Sosial  

Polisi Polda Sultra Bantu Wanita yang Sakit Maag pada Dini Hari di Kendari

Polisi Polda Sultra Bantu Wanita yang Sakit Maag pada Dini Hari di Kendari

KENDARI, SULAWESI TENGGARA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 October 2026, Seorang wanita yang tinggal di sebuah kos-kosan di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kendari, meminta bantuan polisi pada Senin dini hari, 5 Oktober 2026. Permintaan tersebut disampaikan ketika ia mengalami sakit maag dan membutuhkan obat lambung.

Wanita itu kemudian menghubungi polisi untuk meminta bantuan membelikan obat lambung. Permintaan tersebut menjadi perhatian petugas Polda Sultra yang menerima informasi pada waktu dini hari. Petugas menindaklanjuti permintaan itu dengan membantu memenuhi kebutuhan obat yang disampaikan penghuni kos tersebut.

Peristiwa ini berlangsung di lingkungan tempat tinggal sementara wanita tersebut, tepatnya di kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani. Informasi mengenai kejadian itu berawal dari komunikasi langsung penghuni kos dan polisi. Ia menyampaikan kondisi yang dialaminya sekaligus meminta bantuan agar dapat memperoleh obat untuk mengatasi sakit maag.

Bantuan tersebut diberikan setelah polisi menerima permohonan dari wanita itu. Tidak ada keterangan lain mengenai kondisi medisnya di luar informasi bahwa ia mengalami sakit maag dan meminta dibelikan obat lambung. Kejadian pada dini hari tersebut menunjukkan adanya respons petugas terhadap permintaan bantuan warga di wilayah Kendari, termasuk ketika permintaan disampaikan dari sebuah kos-kosan di Kecamatan Kadia.

Saat kejadian berlangsung pada dini hari, Tim Perintis Presisi Polda Sulawesi Tenggara sedang menjalankan patroli rutin di wilayah Kota Kendari. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas kepolisian untuk menjaga keamanan sekaligus merespons berbagai laporan masyarakat yang membutuhkan bantuan. Personel bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan dan area permukiman sebagaimana biasanya, hingga menerima informasi melalui media sosial.

Laporan itu disampaikan oleh seorang wanita melalui pesan langsung atau direct message (DM) di akun Instagram. Dalam pesannya, wanita tersebut menyampaikan bahwa dirinya sedang mengalami sakit maag dan membutuhkan pertolongan. Informasi itu kemudian diterima oleh personel yang bertugas untuk ditindaklanjuti. Meskipun laporan masuk melalui kanal digital, petugas tetap melakukan pengecekan secara cermat sebelum menentukan langkah di lapangan.

Bripka Boy Sagita menjelaskan bahwa pada awalnya personel sempat mencurigai laporan tersebut sebagai kemungkinan penipuan. Kecurigaan itu muncul karena sebelumnya terdapat laporan serupa yang diterima melalui media sosial. Ketika didatangi, kondisi di lokasi ternyata tidak sesuai dengan informasi yang disampaikan sehingga laporan tersebut menimbulkan keraguan bagi petugas.

Pengalaman tersebut membuat personel perlu memastikan kebenaran setiap laporan sebelum menuju lokasi. Namun, mereka tidak serta-merta mengabaikan pesan yang masuk dari wanita tersebut. Tim tetap melakukan komunikasi untuk memperoleh keterangan yang lebih jelas mengenai kondisi, alamat, serta kebutuhan yang bersangkutan. Setelah informasi dinilai cukup dan lokasi dapat dipastikan, personel melanjutkan penanganan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

Respons itu menunjukkan bahwa patroli kepolisian tidak hanya berfokus pada pencegahan gangguan keamanan, tetapi juga mencakup bantuan kemanusiaan dalam situasi mendesak. Pemanfaatan Instagram sebagai sarana menyampaikan laporan turut memperlihatkan bahwa masyarakat dapat menghubungi kepolisian melalui berbagai kanal komunikasi. Meski demikian, setiap informasi tetap perlu diverifikasi agar petugas dapat memberikan bantuan secara tepat dan menghindari kesalahpahaman di lapangan.

Personel kepolisian tetap mendatangi lokasi setelah menerima informasi mengenai seorang wanita yang mengalami sakit maag pada dini hari di Kendari. Keputusan tersebut diambil karena lokasi kos berada tidak jauh dari posisi mereka. Jarak yang relatif dekat memungkinkan petugas segera menuju tempat tersebut untuk memastikan keadaan yang disampaikan melalui laporan.

Setibanya di lokasi, personel mendapati bahwa wanita tersebut memang sedang mengalami kesakitan. Kondisinya sesuai dengan informasi yang diterima sebelumnya, sehingga kedatangan polisi bukan sekadar menindaklanjuti laporan secara administratif. Petugas dapat melihat secara langsung bahwa keluhan sakit maag yang disampaikan benar-benar terjadi pada saat itu.

Bripka Boy menegaskan bahwa keluhan tersebut terbukti terjadi ketika personel tiba di lokasi. Pernyataan itu memperjelas alasan polisi tetap datang meskipun kejadian berlangsung pada dini hari. Bagi petugas, informasi mengenai seseorang yang sedang mengalami kesakitan tetap perlu dipastikan secara langsung, terlebih ketika lokasi yang dituju berada dalam jarak yang tidak jauh.

Kehadiran personel di lokasi juga menunjukkan bahwa laporan masyarakat tetap mendapat perhatian, termasuk ketika disampaikan pada waktu istirahat. Setelah mendapati kondisi wanita tersebut, polisi memastikan bahwa informasi awal yang diterima memiliki dasar yang sesuai dengan keadaan sebenarnya. Keterangan Bripka Boy menjadi penegasan bahwa petugas menyaksikan langsung kondisi sakit yang dialami wanita itu saat berada di lokasi.

Berdasarkan pengakuannya kepada personel kepolisian, wanita tersebut meminta bantuan karena sedang mengalami sakit maag pada dini hari. Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki kendaraan untuk bepergian, termasuk untuk membeli obat atau mendatangi fasilitas kesehatan. Kondisi itu membuatnya memilih meminta pertolongan kepada polisi yang berada di sekitar lokasi.

Selain tidak mempunyai kendaraan, wanita tersebut juga mengaku tidak memiliki keluarga di Kendari yang dapat dihubungi untuk membantu. Keadaan tersebut menjadi salah satu alasan ia mendatangi atau meminta bantuan kepada personel Polda Sultra. Dalam situasi itu, polisi kemudian berupaya memastikan kebutuhan obat yang diperlukan agar keluhannya dapat segera ditangani.

Bripka Boy mengatakan, personel sempat mengajak wanita tersebut pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Tawaran itu disampaikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mengantisipasi apabila sakit yang dirasakan memerlukan penanganan lebih lanjut. Personel juga berusaha memberikan pilihan agar wanita tersebut dapat memperoleh pertolongan secara langsung dari tenaga kesehatan.

Namun, wanita itu menyampaikan bahwa dirinya akan sembuh setelah meminum obat. Atas pernyataan tersebut, personel kemudian membantu memenuhi kebutuhan obat yang disampaikannya. Informasi mengenai tidak adanya kendaraan dan keluarga di Kendari, serta tawaran untuk dibawa ke rumah sakit, disampaikan berdasarkan keterangan wanita tersebut dan penjelasan Bripka Boy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *