Bisnis  

Jakpro Siapkan Transformasi untuk Memperkuat Peran Pengembang Utama Jakarta

Jakpro Siapkan Transformasi untuk Memperkuat Peran Pengembang Utama Jakarta

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 October 2026, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyiapkan transformasi untuk memperkuat posisinya sebagai city master developer atau pengembang utama kota. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menyampaikan arah strategi tersebut dalam diskusi “Ngobrolin Jakarta (Ngojak)” yang digelar Lintas Generasi (Liga) Pro Jakarta di Gedung Gondangdia Lama, Jakarta.

Dalam forum itu, Iwan menjelaskan bahwa penguatan peran Jakpro ditujukan agar dukungan perusahaan terhadap berbagai program dan rencana strategis Pemprov DKI Jakarta dapat berlangsung lebih maksimal. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan proyek properti, tetapi juga mencakup kontribusi yang lebih luas terhadap pembangunan kawasan, pengelolaan aset, serta pengembangan kota secara terpadu. Dengan pendekatan tersebut, Jakpro diharapkan mampu membantu menciptakan ekosistem perkotaan yang mendukung daya saing Jakarta di tingkat nasional maupun internasional.

Target menjadikan Jakarta sebagai kota global menuntut keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk badan usaha milik daerah. Jakpro dituntut mengambil peran dalam pembangunan dan pengembangan kota melalui kerja yang terarah, terukur, dan selaras dengan prioritas pemerintah daerah. Karena itu, perusahaan perlu melakukan pembenahan internal agar proses pengambilan keputusan, koordinasi, dan pelaksanaan program dapat berjalan lebih cepat serta efektif. Transformasi tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas Jakpro dalam menerjemahkan kebutuhan kota menjadi proyek dan layanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penguatan kelembagaan dan perbaikan proses kerja juga penting untuk memastikan setiap inisiatif perusahaan memiliki dampak jangka panjang. Melalui strategi yang lebih terintegrasi, Jakpro dapat memperkuat sinergi dengan Pemprov DKI, pemangku kepentingan, dan masyarakat. Dengan demikian, kontribusinya tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi turut mendukung tata kelola, konektivitas, dan kualitas lingkungan perkotaan. Arah ini menjadi landasan bagi Jakpro untuk menjalankan mandat sebagai pengembang utama Jakarta sekaligus mendukung peningkatan posisi kota dalam jaringan global.

Sebelum menjalankan peran sebagai pengembang utama kota atau city master developer, Jakpro menyiapkan fondasi internal melalui pembenahan menyeluruh. Langkah ini mencakup penguatan sumber daya manusia, penyempurnaan sistem manajemen, serta penataan tata kelola perusahaan. Fondasi tersebut dipandang penting agar setiap rencana dan keputusan perusahaan memiliki arah yang jelas, didukung kapasitas internal yang memadai, serta dapat dijalankan secara konsisten.

Pembenahan sumber daya manusia diarahkan untuk memastikan organisasi memiliki kompetensi dan pola kerja yang sesuai dengan kebutuhan bisnis ke depan. Pada saat yang sama, sistem manajemen akan ditata agar proses kerja menjadi lebih terkoordinasi dan mendukung pengambilan keputusan yang efektif. Dari sisi tata kelola, Jakpro berencana merapikan penerapan good corporate governance (GCG). Perapian ini menjadi bagian penting dalam membangun perusahaan yang lebih tertib, transparan, dan bertanggung jawab dalam menjalankan mandatnya.

Selain memperkuat aspek internal tersebut, Jakpro juga menyusun perencanaan dalam tiga horizon, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Penyusunan rencana berjenjang ini diperlukan untuk menyelaraskan langkah operasional dengan tujuan strategis perusahaan. Dengan demikian, setiap agenda dapat dipersiapkan berdasarkan prioritas dan kesinambungan yang lebih terukur, tanpa kehilangan kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap perkembangan kebutuhan Jakarta.

Iwan menjelaskan bahwa restrukturisasi tersebut ditujukan agar Jakpro dapat menjalankan bisnis secara lebih profesional, lincah, dan fleksibel. Penataan internal juga diharapkan membuat perusahaan lebih fokus pada core business atau bisnis inti. Fokus itu menjadi dasar agar peran Jakpro sebagai pengembang utama Jakarta dapat dijalankan dengan organisasi yang lebih siap, tata kelola yang lebih kuat, serta arah pengembangan yang terencana. Dengan fondasi tersebut, transformasi perusahaan tidak hanya berorientasi pada perubahan struktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas cara kerja dan ketepatan dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Jakpro menyatakan kesiapan untuk mendukung program penataan kabel udara semrawut di Jakarta melalui penyediaan dan pengelolaan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT). Fasilitas ini memungkinkan berbagai jaringan utilitas, termasuk kabel telekomunikasi dan infrastruktur pendukung lainnya, ditempatkan di bawah tanah secara lebih teratur. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan kabel pada ruang udara, meningkatkan keselamatan, serta menciptakan tata kota yang lebih rapi.

Kesiapan tersebut didukung pengalaman Jakpro dalam mengembangkan dan mengelola infrastruktur perkotaan. Pengalaman yang telah dimiliki menjadi modal penting bagi perusahaan untuk kembali berperan aktif dalam agenda penataan kabel udara yang didorong Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung selama lima tahun ke depan. Peran ini sejalan dengan upaya memperkuat posisi Jakpro sebagai pengembang utama Jakarta yang mampu mendukung kebutuhan pembangunan melalui solusi infrastruktur terpadu dan berkelanjutan.

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai kebutuhan, Jakpro telah mengkaji kebutuhan jaringan di seluruh wilayah Jakarta. Kajian tersebut mencakup identifikasi area, kondisi infrastruktur, serta pemetaan jalur yang dinilai perlu mendapatkan prioritas. Hasil pemetaan menjadi dasar untuk menyusun tahapan pekerjaan, menentukan lokasi yang paling mendesak, dan menyesuaikan pembangunan dengan karakteristik setiap kawasan. Pendekatan berbasis data juga membantu mengurangi potensi gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.

Penataan akan dilakukan secara bertahap dan progresif, dengan mempertimbangkan kesiapan teknis, koordinasi antar pemangku kepentingan, serta kemampuan pelaksanaan di lapangan. Dengan proses yang terencana, pemindahan kabel ke dalam SJUT diharapkan berlangsung lebih efektif dan memberikan manfaat yang konsisten. Narasumber menyampaikan bahwa upaya tersebut pada akhirnya dapat membantu memperbaiki estetika kota, sekaligus mendukung terciptanya ruang publik Jakarta yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi warga.

Komitmen Jakpro dalam mengembangkan bisnis dan kawasan perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kampung-kampung yang berada di sekitar atau terdampak proyek. Setiap rencana pembangunan yang bersinggungan dengan permukiman tidak cukup dinilai dari capaian fisik, nilai investasi, maupun perubahan tata ruang semata. Proyek tersebut harus mempertimbangkan kondisi sosial, keberlanjutan ekonomi, serta kualitas lingkungan yang menjadi ruang hidup masyarakat.

Perhatian terhadap aspek sosial mencakup keterlibatan warga sejak tahap perencanaan, komunikasi yang terbuka, dan pemahaman terhadap karakter kampung yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. Dari sisi ekonomi, pengembangan perlu membuka peluang usaha, pekerjaan, dan peningkatan kapasitas bagi masyarakat sekitar, bukan justru memperlebar kesenjangan. Sementara itu, aspek lingkungan menuntut pengelolaan dampak secara terukur, termasuk ketersediaan ruang terbuka, pengendalian polusi, drainase, serta akses publik yang aman dan layak.

Iwan berharap kehadiran bisnis dan pengembangan Jakpro dapat memberikan manfaat positif secara menyeluruh. Manfaat itu tidak hanya dirasakan melalui hadirnya infrastruktur baru, tetapi juga melalui meningkatnya kualitas hidup warga, tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal, dan terjaganya lingkungan sekitar. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan dapat membangun kepercayaan serta menciptakan hubungan yang lebih kuat perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

Akademisi Universitas Negeri Jakarta, Hadi Nasbey, menilai Jakpro bersama anak usahanya telah berkontribusi terhadap pembangunan sekaligus membentuk citra positif Jakarta. Kontribusi itu terlihat melalui pengoperasian LRT Jakarta, revitalisasi Taman Ismail Marzuki, dan pembangunan Jakarta International Stadium. Berbagai proyek tersebut menunjukkan peran perusahaan dalam menghadirkan fasilitas publik dan memperkuat daya tarik ibu kota.

Presidium Liga Pro Jakarta, Rio A Putra, juga mengapresiasi keterbukaan Iwan dalam menerima masukan dari para aktivis Jakarta. Sikap tersebut dinilai penting agar pengembangan kota terus diperbaiki melalui dialog dan evaluasi. Keterbukaan menjadi modal berharga dalam menyongsong status Jakarta sebagai kota global yang inklusif, berkelanjutan, dan tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *