Joey Pelupessy Berpisah Cepat dari Pesta Gelar Indonesia demi Laga di Belgia

Joey Pelupessy Berpisah Cepat dari Pesta Gelar Indonesia demi Laga di Belgia

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 7 October 2026, Timnas Indonesia berhasil menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati pertandingan final yang berlangsung dramatis melawan Thailand. Dalam laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026, kedua tim bermain dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Indonesia sempat menunjukkan permainan agresif, tetapi Thailand mampu memberikan perlawanan hingga pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2.

Penentuan juara kemudian harus dilakukan melalui adu penalti. Para pemain Indonesia tampil tenang dalam momen yang penuh tekanan dan akhirnya mengamankan kemenangan dengan skor 4-2. Hasil tersebut memastikan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi milik Indonesia sekaligus menambah catatan penting bagi perjalanan sepak bola nasional. Keberhasilan itu disambut sebagai pencapaian bersejarah yang layak dirayakan oleh pemain, staf pelatih, dan seluruh pendukung.

Suasana di Stadion Utama Gelora Bung Karno langsung berubah menjadi pesta besar setelah penalti terakhir berhasil dieksekusi. Puluhan ribu suporter menyanyikan lagu-lagu dukungan, mengibarkan bendera merah putih, serta meneriakkan nama para pemain yang membawa Indonesia meraih gelar. Para pemain pun ikut merayakan kemenangan di lapangan sebelum mengangkat trofi di hadapan publik Jakarta.

Kemeriahan tidak hanya berlangsung di dalam stadion. Masyarakat di berbagai daerah turut menggelar konvoi dan perayaan spontan di jalan-jalan utama. Kendaraan dihiasi atribut tim nasional, sementara kelompok suporter berkumpul untuk menyaksikan ulang momen kemenangan melalui layar bersama. Euforia tersebut menjadi latar utama pesta juara Indonesia, yang semestinya juga menjadi kesempatan bagi seluruh anggota tim untuk menikmati keberhasilan tersebut, termasuk Joey Pelupessy. Namun, gelandang tersebut harus berpisah lebih cepat dari perayaan karena segera bersiap menjalani laga di Belgia.

Joey Pelupessy tidak dapat berlama-lama menikmati pesta gelar bersama Timnas Indonesia di Jakarta. Setelah membantu skuad merayakan pencapaian tersebut, gelandang jangkar berusia 33 tahun itu harus segera menuju bandara. Agenda bersama klub telah menantinya di Belgia, sehingga waktu untuk menikmati suasana kemenangan dan berkumpul dengan rekan-rekan di tanah air menjadi sangat terbatas.

Joey dijadwalkan kembali memperkuat Lommel SK dalam lanjutan Jupiler Pro League melawan Waasland-Beveren pada Sabtu, 10 Oktober 2026 dini hari WIB. Pertandingan pekan kedelapan tersebut akan digelar di Freethiel Stadion. Lommel membutuhkan tambahan poin setelah kesulitan meraih kemenangan dalam tiga pertandingan liga terakhir. Kehadiran Joey di lini tengah pun penting untuk membantu tim menjaga keseimbangan permainan, terutama ketika klub berusaha mengakhiri periode tanpa kemenangan itu.

Situasi tersebut membuat perjalanan Joey berlangsung dengan jadwal yang sangat padat. Ia hanya memiliki waktu lima hari untuk beristirahat, memulihkan kondisi fisik, menempuh perjalanan udara panjang, lalu kembali bersiap menghadapi pertandingan. Rangkaian aktivitas itu tentu mengurangi kesempatan pemulihan secara optimal, terlebih laga klub membutuhkan kesiapan fisik dan konsentrasi tinggi. Meski demikian, Joey tetap harus mengatur waktu sebaik mungkin agar dapat segera bergabung dengan Lommel. Kepergiannya lebih awal dari pesta gelar di Jakarta bukan karena berkurangnya apresiasi terhadap keberhasilan tim nasional, melainkan akibat tanggung jawab profesional bersama klub Belgia. Perbedaan jadwal kompetisi membuat pemain harus membagi perhatian kebanggaan membela negara dan tuntutan untuk tampil dalam agenda klub yang sudah ditetapkan.

Setelah pertandingan final, Joey Pelupessy hanya memiliki waktu singkat untuk menikmati keberhasilan Indonesia. Gelandang tersebut sebenarnya ingin bergabung dengan rekan-rekannya dalam pesta gelar di pusat kota Jakarta. Namun, keadaan membuat keinginannya itu tidak dapat terwujud. Dalam wawancara dengan media Belanda, Tubantia, Joey menjelaskan bahwa dirinya dan Kevin Diks harus segera meninggalkan rombongan karena memiliki agenda perjalanan yang tidak bisa ditunda.

Joey tetap sempat merasakan momen penting setelah peluit akhir berbunyi. Ia mengangkat trofi bersama tim, kemudian mengikuti perayaan singkat di ruang ganti. Momen tersebut menjadi kesempatan terbatas untuk merayakan gelar sebelum ia harus memikirkan perjalanan berikutnya. Pernyataannya kepada Tubantia menunjukkan bahwa ia tidak meninggalkan perayaan karena kurang menghargai pencapaian tim, melainkan karena tuntutan jadwal yang praktis.

Keinginan untuk ikut menuju pusat kota Jakarta akhirnya hanya berhenti sebagai rencana. Joey menyampaikan bahwa ia ingin bersama para pemain lain dalam pesta tersebut, tetapi dirinya dan Kevin Diks harus langsung berangkat. Setelah perayaan singkat di ruang ganti, keduanya menuju bandara untuk melanjutkan perjalanan ke Belgia. Dengan demikian, pengalaman Joey setelah final berlangsung dalam rangkaian yang padat: mengangkat trofi, merayakan kemenangan sebentar bersama tim, lalu meninggalkan Jakarta sebelum dapat menikmati pesta gelar di pusat kota. Situasi itu membuat Joey berpisah lebih cepat dari rombongan, meskipun ia tetap menjadi bagian dari keberhasilan Indonesia di final.

Joey Pelupessy memainkan peran penting dalam perjalanan Indonesia hingga meraih gelar juara. Bersama Kevin Diks dan Elkan Baggott, ia mencatat menit bermain penuh sepanjang turnamen. Ketiganya selalu dipercaya sebagai starter dan tidak pernah digantikan dalam empat pertandingan, sejak fase grup hingga laga final. Konsistensi tersebut menunjukkan kepercayaan pelatih sekaligus kontribusi besar mereka dalam menjaga keseimbangan permainan tim di setiap pertandingan.

Setelah Indonesia memastikan kemenangan pada partai puncak, Joey mengungkapkan kesannya terhadap pengalaman tersebut. Mantan pemain Groningen itu menyebut keberhasilan tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa, bahkan lebih besar daripada perkiraannya ketika berangkat 14 hari sebelumnya. Dalam waktu singkat, ia tidak hanya menjalani rangkaian pertandingan penting, tetapi juga menjadi bagian dari momen bersejarah bersama skuad Merah Putih.

Joey juga menyoroti berbagai hal yang membuat turnamen tersebut terasa istimewa. Ia melihat spanduk FIFA di sekitar stadion, serta menyaksikan kehadiran Presiden Indonesia dan Presiden FIFA Gianni Infantino pada laga final. Menurutnya, atmosfer pertandingan semakin kuat karena sejumlah mantan pemain top turut hadir, termasuk Dimitar Berbatov dan Pedro. Keduanya datang untuk membawa trofi ke stadion sebelum pertandingan dimulai.

Kehadiran para tokoh tersebut membuat Joey semakin menyadari besarnya peristiwa yang sedang ia jalani. Spanduk FIFA, jajaran pemimpin negara dan federasi sepak bola dunia, serta mantan bintang yang membawa trofi memberikan gambaran nyata mengenai skala pencapaian Indonesia. Bagi Joey, seluruh rangkaian itu mempertegas bahwa gelar tersebut bukan sekadar hasil dari empat pertandingan, melainkan sebuah pengalaman besar yang akan melekat dalam perjalanan kariernya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *