Dugaan Pesta Narkoba di Rutan Depok Diselidiki, Dua Petugas Diperiksa

Dugaan Pesta Narkoba di Rutan Depok Diselidiki, Dua Petugas Diperiksa

KOTA DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 October 2026, Dugaan pesta narkoba di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Kota Depok, Jawa Barat, tengah diselidiki. Dugaan tersebut mencuat setelah sebuah video beredar dan memperlihatkan aktivitas sejumlah orang di dalam sebuah ruangan. Berdasarkan pendalaman awal, video itu dipastikan direkam di area Rutan Kelas I Kota Depok. Kepastian mengenai lokasi tersebut menjadi dasar bagi pihak rutan untuk menelusuri lebih lanjut peristiwa yang terlihat dalam rekaman.

Kepala Rutan Kelas I Kota Depok Ario Galih Maduseno membenarkan bahwa lokasi yang tampak dalam video merupakan bagian dari Rutan Depok. Pernyataan itu disampaikan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap isi rekaman dan mencocokkannya dengan kondisi area di dalam rutan. Ario menyebut tempat yang terlihat dalam video merupakan bagian dari kamar rutan Depok. Dengan demikian, beredarnya video tersebut tidak lagi dipandang sebagai informasi tanpa dasar mengenai lokasi kejadian.

Ario mengatakan pihak rutan telah melakukan pendalaman terkait video yang beredar. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai peristiwa dan memastikan fakta-fakta yang berkaitan dengan rekaman tersebut. Penyelidikan masih berfokus pada informasi yang dapat diverifikasi dari video serta kondisi di area rutan. Pihak terkait belum menyampaikan keterangan lebih jauh mengenai unsur-unsur lain dalam rekaman itu. Karena itu, informasi tentang waktu perekaman, jenis zat yang diduga terlibat, maupun identitas orang-orang yang tampak dalam video belum dapat dipastikan. Kepastian bahwa rekaman dibuat di dalam rutan menjadi informasi awal dalam proses pemeriksaan yang sedang berlangsung.

Pemeriksaan awal dilakukan terhadap kamar di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Depok yang diduga berkaitan dengan video mengenai pesta narkoba yang beredar. Dari hasil pengecekan sementara, diketahui terdapat sekitar 22 warga binaan yang menempati kamar tersebut. Data itu menjadi bagian penting dalam penelusuran karena penyidik internal perlu memastikan kondisi kamar, aktivitas para penghuni, serta kemungkinan adanya informasi yang dapat menjelaskan peristiwa dalam video.

Pihak rutan kemudian mendalami sekitar tiga hingga empat warga binaan yang dinilai perlu dimintai keterangan lebih lanjut. Pendalaman tersebut dimaksudkan untuk mengetahui peran dan kemungkinan keterlibatan masing-masing dalam dugaan kejadian. Pemeriksaan juga dilakukan guna menguji kesesuaian keterangan para penghuni dengan temuan awal serta informasi yang muncul dari video. Namun, proses ini masih berlangsung sehingga belum dapat disimpulkan siapa yang terlibat, bagaimana rangkaian peristiwanya, atau apakah terdapat pihak lain yang berkaitan.

Kepala Rutan Depok, Ario, menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap fakta di balik video yang beredar. Menurutnya, setiap informasi perlu ditelusuri melalui pemeriksaan dan pendalaman keterangan secara menyeluruh. Sikap tersebut diperlukan agar penanganan perkara tidak hanya didasarkan pada dugaan atau potongan informasi yang beredar di publik. Ario juga menegaskan bahwa status warga binaan maupun pihak lain yang sedang dimintai keterangan masih berada dalam tahap pemeriksaan. Dengan demikian, belum ada kepastian mengenai keterlibatan mereka dalam dugaan pesta narkoba tersebut. Pihak rutan masih mengumpulkan fakta dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut sebelum mengambil kesimpulan atau menentukan langkah berikutnya.

Pihak Rumah Tahanan Negara (Rutan) Depok mengakui adanya dugaan keterlibatan petugas dalam kegiatan yang tengah diselidiki. Pengakuan tersebut disampaikan Ario, yang menjelaskan bahwa proses penanganan tidak hanya berfokus pada dugaan pesta narkoba, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya peran dari unsur internal rutan. Keterangan itu menjadi bagian dari langkah pemeriksaan untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara lebih menyeluruh.

Saat berita ini disusun, dua petugas rutan sedang menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penanganan atas dugaan yang muncul. Ario menyebut pemeriksaan masih berlangsung, sehingga belum terdapat keterangan final mengenai posisi maupun peran kedua petugas tersebut dalam kegiatan yang sedang diselidiki. Identitas, jabatan, serta bentuk dugaan keterlibatan mereka belum disampaikan dalam bahan keterangan yang tersedia.

Penting membedakan dugaan keterlibatan dan fakta yang telah dipastikan. Pernyataan bahwa dua petugas diperiksa menunjukkan adanya proses klarifikasi dan pendalaman, bukan penetapan bahwa mereka terbukti ikut terlibat. Hingga tahap ini, hal yang dapat dipastikan adalah adanya penyelidikan terhadap dugaan kegiatan tersebut serta pemeriksaan terhadap dua petugas. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan memberikan kejelasan mengenai apakah terdapat pelanggaran, bagaimana peristiwa berlangsung, dan apakah dugaan keterlibatan itu memiliki dasar yang cukup.

Ario juga tidak menyebutkan nama maupun jabatan kedua petugas yang diperiksa. Karena itu, informasi mengenai keterlibatan mereka perlu disampaikan secara hati-hati dengan tetap menggunakan istilah dugaan. Langkah tersebut penting agar proses pemeriksaan tidak disamakan dengan pembuktian, sekaligus menjaga agar pemberitaan mengikuti perkembangan resmi dari pihak rutan dan proses penyelidikan yang sedang berjalan.

Di tengah penyelidikan atas dugaan pesta narkoba di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Depok, Kepala Rutan Depok Ario menyampaikan langkah-langkah internal yang telah dilakukan sejak dirinya menerima amanah tersebut. Ario menyebut bahwa masa jabatannya sebagai Kepala Rutan Depok baru berjalan sekitar satu bulan. Karena itu, berbagai penguatan yang dilakukan ditempatkan sebagai bagian dari upaya awal untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan pengawasan di lingkungan rutan.

Menurut Ario, penguatan tidak hanya diarahkan kepada personel, tetapi juga mencakup warga binaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap unsur di dalam rutan menjalankan peran sesuai ketentuan serta untuk memperkuat kontrol terhadap aktivitas sehari-hari. Penataan dan penguatan personel menjadi salah satu perhatian, bersamaan dengan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi pelanggaran yang dapat mengganggu keamanan lingkungan pemasyarakatan.

Selain penguatan sumber daya manusia, pengawasan juga ditingkatkan melalui pelaksanaan razia. Ario menyampaikan bahwa razia dilakukan secara insidental maupun rutin. Pola tersebut dimaksudkan untuk menjaga pemeriksaan tetap berjalan dan tidak hanya dilakukan ketika muncul dugaan pelanggaran. Pemeriksaan berkala dan pemeriksaan yang dilakukan sewaktu-waktu menjadi bagian dari langkah internal untuk memantau kondisi rutan serta mengantisipasi masuknya barang atau kegiatan yang dilarang.

Langkah-langkah itu disampaikan sebagai konteks penanganan internal setelah dugaan pesta narkoba mencuat dan dua petugas diperiksa. Peningkatan pengawasan serta razia menunjukkan adanya perhatian terhadap pengendalian situasi di dalam Rutan Depok, namun pelaksanaannya tidak dapat dipandang sebagai penanda bahwa perkara tersebut telah selesai. Pemeriksaan terhadap dugaan yang muncul tetap menjadi bagian penting untuk menjelaskan peristiwa secara menyeluruh. Ario belum menyampaikan hasil akhir pemeriksaan, bentuk sanksi, ataupun perkembangan proses hukum terkait dugaan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *