Jejak Akademik Mohammad Hatta Diabadikan di Erasmus University Rotterdam

Jejak Akademik Mohammad Hatta Diabadikan di Erasmus University Rotterdam

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 7 October 2026, Untuk pertama kalinya dalam sejarah, salinan ijazah seorang wakil presiden Republik Indonesia dipajang secara permanen di lingkungan kampus ternama dunia. Tokoh yang mendapat penghormatan tersebut adalah Mohammad Hatta, proklamator kemerdekaan sekaligus wakil presiden pertama Indonesia. Pemasangan salinan ijazah ini menjadi penanda penting bagi hubungan sejarah pendidikan, perjuangan kebangsaan, dan penghargaan internasional terhadap warisan intelektual Indonesia.

Salinan ijazah perguruan tinggi Mohammad Hatta kini dapat disaksikan secara permanen di Erasmus University Rotterdam, Belanda. Dokumen tersebut berkaitan dengan masa pendidikan Hatta di institusi yang dahulu bernama Handels Hoogeschool atau Sekolah Tinggi Ekonomi. Di tempat inilah Hatta menempuh studi ekonomi dan membangun dasar pemikiran yang kemudian memengaruhi kiprahnya sebagai pemimpin, negarawan, serta pemikir ekonomi Indonesia.

Penempatan salinan ijazah itu tidak sekadar menjadi bagian dari koleksi sejarah kampus. Kehadirannya juga memperkenalkan perjalanan akademik Hatta kepada masyarakat internasional, khususnya generasi mahasiswa dan peneliti yang mempelajari ekonomi, politik, serta sejarah Indonesia. Rekam pendidikan tersebut memperlihatkan bahwa perjuangan Hatta dalam membangun bangsa berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan pengalaman intelektual di Eropa.

Bagi Indonesia, penghormatan di Erasmus University Rotterdam memiliki arti simbolis yang kuat. Nama Hatta tidak hanya dikenang melalui perannya dalam Proklamasi Kemerdekaan dan pemerintahan awal Republik, tetapi juga melalui jejak akademiknya. Sementara itu, bagi Erasmus University Rotterdam, pemajangan salinan ijazah tersebut menjadi pengingat atas hubungan historis dengan salah satu tokoh utama Indonesia. Dokumen itu menghubungkan masa lalu dan masa kini, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan dapat membentuk gagasan yang berdampak jauh melampaui ruang kelas dan batas negara.

Penghormatan terhadap Mohammad Hatta di Erasmus University Rotterdam tidak hanya hadir dalam catatan sejarah, tetapi juga diwujudkan melalui sebuah ruang khusus di lingkungan kampus. Di kompleks Kampus Woudestein, Rotterdam, terdapat bangunan yang diberi nama Hatta Building. Menurut informasi Erasmus University Rotterdam, aula bangunan tersebut menjadi tempat dipajangnya salinan ijazah Bung Hatta bersama ringkasan biografi yang menjelaskan perjalanan akademik dan kiprahnya. Penyajian itu menjadi penanda hubungan Hatta dan institusi pendidikan tempat ia menempuh studi ekonomi pada masa lalu.

Salinan ijazah tersebut memberikan bentuk penghormatan yang bersifat personal sekaligus akademik. Dokumen itu tidak berdiri sendiri, karena ditempatkan bersama keterangan biografis agar pengunjung dapat memahami sosok Hatta secara lebih utuh. Riwayat singkat tersebut menghubungkan masa pendidikan Hatta di Rotterdam dengan perannya sebagai pemikir, tokoh pergerakan kemerdekaan, serta wakil presiden pertama Indonesia. Dengan demikian, penghormatan di Hatta Building bukan sekadar pemberian nama gedung, melainkan upaya menjaga ingatan terhadap kontribusi seorang alumni yang memiliki pengaruh besar bagi sejarah Indonesia.

Hatta Building sendiri berdiri sejak 2009 dan kini digunakan sebagai asrama mahasiswa. Meski demikian, keberadaan bangunan beserta kisah di balik namanya sempat tidak banyak diketahui. Informasi mengenai tempat tersebut bahkan belum sepenuhnya dikenal oleh pengunjung, staf museum, maupun mahasiswa di lingkungan kampus. Keluarga Bung Hatta baru memperoleh informasi resmi mengenai Hatta Building pada 2014. Informasi itu disampaikan melalui bantuan Kwik Kian Gie, alumnus Erasmus University Rotterdam yang turut membantu memperkenalkan kembali jejak akademik Hatta kepada keluarga dan masyarakat Indonesia. Fakta tersebut menunjukkan bahwa warisan sejarah kadang tetap hadir di ruang publik, tetapi memerlukan upaya khusus untuk ditemukan, didokumentasikan, dan dikenalkan kepada generasi berikutnya.

Perjalanan pendidikan Mohammad Hatta dimulai di Padang. Pada 1919, ia menyelesaikan pendidikan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs atau MULO. Dalam sistem pendidikan pada masa kolonial, MULO setara dengan sekolah menengah pertama. Setelah menamatkan pendidikan tersebut, Hatta melanjutkan sekolah ke Batavia, yang kini dikenal sebagai Jakarta. Langkah ini menjadi tahap berikutnya dalam perjalanan akademiknya sebelum ia meneruskan pendidikan ke luar negeri.

Di Batavia, Hatta bersekolah di Prins Hendrik School. Lembaga tersebut merupakan sekolah dagang menengah dengan masa studi lima tahun. Pendidikan di dalamnya terdiri atas tiga tahun pendidikan dasar High Burger School dan dua tahun pendalaman perdagangan. Karena telah menamatkan MULO, Hatta dapat langsung diterima di kelas pertama bagian perdagangan. Dengan demikian, pendidikan sebelumnya di Padang menjadi dasar bagi kelanjutannya di bidang perdagangan di Batavia.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Prins Hendrik School, Hatta berangkat ke Belanda. Ia tiba pada 5 September 1921 untuk belajar di Handels Hoogeschool. Rotterdam dipilih karena program dan fasilitas pendidikan lanjutan yang dibutuhkan lebih tersedia di kota tersebut. Keterangan mengenai alasan pemilihan Rotterdam itu tercantum dalam autobiografi Mohammad Hatta: Biografi Politik yang terbit pada 1990. Keputusan untuk melanjutkan pendidikan di Rotterdam berbeda dari keinginan orang tua Hatta. Mereka berharap Hatta meneruskan sekolah ke Makkah dan Mesir. Rangkaian tersebut memperlihatkan perpindahan pendidikan Hatta secara kronologis, dari MULO di Padang, kemudian Prins Hendrik School di Batavia, hingga Handels Hoogeschool di Rotterdam.

Penghormatan kepada Mohammad Hatta di Erasmus University Rotterdam memiliki makna historis yang kuat. Semasa hidupnya, Hatta dikenal sebagai tokoh Indonesia yang gigih menentang pemerintahan kolonial Belanda. Sikap tersebut menempatkannya dalam posisi berseberangan dengan kekuasaan kolonial dan menjadikan perjuangannya bagian penting dari sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, pengabadian namanya di lingkungan salah satu universitas terkemuka di Eropa memperlihatkan hubungan sejarah yang menarik: sosok yang dahulu melawan kolonialisme justru dikenang secara terhormat di negeri yang pernah menjalankan kekuasaan kolonial atas Indonesia.

Penghormatan tersebut tidak dapat dilepaskan dari perjalanan akademik Hatta di Rotterdam. Kota itu menjadi tempat Hatta menempuh pendidikan ekonomi, sekaligus ruang yang memperluas wawasan intelektualnya. Di sana, ia tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga berhadapan dengan berbagai pemikiran mengenai ekonomi, masyarakat, dan tata pemerintahan. Pengalaman pendidikan tersebut kemudian menjadi salah satu unsur yang membentuk cara pandangnya terhadap persoalan ekonomi Indonesia setelah merdeka.

Jejak akademik itu penting karena gagasan ekonomi Hatta tidak lahir secara terpisah dari pengalaman hidup dan pendidikannya. Pendidikan ekonomi yang ditempuh di Rotterdam turut membekali dirinya dengan kerangka berpikir untuk memahami persoalan kesejahteraan, kemandirian, dan pengelolaan sumber daya. Pengetahuan tersebut berpadu dengan kepeduliannya terhadap nasib rakyat serta cita-cita membangun Indonesia yang berdaulat. Dengan demikian, hubungan Hatta dengan Rotterdam bukan sekadar catatan biografis, melainkan bagian dari proses intelektual yang turut memengaruhi pemikirannya.

Kini, hubungan itu hadir dalam bentuk penghormatan yang dapat dilihat secara nyata. Salinan ijazah Hatta dipajang di kampus tempat ia pernah belajar, sehingga perjalanan pendidikannya tetap dapat dikenang oleh lingkungan akademik. Selain itu, nama Hatta digunakan untuk sebuah gedung di lingkungan Erasmus University Rotterdam. Kehadiran salinan ijazah dan nama gedung tersebut menegaskan bahwa jejak pendidikan Hatta tidak hanya tercatat dalam sejarah, tetapi juga terus hidup sebagai simbol pertukaran pengetahuan, penghargaan akademik, dan hubungan historis Indonesia dengan Rotterdam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *