Perumahan sebagai Penggerak Ekonomi Warga melalui 1.001 Pasar Rakyat

Perumahan sebagai Penggerak Ekonomi Warga melalui 1.001 Pasar Rakyat

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 October 2026, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mendorong perubahan cara pandang terhadap kawasan perumahan. Menurutnya, perumahan tidak semestinya hanya dipahami sebagai tempat tinggal, melainkan juga dapat dikembangkan menjadi ruang ekonomi yang produktif dan inklusif. Kawasan hunian perlu dirancang agar mampu menghadirkan berbagai aktivitas usaha, sehingga warga tidak hanya memperoleh tempat tinggal yang layak, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

Gagasan tersebut disampaikan Muhaimin ketika menghadiri kegiatan 1.001 pasar rakyat di Perumahan Vida, Bekasi, Jawa Barat. Kehadiran pasar rakyat di lingkungan perumahan menunjukkan bahwa kawasan hunian memiliki potensi untuk menjadi ekosistem ekonomi lokal. Melalui ruang usaha yang mudah dijangkau, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, pelaku ekonomi kreatif, serta warga dapat berinteraksi, membangun jejaring, dan tumbuh bersama. Aktivitas semacam ini juga dapat memperpendek rantai distribusi serta meningkatkan perputaran uang di lingkungan sekitar.

Muhaimin menilai pengembangan tersebut memerlukan pemanfaatan fasilitas secara lebih optimal. Fasilitas publik, fasilitas perumahan, maupun fasilitas yang dimiliki pemerintah pusat dan daerah, terutama yang berada di lokasi strategis, dapat diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Pemanfaatannya perlu dilakukan secara terencana, dengan memperhatikan aksesibilitas, kebersihan, keamanan, dan keberlanjutan kegiatan usaha. Dengan pengelolaan yang tepat, ruang-ruang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung kehidupan warga, tetapi juga menjadi titik pertemuan kebutuhan masyarakat dan peluang ekonomi. Pendekatan ini diharapkan memperkuat kemandirian warga sekaligus menjadikan kawasan perumahan sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi daerah.

Kawasan perumahan memiliki potensi ekonomi yang besar karena tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi komunitas yang beragam. Setiap hari, warga melakukan berbagai aktivitas, mulai dari berbelanja, bekerja, mengakses layanan publik, hingga berinteraksi dengan tetangga. Jumlah penghuni yang relatif stabil menciptakan basis konsumen yang jelas bagi pelaku usaha. Kondisi ini menjadikan perumahan sebagai lingkungan yang strategis untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan produk dan jasa yang ditawarkan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Potensi tersebut semakin kuat apabila kawasan perumahan memiliki fasilitas publik, ruang terbuka, balai warga, atau area komunal yang dapat dimanfaatkan secara teratur. Ruang-ruang itu dapat diaktifkan melalui program 1.001 pasar rakyat, sehingga tidak hanya digunakan untuk kegiatan sosial, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Pasar rakyat berperan sebagai instrumen untuk menghadirkan kegiatan perdagangan lebih dekat dengan konsumen, sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat.

Dalam konteks ini, pasar rakyat tidak dipandang sekadar sebagai lokasi transaksi atau kegiatan sesaat. Kehadirannya dapat menjadi titik temu UMKM dan konsumen, tempat pelaku usaha memahami kebutuhan pasar, membangun kepercayaan, serta memperluas jaringan pelanggan. Konsumen juga memperoleh akses yang lebih mudah terhadap barang, makanan, dan layanan dari usaha lokal. Interaksi yang berulang dapat membentuk hubungan ekonomi yang lebih kuat dan mendorong UMKM meningkatkan kualitas produk, kemasan, serta pelayanan.

Apabila diselenggarakan secara rutin, pasar rakyat berpotensi berkembang menjadi ekosistem ekonomi di dalam kawasan perumahan. Aktivitas tersebut dapat memunculkan usaha pendukung, seperti jasa pengantaran, kuliner, parkir, kebersihan, promosi, dan penyediaan perlengkapan dagang. Perputaran uang pun berlangsung lebih banyak di lingkungan sekitar, sehingga manfaat ekonomi tidak berhenti pada pedagang yang berjualan di pasar. Dengan demikian, pengaktifan ruang perumahan melalui 1.001 pasar rakyat dapat memperluas akses pasar bagi UMKM sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi warga.

