JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 7 October 2026, Badan Pengelola Investasi Danantara menyiapkan mobil Maung Garuda berwarna putih untuk digunakan sebagai kendaraan dinas para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. Rencana tersebut menjadi bagian dari pengadaan kendaraan dinas bagi pejabat pemerintah sekaligus memperluas penggunaan kendaraan nasional dalam lingkungan pemerintahan. Kendaraan buatan dalam negeri itu diproyeksikan mendukung kebutuhan mobilitas pejabat negara dalam menjalankan tugas resmi.
Informasi mengenai persiapan tersebut disampaikan Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa. Ia menjelaskan bahwa distribusi Maung Garuda untuk jajaran menteri dan wakil menteri akan dilakukan setelah kendaraan serupa lebih dahulu digunakan oleh para menteri koordinator serta sejumlah pemimpin lembaga. Penggunaan secara bertahap ini menunjukkan bahwa kendaraan produksi nasional mulai disiapkan untuk mengisi kebutuhan transportasi resmi di berbagai tingkatan pemerintahan.
Pengadaan Maung Garuda itu dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Mobil tersebut diproduksi oleh PT Pindad, perusahaan industri pertahanan nasional yang juga mengembangkan kendaraan untuk kebutuhan strategis negara. Pemilihan kendaraan buatan PT Pindad menegaskan upaya pemerintah untuk mendorong pemanfaatan produk nasional dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Melalui rencana ini, Danantara berperan dalam menyiapkan distribusi kendaraan dinas bagi Kabinet Merah Putih. Maung Garuda putih nantinya diharapkan menjadi sarana pendukung bagi menteri dan wakil menteri ketika melaksanakan agenda pemerintahan, baik di pusat maupun dalam kegiatan kedinasan lainnya. Kebijakan tersebut sekaligus menempatkan kendaraan nasional sebagai bagian dari proyek pengadaan mobil dinas pejabat pemerintah, dengan pelaksanaan yang mengikuti kebutuhan dan arahan pemerintah.
Sigit Puji Santosa menyampaikan bahwa Maung Garuda yang disiapkan untuk digunakan oleh menteri dan wakil menteri memiliki spesifikasi tertentu yang berbeda dari kendaraan yang digunakan Presiden. Pernyataan tersebut memberikan gambaran bahwa kendaraan dinas bagi jajaran menteri dirancang dengan penyesuaian tersendiri, meskipun perbedaan teknis kedua jenis kendaraan itu belum dijelaskan secara rinci.
Menurut Sigit, perbedaan spesifikasi tersebut menjadi bagian dari persiapan penggunaan Maung Garuda bagi para menteri dan wakil menteri. Namun, ia belum memaparkan detail mengenai aspek yang membedakannya dari kendaraan Presiden, baik dari sisi fitur, perlengkapan, maupun penyesuaian lainnya. Informasi yang disampaikan sejauh ini masih terbatas pada adanya perbedaan spesifikasi, sehingga rincian lebih lanjut masih menunggu keterangan berikutnya.
Sigit juga menyampaikan kemungkinan adanya kejutan pada 20 Oktober. Ia tidak menjelaskan bentuk maupun isi kejutan yang dimaksud. Keterangan itu disampaikan ketika Sigit ditemui di sela Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta pada Rabu, 7 Oktober. Dalam kesempatan tersebut, pembahasan mengenai Maung Garuda turut menyoroti rencana pemanfaatannya sebagai kendaraan dinas bagi menteri dan wakil menteri.
Pernyataan Sigit menegaskan bahwa persiapan kendaraan tersebut masih menjadi bagian dari agenda yang terus dikembangkan. Kendati demikian, belum terdapat penjelasan lebih lengkap mengenai spesifikasi yang membedakan kendaraan menteri dan wakil menteri dari kendaraan Presiden. Publik masih perlu menunggu penyampaian resmi berikutnya untuk mengetahui rincian kendaraan itu, termasuk informasi yang mungkin disampaikan bertepatan dengan 20 Oktober.
Penggunaan Maung Garuda buatan PT Pindad sebagai kendaraan dinas mulai berjalan sejak 5 Oktober 2026. Sejumlah menteri koordinator dalam Kabinet Merah Putih dan beberapa pimpinan lembaga telah terlihat menggunakan kendaraan tersebut untuk mendukung kegiatan kedinasan. Perkembangan ini menjadi tahap awal pemanfaatan kendaraan produksi dalam negeri sebagai bagian dari fasilitas transportasi bagi pejabat negara.
Salah satu pejabat yang telah menggunakan Maung Garuda adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Penggunaan kendaraan itu menunjukkan bahwa sebagian pejabat pemerintah sudah menerima dan memanfaatkan fasilitas mobil dinas buatan PT Pindad. Kehadiran kendaraan tersebut juga memperlihatkan penerapan kebijakan penggunaan produk industri pertahanan dan otomotif nasional dalam lingkungan pemerintahan.
Meski demikian, Airlangga menyampaikan bahwa fasilitas kendaraan dinas tersebut belum diterima oleh seluruh anggota Kabinet Merah Putih. Dengan demikian, penggunaan Maung Garuda yang berlangsung sejak 5 Oktober tidak berarti seluruh menteri telah memperoleh kendaraan secara bersamaan. Distribusi pada tahap awal masih mencakup sejumlah menteri koordinator serta pimpinan lembaga tertentu.
Kondisi tersebut perlu dibedakan dari rencana distribusi berikutnya. Pemakaian oleh sebagian pejabat merupakan pelaksanaan yang sudah berjalan, sedangkan penyediaan kendaraan bagi menteri dan wakil menteri lainnya masih menjadi agenda lanjutan. Pemerintah menyiapkan perluasan distribusi agar fasilitas kendaraan dinas buatan PT Pindad dapat diberikan secara lebih merata sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Pemisahan penggunaan awal dan rencana penyaluran berikutnya penting untuk memberikan gambaran yang akurat mengenai perkembangan program ini. Saat ini, Maung Garuda telah digunakan oleh beberapa pejabat, tetapi proses pemenuhan fasilitas bagi anggota kabinet lainnya masih berlangsung. Karena itu, cakupan pengguna kendaraan tersebut berpotensi bertambah setelah distribusi lanjutan kepada menteri dan wakil menteri direalisasikan.
Maung Garuda yang disiapkan sebagai kendaraan dinas bagi para menteri dan wakil menteri disebut memiliki bentuk serta fitur yang kurang lebih serupa dengan Maung MV3 Garuda Limousine. Kesamaan tersebut terlihat dari rancangan kendaraan yang mengusung tampilan formal, kokoh, dan berkarakter kendaraan kenegaraan. Dengan desain yang sejalan, Maung Garuda untuk jajaran kementerian ditempatkan sebagai kendaraan yang mendukung kebutuhan mobilitas pejabat dalam menjalankan tugas resmi.
Kemiripan dengan versi limousine presiden tidak berarti seluruh perlengkapan pada setiap unit dibuat benar-benar identik. Informasi yang tersedia menyebutkan adanya perbedaan pada kelengkapan tertentu, terutama bagian atap kendaraan. Maung MV3 Garuda Limousine yang digunakan sebagai mobil kepresidenan dibekali sunroof, sementara unit Maung Garuda yang diperuntukkan bagi para menteri tidak langsung memperoleh perlengkapan tersebut.
Perbedaan itu menjadi salah satu pembeda kendaraan untuk kebutuhan kepresidenan dan kendaraan dinas kementerian. Secara umum, bentuk dan fitur utama Maung Garuda menteri tetap berada dalam rancangan yang kurang lebih sama dengan Maung MV3 Garuda Limousine. Namun, perlengkapan sunroof sebagaimana terdapat pada mobil kepresidenan bukan bagian dari bekal awal unit untuk para menteri.
Dengan demikian, berdasarkan informasi sumber, Maung Garuda untuk menteri dapat dipahami sebagai kendaraan dengan tampilan dan konsep yang menyerupai versi limousine presiden, tetapi memiliki perbedaan kelengkapan pada bagian tertentu. Perbedaan yang disebutkan secara jelas adalah ketiadaan sunroof pada unit menteri, sedangkan mobil kepresidenan menggunakannya. Di luar hal tersebut, tidak ada rincian spesifikasi teknis tambahan yang dapat ditegaskan berdasarkan informasi yang tersedia.

