Bolaang Mongondow Selatan – Komitmen tegas Presiden Prabowo Subianto dalam membasmi korupsi kini benar-benar diuji di Desa Dominanga, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Proyek pembangunan Pasar Tipe C dengan anggaran lebih dari Rp6 miliar dari APBN Tahun 2019 hingga kini terbengkalai dan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bangunan pasar yang semestinya menjadi pusat aktivitas ekonomi warga justru berubah menjadi simbol kekecewaan publik. Sejak mulai dibangun pada 2019, proyek tersebut tak kunjung rampung. Hingga memasuki tahun 2026, belum ada kejelasan penyelesaian maupun laporan pertanggungjawaban yang transparan kepada masyarakat.

Warga Dominanga menilai kondisi ini bukan sekadar keterlambatan proyek, tetapi diduga kuat sarat penyimpangan anggaran. Dana miliaran rupiah yang seharusnya menggerakkan ekonomi rakyat kecil justru terkesan “menguap”, sementara para pedagang tetap berjualan dengan fasilitas seadanya.
“Kalau ini bukan bentuk pengkhianatan terhadap rakyat, lalu apa?” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.
Bangunan Terbengkalai, Ekonomi Lesu
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bangunan pasar memprihatinkan. Cat dinding mengelupas, sejumlah fasilitas rusak, dan aktivitas perdagangan hampir tidak terlihat. Pasar yang seharusnya menjadi denyut nadi ekonomi desa kini berdiri sunyi tanpa kepastian masa depan.
Masyarakat mempertanyakan ke mana aliran dana Rp6 miliar lebih tersebut dan siapa yang harus bertanggung jawab atas kerugian negara serta dampak sosial ekonomi yang dirasakan warga.
Desakan Audit dan Penegakan Hukum
Gelombang desakan kini mengarah kepada aparat penegak hukum. Warga meminta Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera turun tangan melakukan audit forensik dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.
Masyarakat berharap jika ditemukan unsur tindak pidana korupsi, proses hukum dilakukan secara terbuka dan transparan tanpa pandang bulu.
“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Kalau ada yang bermain dengan uang negara, siapapun dia, harus ditangkap dan diproses,” ujar warga dengan nada kecewa.
Ujian Nyata Janji Pemberantasan Korupsi
Pidato Presiden Prabowo Subianto yang berulang kali menegaskan komitmen pemberantasan korupsi kini menjadi harapan besar masyarakat Dominanga. Bagi warga, persoalan ini bukan hanya soal bangunan mangkrak, tetapi tentang keadilan dan keseriusan negara dalam melindungi uang rakyat.
Dominanga hari ini menjadi cermin: apakah janji pemberantasan korupsi benar-benar ditegakkan hingga ke daerah, atau hanya berhenti sebagai retorika di atas podium.
Masyarakat kini menunggu tindakan nyata.

