SEMARANG, JAWA TENGAH — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 October 2026, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyatakan bahwa pihaknya belum menerima permintaan resmi dari pelatih timnas Indonesia, John Herdman, terkait penambahan pemain untuk memperkuat skuad. Pernyataan tersebut disampaikan Yunus di sela Kongres Luar Biasa PSSI Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Menurut Yunus, sampai saat ini belum ada pengajuan langsung dari Herdman yang disampaikan melalui mekanisme resmi organisasi. Karena itu, informasi mengenai kemungkinan penambahan pemain masih sebatas pembicaraan yang beredar di ruang publik dan belum dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan.
Sejumlah nama pemain memang muncul di lini masa dan menjadi bahan pembahasan pendukung sepak bola nasional. Namun, kemunculan nama-nama tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa mereka telah diminta untuk bergabung atau masuk dalam daftar rekomendasi pelatih. PSSI masih menunggu komunikasi resmi dari tim kepelatihan sebelum menindaklanjuti isu tersebut.
Penjelasan ini menegaskan bahwa proses pemanggilan pemain tetap harus mengikuti prosedur yang berlaku. Pelatih memiliki kewenangan untuk menyusun kebutuhan tim berdasarkan evaluasi teknis, sedangkan PSSI akan memproses pengajuan tersebut melalui koordinasi dengan klub dan pihak terkait. Tanpa permintaan resmi, belum ada dasar untuk memastikan adanya tambahan pemain dalam skuad timnas Indonesia.
Yunus juga menekankan pentingnya membedakan rumor, wacana, dan keputusan formal. Informasi yang beredar di media sosial dapat berubah dengan cepat, sementara keputusan mengenai komposisi tim nasional membutuhkan pertimbangan menyeluruh, termasuk performa pemain, kebutuhan di setiap posisi, kesiapan fisik, serta agenda pertandingan yang akan dihadapi.
Dengan demikian, publik masih perlu menunggu perkembangan komunikasi John Herdman dan PSSI. Apabila pelatih mengajukan permintaan secara resmi, federasi akan memiliki dasar untuk melakukan pembahasan lebih lanjut dan menyampaikan informasi berikutnya kepada masyarakat.
Yunus menjelaskan bahwa penyampaian kebutuhan pemain Timnas Indonesia bergantung pada mekanisme yang digunakan pelatih. Jika John Herdman memiliki rekomendasi atau menilai ada posisi yang perlu diperkuat, ia dapat menyampaikan permintaan tersebut secara langsung kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Jalur komunikasi itu menjadi salah satu cara resmi bagi pelatih untuk menyampaikan kebutuhan teknis kepada federasi.
Namun, dalam kondisi tertentu, permintaan tersebut juga perlu disampaikan secara tertulis. Dokumen atau pengajuan resmi diperlukan agar PSSI dapat memahami secara jelas posisi yang dibutuhkan, alasan pemilihan pemain, serta pertimbangan teknis yang mendasarinya. Dengan adanya penyampaian formal, federasi memiliki dasar untuk melakukan pembahasan lebih lanjut, termasuk memeriksa kemungkinan pemanggilan dan menyesuaikannya dengan regulasi yang berlaku.
Mekanisme tersebut menjelaskan mengapa PSSI belum dapat menindaklanjuti nama-nama pemain yang hanya muncul dalam pembicaraan publik, pemberitaan, atau lini masa media sosial. Nama yang beredar belum otomatis menjadi permintaan resmi dari pelatih. PSSI tetap perlu menunggu arahan langsung atau pengajuan tertulis dari John Herdman sebelum mengambil langkah konkret. Setelah permintaan diterima melalui jalur yang semestinya, federasi dapat menilai kelayakannya secara lebih terukur dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Proses ini juga membantu menjaga agar keputusan mengenai tambahan pemain tidak didasarkan semata-mata pada spekulasi publik, melainkan pada kebutuhan tim dan pertimbangan kepelatihan yang dapat dipertanggungjawabkan.
