BOLAANG MONGONDOW TIMUR, SULAWESI UTARA — Kepedulian terhadap para pengabdi di bidang keagamaan kembali ditunjukkan Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rahman Salehe.
Setelah sebelumnya memberangkatkan para imam masjid dan sejumlah jemaah untuk melaksanakan ibadah umrah, Rahman Salehe kini menyampaikan rencana untuk memberikan kesempatan serupa kepada para Guru Ngaji di wilayah Boltim.
Para Guru Ngaji dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi sejak usia dini. Setiap hari, mereka mengajarkan anak-anak membaca Al-Qur’an, mengenal nilai-nilai agama, serta menanamkan akhlak dan kebaikan tanpa banyak mengharapkan imbalan.
“Saya sadar, di samping para imam, ada Guru Ngaji yang tidak kalah besar jasanya. Mereka sejak kecil membimbing anak-anak kita mengenal Al-Qur’an dan mengajarkan akhlak mulia. Namun, sering kali nama mereka jarang terdengar dan perhatian kepada mereka juga masih terbatas,” ujar Rahman Salehe, Rabu (12/8/2026).
Menurut Rahman, rencana pemberangkatan para Guru Ngaji ke Tanah Suci merupakan bentuk penghargaan sekaligus ungkapan terima kasih atas pengabdian mereka selama ini.
“Jasa mereka tidak ternilai harganya. Anak yang saleh, yang berbakti kepada orang tua, agama, dan bangsa, benihnya ditanam oleh tangan-tangan para Guru Ngaji. Sudah sepantasnya kita juga berbuat baik kepada mereka,” katanya.
Kabar tersebut mendapat sambutan penuh syukur dari kalangan Guru Ngaji. Mereka menilai perhatian tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap pengabdian yang selama ini dilakukan di tengah masyarakat.
“Beliau melihat kami yang mungkin dianggap kecil ini. Ternyata kami juga diperhatikan. Semoga Allah membalas niat baik Rahman Salehe dengan keberkahan, kesehatan, serta kemudahan dalam segala urusan dunia dan akhirat,” ujar salah seorang Guru Ngaji.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan upaya Rahman Salehe untuk memberikan perhatian kepada berbagai elemen masyarakat yang dinilai memiliki kontribusi dalam membangun kehidupan sosial dan keagamaan di Boltim.
Bagi para Guru Ngaji, rencana tersebut bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan terhadap pengabdian mereka dalam mendidik generasi muda.
Masyarakat pun berharap rencana pemberangkatan tersebut dapat dipersiapkan dengan baik dan berjalan lancar hingga terlaksana. Jika terealisasi, keberangkatan para Guru Ngaji ke Tanah Suci diharapkan menjadi momentum penuh syukur sekaligus menjadi amal kebaikan yang mendapat ridha Allah SWT.
- <a href="https://lembagainvestigasinegara.com/wartawan-diduga-diintimidasi-saat-liput-dugaan-aktivitas-solar-di-bitung-aparat-diminta-usut-tuntas”>Wartawan Diduga Diintimidasi Saat Liput Dugaan Aktivitas Solar di Bitung, Aparat Diminta Usut Tuntas
- Sidang Perlawanan Eksekusi Sarwidi vs Wisye Weol Ditunda, Dilanjutkan 27 Agustus 2026
- Mobil Dinas Plat Merah KT 1134-G Disorot: Dipakai di Luar Jam Kerja untuk Keperluan Pribadi?








Response (1)