BANGKA, – Dalam rangka menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka menggelar kegiatan Senam Sehat Bersama yang melibatkan Penggiat Relawan Anti Narkoba, Agen Pemulihan, perangkat desa, organisasi masyarakat, insan pers, serta masyarakat umum di kawasan Kampung Nata Nelayan 1, Jumat (12/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Pra HANI 2026 yang diarahkan langsung oleh Kepala BNN RI dan Kepala BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol. Eko Kristianto, S.I.K., agar pelaksanaan kegiatan pra, puncak, hingga pasca HANI mampu menyentuh langsung masyarakat di tingkat akar rumput, khususnya pada kawasan yang dianggap rawan dan rentan terhadap penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah organisasi kemasyarakatan dan relawan, di antaranya Srikandi Pemuda Pancasila, DPC Lembaga Investigasi Negara (LIN), Agen Pemulihan, perangkat desa, rekan media, serta masyarakat sekitar yang bersama-sama menunjukkan komitmen dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.
Membangun Ketahanan Fisik dan Sosial Masyarakat
Mengusung tema “Masyarakat Bergerak, Indonesia Bersinar: Sehat Tanpa Narkoba”, kegiatan ini menjadi simbol nyata bahwa gaya hidup sehat merupakan salah satu benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
Ratusan peserta tampak antusias mengikuti senam sehat yang berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Momentum ini juga menjadi sarana memperkuat hubungan sosial antarwarga sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan dari ancaman narkotika.

Kepala BNN Kabupaten Bangka, Hari, dalam sambutannya menegaskan pentingnya merebut kembali kawasan rawan narkoba melalui berbagai aktivitas positif yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Kawasan yang dulunya rawan peredaran gelap narkoba harus kita rebut kembali dengan kegiatan positif. Kehadiran agen pemulihan dan relawan di tengah masyarakat adalah bukti bahwa pemulihan itu nyata. Lewat senam ini, kita kirim pesan bahwa masyarakat harus bersatu, hidup sehat, dan bersama-sama melawan narkoba,” tegasnya.
Bukan Sekadar Senam, Tetapi Gerakan Sosial
Selain kegiatan senam sehat, BNN Kabupaten Bangka juga menghadirkan sejumlah agenda edukatif dan pemberdayaan masyarakat, antara lain:
- Testimoni dari Agen Pemulihan yang berhasil pulih dari ketergantungan narkoba dan kini aktif menjadi penggerak di lingkungannya.
- Sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat.
- Layanan konsultasi rehabilitasi gratis.
- Skrining deteksi dini penyalahgunaan narkotika.
- Pembagian doorprize edukatif bagi peserta yang aktif mengikuti kegiatan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kawasan Bersih dari Narkoba (BERSINAR) yang terus didorong oleh BNN melalui pendekatan humanis dan pemberdayaan masyarakat.
Sinergi Menuju HANI 2026
Dalam kesempatan yang sama, IBM Gembira sekaligus perangkat desa, Edo, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif.

“Kami ingin anak-anak muda memiliki ruang untuk sehat, berkarya, dan berprestasi. Ketika lingkungan sudah dipenuhi kegiatan positif, narkoba tidak akan memiliki ruang untuk berkembang,” ujarnya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui strategi pencegahan, edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam Senam Sehat Bersama ini, BNN Kabupaten Bangka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak bersama menjaga keluarga, generasi muda, dan lingkungan dari ancaman narkotika demi mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat, dan siap menuju Indonesia Emas 2045.
Kontak Media:
Humas BNN Kabupaten Bangka
Redaksi:
Suara Investigasi Negara








Responses (3)