Muhaimin memandang kawasan perumahan bukan semata-mata sebagai tempat tinggal, melainkan sebagai ruang yang dapat dikelola secara kolaboratif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi warga. Di dalamnya terdapat interaksi penghuni, pelaku usaha, pengelola kawasan, serta berbagai pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap perkembangan lingkungan. Apabila potensi tersebut dihimpun dan dikelola dengan baik, kawasan perumahan dapat menjadi ruang yang mendorong munculnya kegiatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa pelaku usaha dapat naik kelas ketika ekosistem pendukungnya terbentuk. Kemajuan usaha tidak hanya bergantung pada kemampuan individu dalam menjalankan kegiatan bisnis, tetapi juga pada tersedianya lingkungan yang memungkinkan usaha tumbuh, berjejaring, dan memperoleh dukungan yang sesuai. Karena itu, pemerintah memiliki tugas untuk terus mendorong, membantu, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung UMKM. Peran tersebut dijalankan dengan membangun kerja sama yang dapat memperkuat kesempatan pelaku usaha untuk berkembang di tengah lingkungannya.

Muhaimin juga menyampaikan apresiasi terhadap semangat juang dan daya tahan para pelaku UMKM. Mereka dinilai terus berusaha menghadapi berbagai tantangan dan mempertahankan kegiatan usahanya dengan ketekunan. Sikap tersebut menunjukkan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi warga, terutama ketika didukung oleh ekosistem yang mampu mempertemukan potensi masyarakat dan kerja sama antarpihak. Apresiasi itu sekaligus menegaskan pentingnya menjaga semangat kolaborasi agar usaha masyarakat dapat bertumbuh secara bertahap. Dengan pendekatan tersebut, kawasan perumahan memiliki peluang untuk berkembang menjadi lingkungan yang tidak hanya mendukung kebutuhan hunian, tetapi juga memberi ruang bagi penguatan aktivitas ekonomi warga.

Perumahan Vida menunjukkan bahwa kawasan hunian dapat berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang menghubungkan tempat tinggal, kegiatan usaha, layanan publik, dan interaksi sosial. Di kawasan ini, ruang yang tersedia tidak hanya digunakan untuk membangun rumah, tetapi juga dioptimalkan sebagai lokasi perdagangan dan perkantoran. Pendekatan tersebut menciptakan lingkungan yang lebih produktif karena warga dapat memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari sekaligus menjalankan kegiatan ekonomi dalam kawasan yang sama.

Ekosistem ekonomi di Perumahan Vida saat ini melibatkan sekitar 450 stan dan 200 kantor. Keberadaan ratusan unit usaha tersebut memperlihatkan adanya keragaman aktivitas ekonomi, mulai dari perdagangan hingga jasa. Pasar yang beroperasi di kawasan itu juga memiliki basis pengunjung yang kuat. Jumlah kunjungan mencapai sekitar 10.000 orang setiap pekan, sehingga para pelaku usaha memperoleh ruang untuk memperkenalkan produk, melayani konsumen, serta memperluas jaringan pelanggan secara berkelanjutan.

Pengembangan kawasan tersebut tidak berhenti pada penyediaan ruang usaha dan akses konsumen. Para pelaku usaha juga telah memperoleh akses kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara kolektif serta BPJS Kesehatan. Akses perlindungan sosial ini penting untuk mendukung keberlanjutan usaha dan memberikan rasa aman bagi pekerja maupun pemilik usaha. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi kawasan dapat berjalan beriringan dengan penguatan perlindungan bagi masyarakat yang terlibat di dalamnya.

Model Perumahan Vida diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah melalui pengembangan 1.001 pasar rakyat. Replikasi tersebut dapat dilakukan dengan mengoptimalkan ruang di kawasan hunian, membangun kolaborasi antarpihak, memperluas akses pasar bagi pelaku usaha, dan memperkuat ekonomi masyarakat. Penyediaan hunian yang sekaligus menghadirkan ruang produktif akan membuka lebih banyak kesempatan bagi warga untuk bekerja, berusaha, dan memenuhi kebutuhan ekonominya secara lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *