KOTA SURABAYA, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 6 October 2026, Ledakan mengguncang kawasan ruko Pakuwon City San Antonio di Jalan Kalisari Utara, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena terjadi di salah satu kawasan ruko yang berada di wilayah Pakuwon City. Informasi awal mengenai kejadian ini menempatkan lokasi ledakan secara jelas di area San Antonio, yang termasuk dalam lingkungan Jalan Kalisari Utara.
Kawasan ruko Pakuwon City San Antonio menjadi titik utama dalam laporan mengenai ledakan tersebut. Lokasinya berada di Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, dan disebut sebagai tempat terjadinya peristiwa pada Selasa, 6 Oktober 2026. Dengan demikian, kejadian ini dapat diidentifikasi berdasarkan rangkaian lokasi tersebut, yakni kawasan ruko Pakuwon City San Antonio, Jalan Kalisari Utara, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur.
Ledakan itu diduga berasal dari Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi yang berada di kawasan ruko Pakuwon City San Antonio. Dugaan tersebut merujuk pada lokasi usaha yang disebut dalam informasi awal terkait sumber ledakan. Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi menjadi titik yang dikaitkan dengan peristiwa tersebut, sementara lokasi kejadiannya berada di area ruko Pakuwon City San Antonio di Jalan Kalisari Utara. Berita mengenai ledakan ini mencakup dua hal utama, yaitu kawasan tempat peristiwa berlangsung dan dugaan sumbernya. Peristiwa berlangsung di Kota Surabaya, tepatnya Kecamatan Mulyorejo, Jawa Timur, dengan Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi sebagai lokasi yang diduga menjadi asal ledakan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menjelaskan bahwa ledakan di kawasan Pakuwon City Surabaya menimbulkan dampak pada puluhan bangunan di sekitar lokasi. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat 41 bangunan yang mengalami kerusakan. Jumlah tersebut terdiri atas 26 ruko dan 15 rumah warga.
Kerusakan yang ditemukan pada bangunan-bangunan itu terutama terlihat pada bagian pintu dan jendela. Kekuatan ledakan menyebabkan sejumlah kaca jendela pecah, sementara beberapa pintu mengalami kerusakan. Selain itu, kanopi pada sejumlah bangunan juga terdampak dan dilaporkan mengalami kerusakan.
Data tersebut mencakup bangunan yang berada di sekitar titik ledakan, baik yang digunakan sebagai tempat usaha maupun sebagai hunian. Ruko menjadi jenis bangunan yang paling banyak terdampak, dengan jumlah 26 unit. Adapun 15 unit lainnya merupakan rumah warga yang berada di kawasan sekitar lokasi kejadian.
Keterangan mengenai dampak bangunan disampaikan berdasarkan hasil pendataan dan pemeriksaan di lapangan. Petugas mencatat kondisi fisik yang terlihat setelah ledakan, termasuk pecahnya jendela, rusaknya pintu, serta kerusakan pada kanopi. Pendataan ini penting untuk memastikan seluruh dampak terhadap lingkungan sekitar tercatat secara akurat.
Dengan demikian, dampak ledakan tidak hanya terlihat pada area utama kejadian, tetapi juga menjangkau bangunan-bangunan di sekitarnya. Sebanyak 41 bangunan, yang terdiri atas 26 ruko dan 15 rumah warga, tercatat terdampak dengan bentuk kerusakan berupa jendela dan pintu pecah serta kanopi rusak. Aparat masih menggunakan data tersebut sebagai bagian dari penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap peristiwa ledakan.
Ledakan di kawasan Pakuwon City, Surabaya, menyebabkan kerusakan pada 41 bangunan. Dari jumlah tersebut, lima bangunan tercatat mengalami kerusakan parah, sedangkan 36 bangunan lainnya mengalami kerusakan ringan. Data ini menunjukkan adanya perbedaan tingkat dampak pada bangunan-bangunan yang berada di sekitar lokasi kejadian, sesuai dengan keterangan mengenai kerusakan yang dihimpun setelah ledakan.
Lima bangunan yang mengalami kerusakan parah menjadi bagian yang paling terdampak dalam peristiwa tersebut. Kerusakan pada kategori ini disebut berkaitan dengan kuatnya ledakan, yang menimbulkan dampak lebih besar pada sejumlah bangunan dibandingkan bangunan lain di sekitarnya. Penyebutan tingkat kerusakan tersebut menggambarkan bahwa daya ledak dirasakan secara signifikan pada area terdampak.
Sementara itu, 36 bangunan mengalami kerusakan ringan. Jumlah tersebut merupakan bagian terbesar dari keseluruhan bangunan yang terdampak. Perbedaan lima bangunan dengan kerusakan parah dan 36 bangunan dengan kerusakan ringan memperlihatkan bahwa dampak ledakan tidak tercatat dalam tingkat yang sama pada seluruh bangunan. Rincian itu disampaikan berdasarkan pendataan kerusakan yang dilakukan terhadap bangunan di sekitar lokasi.
Kerusakan bangunan menjadi salah satu dampak yang dilaporkan setelah ledakan selain kerusakan pada sejumlah kendaraan. Namun, rincian tingkat kerusakan yang tersedia untuk bangunan dibagi ke dalam dua kategori, yaitu parah dan ringan. Sebanyak lima bangunan masuk kategori parah, sementara 36 bangunan masuk kategori ringan. Klasifikasi tersebut menghubungkan kondisi bangunan yang terdampak dengan kuatnya ledakan sebagaimana disebutkan dalam keterangan terkait peristiwa di Pakuwon City, tanpa mengubah rincian jumlah maupun tingkat kerusakan yang telah dilaporkan.
Ledakan di sekitar Pakuwon City Surabaya tidak hanya berdampak pada bangunan, tetapi juga kendaraan yang berada di sekitar lokasi. Polisi mencatat sebanyak 16 kendaraan mengalami kerusakan setelah kejadian tersebut. Kendaraan yang terdampak terdiri atas empat mobil, satu truk, dan 11 sepeda motor. Jumlah itu menunjukkan bahwa dampak ledakan menjangkau berbagai jenis kendaraan yang berada di area sekitar titik kejadian.
Kerusakan pada kendaraan terutama terlihat pada bagian bodi dan kaca spion. Pada sejumlah kendaraan, bagian bodi mengalami kerusakan yang tampak setelah ledakan, sementara kaca spion juga dilaporkan terdampak. Kondisi tersebut menambah daftar kerusakan yang terjadi di sekitar lokasi, selain kerusakan pada puluhan bangunan. Pendataan terhadap kendaraan dilakukan untuk memastikan jumlah dan jenis kendaraan yang mengalami dampak dari peristiwa tersebut.
Rincian kerusakan itu menjadi bagian dari penanganan dan pendataan yang dilakukan oleh pihak kepolisian setelah ledakan. Polisi menduga kerusakan kendaraan terjadi akibat kuatnya getaran yang ditimbulkan saat ledakan. Dugaan tersebut disampaikan sebagai penjelasan sementara mengenai kondisi kendaraan yang berada di sekitar lokasi. Dengan demikian, jumlah kendaraan yang tercatat rusak mencapai 16 unit, terdiri atas empat mobil, satu truk, dan 11 sepeda motor, dengan kerusakan terutama pada bodi serta kaca spion.

