian perkara dinyatakan selesai pada pukul 13.28 WIB. Kedua benda itu kemudian diamankan untuk mendukung penanganan perkara sesuai temuan yang diperoleh di lokasi. Pengamanan barang bukti dilakukan setelah petugas menyelesaikan rangkaian pemeriksaan di area rumah makan, termasuk mendokumentasikan kondisi tempat kejadian dan mencermati benda-benda yang berkaitan dengan peristiwa ledakan.
Olah tempat kejadian perkara tersebut melibatkan tim penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya, Seksi Identifikasi Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Unit Identifikasi Satreskrim Polrestabes Surabaya, serta Bidlabfor Polda Jawa Timur. Keempat unsur itu hadir dalam pemeriksaan lokasi dan penanganan barang bukti yang ditemukan. Keterlibatan tim gabungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan pemeriksaan tempat kejadian perkara yang berlangsung hingga selesai pada waktu yang telah disebutkan. Tabung LPG dan kompor yang diamankan merupakan barang yang disita berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, bukan berdasarkan keterangan di luar kegiatan olah tempat kejadian perkara.
Kepala Seksi Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Sukris Tri Hartanto, menyampaikan hasil tersebut saat memberikan keterangan langsung di lokasi. Ia menerangkan bahwa olah tempat kejadian perkara telah selesai pada pukul 13.28 WIB dan barang bukti berupa tabung LPG serta kompor telah diamankan. Keterangan itu disampaikan di hadapan awak media setelah tim gabungan menuntaskan pemeriksaan lokasi. Pernyataan Kompol Sukris menjadi penjelasan mengenai hasil kegiatan di tempat kejadian, termasuk waktu penyelesaian olah tempat kejadian perkara dan benda yang disita oleh petugas.
Polisi mengamankan sejumlah barang dari lokasi ledakan di sebuah rumah makan di Surabaya untuk kepentingan pemeriksaan. Barang-barang tersebut meliputi satu tabung gas elpiji berukuran 50 kilogram, satu kompor gas satu tungku, serta sebuah kipas angin. Pengamanan dilakukan setelah insiden terjadi dan menjadi bagian dari penanganan awal terhadap lokasi kejadian.
Tabung LPG berukuran 50 kilogram itu diambil dari bagian belakang ruko. Lokasinya berada di area dapur yang terletak di lantai satu bangunan tersebut. Keterangan mengenai tempat pengambilan ini menjadi bagian dari informasi terkait barang yang diamankan polisi setelah ledakan di rumah makan. Tabung tersebut kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut bersama barang lain dari lokasi.
Selain tabung gas, polisi turut menyita satu kompor gas satu tungku. Kompor itu diamankan dalam rangka pemeriksaan insiden yang terjadi di rumah makan tersebut. Sebuah kipas angin juga ikut disita sebagai bagian dari barang yang diperiksa petugas. Dengan demikian, pemeriksaan mencakup tiga benda yang diamankan dari lokasi, yaitu tabung gas elpiji 50 kilogram, kompor gas satu tungku, dan kipas angin.
Pengamanan barang-barang itu dilakukan untuk mendukung proses pemeriksaan atas ledakan. Petugas mencatat asal lokasi benda-benda tersebut, termasuk tabung LPG yang ditemukan di bagian belakang ruko pada area dapur lantai satu. Kompor dan kipas angin juga dicantumkan sebagai barang yang disita dalam penanganan insiden. Seluruh benda tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan polisi setelah peristiwa ledakan dilaporkan terjadi di rumah makan di Surabaya.
Dugaan penyebab ledakan di rumah makan tersebut belum disampaikan kepada publik. Hingga tahap pemeriksaan terakhir, pihak berwenang masih menunggu hasil analisis dari tim Bidang Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Jawa Timur. Analisis itu diperlukan untuk memastikan temuan yang berkaitan dengan peristiwa ledakan berdasarkan pemeriksaan ilmiah terhadap barang bukti yang telah diamankan.
Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur bekerja setelah petugas melakukan olah tempat kejadian perkara. Dalam proses tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang yang dinilai berkaitan dengan ledakan, termasuk tabung LPG dan kompor. Barang-barang itu kemudian menjadi bagian dari materi pemeriksaan untuk membantu mengungkap rangkaian peristiwa secara lebih jelas dan terukur.
Olah TKP dan penyitaan barang bukti merupakan tahapan penting dalam penyelidikan. Melalui pemeriksaan laboratorium, tim terkait dapat meneliti kondisi serta karakteristik barang bukti sebelum menyampaikan keterangan mengenai dugaan penyebab kejadian. Karena analisis masih berlangsung, belum ada keterangan resmi yang memastikan faktor tertentu sebagai pemicu ledakan di rumah makan Surabaya tersebut.
Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan dari Bidang Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur sebagai dasar untuk menentukan langkah penyelidikan berikutnya. Informasi mengenai penyebab ledakan akan disampaikan setelah seluruh proses analisis dan evaluasi terhadap barang bukti selesai dilakukan. Untuk sementara, perkembangan perkara tetap berfokus pada pemeriksaan ilmiah setelah olah TKP serta pengamanan barang-barang yang berkaitan dengan insiden itu.

