KABUPATEN TANGERANG, BANTEN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 October 2026, Polisi mengamankan pria berinisial FS, pengemudi minibus GWM Tank yang terlibat dalam kecelakaan beruntun di Jalan Kamboja Raya arah selatan, Palmerah, Jakarta Barat. Peristiwa tersebut terjadi di sekitar kawasan dekat Klinik Utama Kamboja pada Rabu, 7 Oktober 2026, sekitar pukul 22.30 WIB.
Panit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Barat Ipda Deddy Mohammad membenarkan bahwa FS masih berada di kantor polisi pada Kamis, 8 Oktober 2026. Pengemudi tersebut diamankan untuk menjalani pemeriksaan terkait kecelakaan beruntun yang melibatkan kendaraan GWM Tank di lokasi kejadian.
Pemeriksaan dilakukan setelah petugas menangani kecelakaan yang berlangsung di ruas Jalan Kamboja Raya arah selatan. Polisi mengumpulkan keterangan yang diperlukan untuk mendalami rangkaian peristiwa tersebut, termasuk informasi mengenai keterlibatan minibus GWM Tank dan pengemudinya.
Hingga pemeriksaan berlangsung, polisi belum menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai hasil pendalaman terhadap FS maupun rincian lain terkait kecelakaan tersebut. Keterangan resmi mengenai perkembangan penanganan perkara diharapkan disampaikan setelah proses pemeriksaan dan pengumpulan informasi di lapangan dilakukan.
Polisi masih melanjutkan proses penanganan perkara kecelakaan beruntun yang melibatkan kendaraan GWM Tank di Palmerah. Setelah mengamankan sopir kendaraan tersebut, penyidik belum menghentikan pemeriksaan terhadap rangkaian peristiwa. Petugas kini mengumpulkan berbagai barang bukti yang dinilai dapat membantu memperjelas kronologi kejadian. Seluruh bahan yang diperoleh akan dipelajari secara bertahap sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Selain mengamankan barang bukti, penyidik juga mendalami keterangan dari para saksi. Informasi yang disampaikan saksi akan dicocokkan dengan temuan di lokasi serta bukti lain yang tersedia. Pendalaman tersebut diperlukan untuk mengetahui urutan kejadian secara lebih lengkap, termasuk keadaan sebelum, saat, dan setelah kecelakaan berlangsung. Polisi dapat melakukan pemeriksaan tambahan apabila masih terdapat keterangan yang perlu diklarifikasi.
Ipda Deddy Mohammad menjelaskan bahwa penyebab kecelakaan belum ditetapkan karena perkara masih dalam penyelidikan. Dengan demikian, proses hukum saat ini masih berfokus pada pengumpulan informasi dan pengujian bukti, bukan pada penarikan kesimpulan. Penyidik perlu memastikan setiap keterangan memiliki keterkaitan dengan peristiwa dan dapat dipertanggungjawabkan sebelum menentukan langkah berikutnya.
Hingga tahap ini, belum ada kesimpulan resmi mengenai faktor yang menyebabkan kecelakaan tersebut. Informasi yang tersedia juga belum menjadi dasar untuk menyatakan adanya kelalaian, kecepatan kendaraan tertentu, kondisi pengemudi, atau pengaruh keadaan jalan. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan keseluruhan barang bukti dan keterangan saksi. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan perkembangan penanganan perkara secara lebih lanjut.
Kronologi kecelakaan beruntun tersebut disampaikan oleh Kasi Laka Subdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa. Berdasarkan keterangannya, peristiwa bermula ketika minibus GWM Tank bernomor polisi B 7 AXL yang dikemudikan Frendry Susanto melaju dari arah utara menuju selatan di Jalan Kamboja Raya.
Saat berada di dekat sebuah warung, GWM Tank itu menabrak gerobak las milik Muhamad Widodo. Setelah benturan pertama, kendaraan terus bergerak dan menghantam gerobak serta sepeda motor yang sedang terparkir milik Sopiyan. Rangkaian benturan tersebut kemudian berlanjut ketika GWM Tank menabrak Honda Vario bernomor polisi B 5073 BTF yang dikendarai Nurmilah.
Belum berhenti, kendaraan tersebut kembali menghantam dua sepeda motor lain yang melaju searah di depannya. Salah satu sepeda motor itu dikendarai oleh korban berinisial MT. Setelah menabrak kendaraan-kendaraan yang bergerak di jalur yang sama, GWM Tank mengalami oleng ke sisi kiri jalan.
Dalam kondisi tersebut, minibus itu menabrak kendaraan lain yang sedang terparkir. Benturan berikutnya membuat kendaraan-kendaraan tersebut terdorong hingga menghantam pagar pintu besi milik PT SPX. Dengan demikian, kecelakaan ini melibatkan kendaraan yang dikemudikan Frendry Susanto, sejumlah sepeda motor yang melaju maupun terparkir, serta beberapa gerobak di sepanjang Jalan Kamboja Raya. Urutan kejadian menunjukkan bahwa tabrakan berlangsung secara beruntun, dimulai dari gerobak las di dekat warung, berlanjut ke kendaraan dan sepeda motor lain, lalu berakhir setelah GWM Tank menabrak pagar milik PT SPX.
Kecelakaan beruntun tersebut menimbulkan dampak serius bagi sejumlah pengguna jalan. Sumber menyebut satu pengendara sepeda motor berinisial MT, berusia 59 tahun, meninggal dunia dalam insiden itu. Korban disebut mengalami luka pada bagian kepala dan meninggal di lokasi kejadian.
Setelah dinyatakan meninggal, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang. Evakuasi tersebut dilakukan untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur. Informasi mengenai korban dalam sumber menggunakan penyebutan yang berbeda pada bagian tertentu, sehingga identitas berdasarkan inisial maupun nama tidak dapat disatukan di luar keterangan yang tersedia.
Selain korban yang meninggal dunia, pengendara lain bernama Nurmilah juga terdampak dalam kecelakaan tersebut. Ia mengalami memar pada kaki kanan dan mendapatkan perawatan di RS Bhakti Mulya. Penanganan medis dilakukan untuk memeriksa kondisi luka yang dialaminya setelah insiden.
Dampak kecelakaan ini menunjukkan bahwa peristiwa tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan dan mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga menimbulkan korban jiwa serta membutuhkan penanganan medis bagi pengendara lain. Proses pemeriksaan terhadap kejadian dan kondisi para korban selanjutnya menjadi bagian penting dalam penanganan kasus. Keterangan mengenai identitas, kondisi, serta evakuasi korban tetap disampaikan berdasarkan informasi yang tersedia dari sumber terkait.



