JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 October 2026, Dewan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPC HIPPI) Kepulauan Seribu menegaskan komitmennya untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekaligus mengoptimalkan berbagai potensi daerah. Komitmen tersebut disampaikan dalam pelantikan kepengurusan DPC HIPPI Kepulauan Seribu yang berlangsung di Jakarta pada Senin, 5 Oktober. Momentum ini menjadi penanda dimulainya peran kepengurusan baru dalam memperkuat kontribusi pengusaha terhadap pertumbuhan ekonomi Kepulauan Seribu.
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah HIPPI DKI Jakarta, Uchy Hardiman, dan disaksikan oleh Bupati Kepulauan Seribu, Fadjar Churniawan. Kehadiran pimpinan daerah dalam agenda tersebut menunjukkan pentingnya sinergi organisasi pengusaha dan pemerintah untuk merumuskan langkah yang mendukung perkembangan usaha masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap potensi ekonomi lokal serta mendorong keterlibatan pelaku usaha dalam pembangunan daerah.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran Dewan Pengurus Pusat HIPPI, pengurus DPD HIPPI DKI Jakarta, serta sejumlah pemangku kepentingan. Keterlibatan berbagai unsur itu mencerminkan dukungan terhadap penguatan organisasi dan agenda pemberdayaan ekonomi di Kepulauan Seribu. Kegiatan pelantikan mengusung tema “Kolaborasi Pengusaha Pribumi, Menggerakkan Ekonomi Kepulauan Seribu”, yang menggambarkan arah kepengurusan baru di bawah pimpinan Melissa Hamid. Tema tersebut menempatkan kerja sama sebagai landasan untuk mengembangkan potensi daerah, memperluas peran pengusaha, dan menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Kepulauan Seribu.
Ketua DPC HIPPI Kepulauan Seribu, Melissa Hamid, menegaskan bahwa HIPPI tidak boleh dipandang sekadar sebagai wadah berkumpulnya para pelaku usaha. Menurutnya, organisasi ini merupakan ruang kolaborasi yang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan potensi berbagai pihak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui hubungan yang lebih erat antarpengusaha, HIPPI diharapkan mampu melahirkan inisiatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Kepulauan Seribu.
Melissa berharap HIPPI dapat menjadi tempat bagi para pengusaha, khususnya generasi muda, untuk mengambil peran dalam menggerakkan perekonomian Kepulauan Seribu. Pengusaha muda dinilai memiliki energi, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi yang penting untuk mengembangkan sektor usaha di wilayah kepulauan. Dengan dukungan organisasi, mereka dapat saling bertukar pengetahuan, memperluas jaringan, dan membangun usaha yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Melissa mengajak seluruh anggota membangun kerja sama yang terbuka dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan. Kolaborasi diperlukan agar program pengembangan usaha dapat berjalan lebih terarah, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pasar, hingga penguatan potensi ekonomi lokal. Sinergi dunia usaha, pemerintah, komunitas, dan masyarakat juga dapat membantu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha di Kepulauan Seribu.
Ia menilai pelantikan pengurus bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Melissa ingin menjadikan HIPPI sebagai rumah bersama bagi para pengusaha untuk bertumbuh, berkolaborasi, dan memberi manfaat nyata bagi daerah. Rumah bersama tersebut diharapkan terbuka bagi pelaku usaha dari berbagai latar belakang, sehingga setiap anggota memiliki ruang untuk berkontribusi, memperoleh dukungan, dan bersama-sama menghadirkan kemajuan ekonomi yang inklusif bagi Kepulauan Seribu.
Kepulauan Seribu memiliki beragam sektor ekonomi yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan daerah. Pariwisata menjadi salah satu potensi utama, didukung oleh keindahan pulau, kekayaan bahari, serta pengalaman wisata yang terus dapat dikembangkan. Di samping itu, ekonomi kreatif memiliki ruang luas melalui pengembangan produk kerajinan, seni, konten digital, dan layanan berbasis budaya lokal. Perikanan dan kelautan juga memegang peran penting, baik melalui penangkapan ikan, budi daya, pengolahan hasil laut, maupun jasa pendukungnya.
Potensi lain terlihat pada sektor perdagangan, kuliner, dan jasa. Produk pangan berbahan hasil laut, usaha penyediaan akomodasi, transportasi, pemanduan wisata, serta layanan kebutuhan masyarakat dapat tumbuh seiring meningkatnya aktivitas ekonomi. Namun, pengelolaan seluruh potensi tersebut membutuhkan sinergi yang kuat pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi diperlukan agar kebijakan, investasi, pendampingan, serta partisipasi warga dapat berjalan dalam arah yang sama dan menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.
HIPPI berencana memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui pengembangan kewirausahaan, terutama bagi generasi muda di Kepulauan Seribu. Program tersebut dapat mencakup peningkatan kemampuan mengelola usaha, penyusunan rencana bisnis, penguatan jejaring bisnis, serta pendampingan untuk menghasilkan produk dan layanan yang inovatif. Pelaku usaha juga perlu dibekali pemahaman mengenai pemasaran yang efektif, termasuk pemanfaatan media sosial, platform digital, dan teknologi pembayaran untuk memperluas jangkauan pasar.
Penguatan kapasitas tidak berhenti pada pelatihan, tetapi perlu dilanjutkan dengan akses terhadap mitra, informasi pasar, pembiayaan, dan peluang kerja sama. Dengan jejaring yang lebih luas, pelaku usaha lokal dapat meningkatkan kualitas produk, membangun merek, serta terhubung dengan rantai pasok pariwisata dan sektor lainnya.
Melissa menekankan bahwa pengusaha perlu tumbuh bersama. Keberhasilan tidak semata-mata diukur dari kemampuan mengembangkan bisnis sendiri, tetapi juga dari kesanggupan menciptakan peluang dan membuka lapangan kerja. Pandangan tersebut menempatkan dunia usaha sebagai bagian dari ekosistem pembangunan, sehingga kemajuan setiap pelaku usaha diharapkan turut memperkuat kesejahteraan masyarakat Kepulauan Seribu.
Kepengurusan baru Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kepulauan Seribu membawa target untuk memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Organisasi ini tidak hanya diarahkan menjadi wadah komunikasi para pengusaha, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan gagasan, program, dan kemitraan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan kepengurusan yang lebih solid, HIPPI berkomitmen mendorong pelaku usaha agar semakin adaptif, inovatif, dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia di wilayah kepulauan.
Salah satu perhatian utama kepengurusan baru adalah mendorong lahirnya wirausaha muda. Generasi muda Kepulauan Seribu dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha berbasis kreativitas, teknologi, pariwisata, kelautan, perikanan, kuliner, serta produk lokal. Karena itu, HIPPI berupaya membangun ruang pembinaan dan kolaborasi yang dapat membantu calon pengusaha memperoleh pengetahuan, akses jejaring, pendampingan, dan peluang pasar. Langkah tersebut penting agar pertumbuhan kewirausahaan tidak berlangsung secara sporadis, melainkan berkembang dalam ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan.
HIPPI Kepulauan Seribu juga menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Kolaborasi tersebut dapat diarahkan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, memperkuat kapasitas pelaku usaha, serta mengoptimalkan potensi daerah secara bertanggung jawab. Sinergi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan program yang sesuai dengan karakter geografis Kepulauan Seribu. Pengembangan usaha perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan, pemerataan kesempatan, dan peningkatan kesejahteraan warga di setiap wilayah.
Bupati Kepulauan Seribu Fadjar Churniawan menyambut baik kehadiran HIPPI dan menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu terhadap kiprah organisasi tersebut. Pemerintah kabupaten juga membuka ruang kolaborasi untuk mengembangkan berbagai potensi ekonomi daerah serta memberdayakan pelaku usaha setempat. Dukungan ini menjadi landasan penting bagi terciptanya kerja sama yang lebih terarah, sehingga HIPPI dapat berperan aktif dalam memperkuat perekonomian masyarakat dan memperluas manfaat pembangunan di Kepulauan Seribu.