PSSI menegaskan bahwa penentuan kebutuhan tambahan pemain Timnas Indonesia sepenuhnya berada di tangan John Herdman. Sebagai pelatih, Herdman dinilai memiliki kewenangan untuk menyusun komposisi skuad sesuai dengan pendekatan permainan, kebutuhan taktik, serta target yang hendak dicapai tim. Karena itu, PSSI belum mengambil keputusan mengenai kemungkinan penambahan pemain sebelum menerima penilaian langsung dari pelatih asal Kanada tersebut.
Yunus menyampaikan bahwa Herdman akan mengatur struktur tim secara menyeluruh. Tugas itu mencakup penentuan pemain yang dianggap sesuai dengan rencana permainan, pembagian peran dalam skuad, serta evaluasi terhadap posisi atau bagian tim yang masih membutuhkan penguatan. PSSI memilih untuk tidak mendahului proses tersebut karena kebutuhan tim seharusnya ditetapkan berdasarkan pengamatan teknis dan evaluasi pelatih.
Sikap ini juga menunjukkan bahwa federasi memberikan ruang yang cukup besar kepada Herdman untuk menjalankan tanggung jawabnya. Penilaian mengenai kualitas dan keseimbangan skuad tidak hanya berkaitan dengan jumlah pemain, tetapi juga dengan kesesuaian karakter, kemampuan menjalankan instruksi, dan kebutuhan di setiap lini. Dengan pertimbangan tersebut, keputusan mengenai tambahan pemain akan menunggu rekomendasi resmi dari Herdman.
Pada saat pernyataan tersebut disampaikan, Herdman masih sedang berlibur. Kondisi itu membuat pembahasan lebih rinci mengenai kebutuhan skuad belum dapat dilakukan bersama pelatih. PSSI masih menunggu kepulangannya sebelum mengadakan komunikasi lanjutan dan membicarakan komposisi tim secara lebih mendalam.
Selama belum ada permintaan resmi dari Herdman, PSSI belum dapat memastikan apakah tim membutuhkan tambahan pemain atau perubahan tertentu dalam susunan skuad. Federasi akan mengikuti hasil evaluasi pelatih dan menjadikan pertimbangan tersebut sebagai dasar untuk menentukan langkah berikutnya. Dengan demikian, keputusan akhir terkait komposisi Timnas Indonesia tetap menunggu arahan teknis dari John Herdman setelah ia kembali dan menyampaikan penilaiannya.
John Herdman sebelumnya menyampaikan bahwa Timnas Indonesia masih memiliki ruang untuk memperkuat komposisi skuad. Pelatih asal Inggris itu menyebut adanya rencana untuk menambahkan sejumlah pemain baru, termasuk pemain diaspora, dalam kurun waktu enam bulan ke depan. Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari persiapan jangka menengah sebelum Garuda tampil pada putaran final Piala Asia 2027 yang akan berlangsung di Arab Saudi.
Rencana itu menunjukkan bahwa Herdman ingin membangun kedalaman skuad secara bertahap. Penambahan pemain diharapkan dapat memperluas pilihan di berbagai posisi, meningkatkan persaingan internal, serta memberikan alternatif taktik ketika menghadapi lawan-lawan dengan karakter permainan berbeda. Pemain diaspora juga menjadi salah satu opsi karena sebagian dari mereka memiliki pengalaman berkompetisi di luar negeri dan dapat membawa standar baru ke dalam lingkungan tim nasional.
Herdman menilai perkembangan sepak bola Indonesia sedang mengarah ke level yang lebih tinggi. Menurut pandangannya, peningkatan kualitas kompetisi, bertambahnya pemain yang berkarier di luar negeri, serta perhatian besar publik terhadap tim nasional menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan tersebut. Namun, proses menuju level yang lebih tinggi tetap membutuhkan perencanaan, pemantauan pemain, dan komunikasi yang jelas pelatih, federasi, serta pihak-pihak terkait.
Meski demikian, rencana yang disampaikan Herdman belum menjadi permintaan resmi kepada PSSI. Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menegaskan bahwa pihaknya belum menerima pengajuan formal mengenai tambahan pemain untuk Timnas Indonesia. Dengan demikian, wacana tersebut masih berada pada tahap pernyataan dan perencanaan awal, belum menjadi daftar kebutuhan yang secara resmi diproses oleh federasi.

