AMBON, MALUKU — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 October 2026, Komando Daerah Militer (Kodam) XV/Pattimura menyalurkan 500 paket sembako kepada masyarakat di Kota Ambon. Bantuan tersebut dibagikan di Lapangan Merdeka Ambon sebagai bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Penyaluran ini mempertemukan institusi pertahanan dengan masyarakat melalui kegiatan sosial yang diselenggarakan dalam suasana peringatan hari jadi TNI.
Jumlah 500 paket menunjukkan cakupan bantuan yang ditujukan kepada warga secara luas. Masyarakat Ambon menjadi penerima manfaat utama dari kegiatan yang digelar oleh Kodam XV/Pattimura tersebut. Lapangan Merdeka dipilih sebagai lokasi pembagian, sehingga kegiatan bantuan ini berlangsung di salah satu ruang publik yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di Ambon.
Penyaluran sembako itu menjadi salah satu bentuk kegiatan sosial yang menyertai peringatan HUT ke-81 TNI. Momentum hari ulang tahun tidak hanya menandai perjalanan TNI, tetapi juga menjadi kesempatan bagi satuan di daerah untuk menghadirkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui bantuan tersebut, Kodam XV/Pattimura menyampaikan perhatian kepada warga Ambon dalam konteks perayaan HUT TNI.
Dengan pembagian 500 paket di Lapangan Merdeka, kegiatan ini menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam peringatan tersebut. Bantuan yang disalurkan oleh Kodam XV/Pattimura memperlihatkan adanya kegiatan sosial yang ditujukan bagi warga sebagai penerima manfaat. Peristiwa ini sekaligus menjadi catatan kegiatan kemasyarakatan Kodam XV/Pattimura dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI di Ambon.
Penyaluran 500 paket sembako oleh Kodam Pattimura pada peringatan HUT ke-81 TNI menyasar masyarakat yang membutuhkan di wilayah Ambon. Bantuan tersebut diberikan kepada sejumlah kelompok yang menjalankan aktivitas sehari-hari dengan mengandalkan pekerjaan di sektor transportasi, serta kepada anak-anak sekolah. Sasaran ini mencerminkan jangkauan perhatian TNI terhadap berbagai lapisan masyarakat di wilayah Maluku.
Penerima bantuan mencakup penarik becak, sopir angkutan kota, pengemudi ojek pangkalan, dan pengemudi ojek daring. Kelompok-kelompok tersebut merupakan bagian dari masyarakat yang beraktivitas melayani mobilitas warga dalam keseharian. Melalui penyaluran paket sembako, Kodam Pattimura memberikan perhatian kepada mereka sebagai bagian dari masyarakat yang membutuhkan di Ambon.
Selain pekerja sektor transportasi, anak-anak sekolah juga termasuk dalam sasaran pembagian paket sembako. Kehadiran pelajar dalam daftar penerima menunjukkan bahwa bantuan tidak hanya menjangkau orang-orang yang bekerja di ruang publik, tetapi juga kelompok anak-anak yang berada dalam lingkungan pendidikan. Penyaluran ini menjadi bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat di wilayah Maluku, khususnya para pekerja transportasi dan pelajar.
Pemilihan sasaran tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan sosial dalam rangka HUT ke-81 TNI diarahkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dengan latar belakang yang beragam. Penarik becak, sopir angkutan kota, pengemudi ojek pangkalan, pengemudi ojek daring, dan anak-anak sekolah menjadi bagian dari penerima bantuan yang dijangkau dalam kegiatan di Ambon. Dengan demikian, pembagian sembako mencakup masyarakat yang sehari-hari bekerja di sektor transportasi sekaligus para pelajar di wilayah tersebut.
Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko menyampaikan bahwa pembagian 500 paket sembako kepada warga Ambon merupakan wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat. Kegiatan sosial tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI sekaligus menjadi bentuk pengabdian nyata di tengah kehidupan warga. Menurutnya, bantuan yang disalurkan tidak semata-mata dilihat dari nilai materi, tetapi juga dari perhatian dan kepedulian yang menyertai kehadiran prajurit di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, kegiatan itu turut memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Hubungan yang erat prajurit dan masyarakat perlu terus dibangun melalui berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan warga. Dengan demikian, TNI tidak hanya hadir ketika menjalankan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga mengambil bagian dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial di wilayah penugasannya.
Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko menegaskan bahwa TNI akan hadir sebagai solusi bagi pihak-pihak yang membutuhkan bantuan. Kehadiran tersebut diupayakan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah pelosok dan memiliki keterbatasan akses terhadap bantuan. TNI, lanjutnya, berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial dan pengabdian sesuai kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat.
Ia berharap kehadiran TNI benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Karena itu, setiap kegiatan sosial perlu dilaksanakan secara tepat sasaran, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Pandangan tersebut menegaskan bahwa tugas TNI memiliki ruang pengabdian yang luas. Selain menjaga pertahanan dan keamanan negara, prajurit juga berperan mendukung kesejahteraan masyarakat melalui kepedulian, pelayanan, serta aksi sosial di berbagai wilayah, termasuk Maluku.
Kasdam mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah Maluku. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat soliditas dalam menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi kehidupan sosial dan keamanan daerah. Kerja sama aparat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga dinilai penting agar setiap persoalan dapat dihadapi secara bersama melalui komunikasi dan koordinasi yang baik.
Hubungan yang terjaga TNI dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan suasana yang aman dan stabil. Kedekatan tersebut tidak hanya mendukung pelaksanaan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepercayaan serta kepedulian bersama terhadap kondisi daerah. Dengan suasana yang kondusif, masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara lebih tenang, sementara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat melaksanakan program pembangunan sesuai dengan kebutuhan di Maluku.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyebut peringatan HUT ke-81 TNI sebagai momentum untuk semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat di Maluku. Menurutnya, peringatan tersebut juga perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan profesionalisme TNI bersama rakyat. Ia menilai hubungan yang kuat TNI dan masyarakat penting bagi keamanan serta stabilitas daerah, sehingga pembangunan di Maluku dapat berlangsung secara berkelanjutan. Karena itu, semangat kebersamaan dan soliditas perlu terus dijaga oleh seluruh elemen di wilayah Maluku.

