News  

Petani Widang Menangis, Distribusi Solar Terhambat Usai SPBU Compreng Disanksi, LIN Siap Kawal Aspirasi Warga

TUBAN – Ratusan petani dan pengurus HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air) di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, mengaku resah setelah terhentinya distribusi BBM jenis solar di SPBU 54.623.10 Compreng, Desa Compreng, Kecamatan Widang, yang diketahui mendapat sanksi dari PT Pertamina Patra Niaga.

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian di tengah musim tanam serentak yang sedang berlangsung. Para petani khawatir kelangkaan solar akan menghambat operasional pompa air dan peralatan pertanian yang selama ini bergantung pada pasokan BBM subsidi tersebut.

Pada Jumat (12/6), sejumlah perwakilan HIPPA dan petani dari berbagai desa di Kecamatan Widang mendatangi Kantor Kecamatan Widang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta solusi atas persoalan yang mereka hadapi.

Menurut para petani, selama ini BBM yang kerap diberitakan dan dikaitkan dengan istilah “pengangsu” sebagian besar digunakan untuk kebutuhan sektor pertanian, termasuk mendukung operasional HIPPA dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Petani Desak Pemerintah Bertindak Cepat

Pertemuan yang dihadiri unsur FORKOPIMCA Widang tersebut membahas langkah-langkah penanganan agar aktivitas pertanian tetap berjalan normal di tengah meningkatnya kebutuhan solar selama musim tanam.

Dalam forum tersebut, petani menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah dan instansi terkait, antara lain:

  1. Penambahan kuota rekomendasi barcode dari dinas terkait.
  2. Penambahan kuota solar pada SPBU yang melayani kebutuhan petani.
  3. Percepatan proses pengurusan barcode melalui Badan Penyuluh Pertanian (BPP).
  4. Prioritas pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Pertanian (SPBP) di Kabupaten Tuban.

Para petani menilai langkah tersebut sangat penting untuk menjaga produktivitas pertanian serta mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Kami berharap persoalan ini segera mendapatkan solusi karena usia tanaman padi saat ini masih dini dan sangat membutuhkan dukungan operasional pengairan,” ujar salah satu perwakilan petani.

Usulan Pengalihan Pengambilan Solar ke SPBU Bunut

Perwakilan HIPPA sekaligus pengurus petani Kecamatan Widang, Kundono, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah darurat agar kebutuhan solar petani tetap terpenuhi.

“Kami meminta agar untuk sementara pengambilan BBM solar dialihkan ke SPBU Bunut sambil menunggu SPBU Compreng kembali mendapatkan pasokan. Ini merupakan solusi tercepat yang bisa dilakukan saat ini,” ungkap Kundono.

Ia juga berharap aparat keamanan setempat turut melakukan pengawasan terhadap proses distribusi apabila pengalihan tersebut direalisasikan.

“Kalau nanti sudah ada pengalihan ke SPBU Bunut, kami berharap pihak Polsek dan Koramil ikut mengawal prosesnya agar tidak terjadi persoalan serupa seperti yang terjadi di SPBU Compreng,” tambahnya.

LIN Siap Kawal Aspirasi Petani

Di sisi lain, unsur masyarakat yang turut hadir sebagai kontrol sosial juga menyampaikan dukungannya terhadap perjuangan para petani.

Wakil Direktur Mandala II Lembaga Investigasi Negara (LIN), Markat Noor Hadi, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal aspirasi masyarakat dan petani agar mendapatkan perhatian serius dari pemerintah maupun pihak terkait.

Sementara itu, Ketua KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kecamatan Widang, Kundari, memberikan apresiasi kepada FORKOPIMCA Widang yang dinilai bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

Menurutnya, langkah cepat pemerintah sangat dibutuhkan agar aktivitas pertanian tidak terganggu dan kebutuhan BBM petani dapat segera terpenuhi.

Petani Minta Pertamina Patra Niaga Beri Solusi

Hingga berita ini diterbitkan, para petani masih berharap pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk mencari jalan keluar terkait penghentian pengiriman BBM jenis solar ke SPBU Compreng.

Masyarakat menilai penyelesaian persoalan ini tidak bisa berlarut-larut mengingat sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama perekonomian warga Widang serta berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Petani juga menegaskan akan terus menyuarakan aspirasinya hingga solusi konkret dapat direalisasikan demi keberlangsungan musim tanam yang saat ini sedang berlangsung.

(Redaksi Investigasi)

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *