JAMBI, JAMBI — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 6 October 2026, Presiden Prabowo Subianto meresmikan enam komando daerah militer baru dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Peresmian tersebut berlangsung di Lapangan Prima Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin, 5 Oktober 2026. Agenda ini menjadi bagian penting dari penguatan organisasi pertahanan Indonesia, khususnya dalam menyesuaikan struktur komando dengan kebutuhan keamanan di berbagai wilayah.
Salah satu satuan yang diresmikan dalam kesempatan tersebut adalah Komando Daerah Militer (Kodam) XXVII/Sobe Sonbai. Kodam ini merupakan komando kewilayahan pertahanan militer yang mencakup Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembentukan dan peresmian Kodam XXVII/Sobe Sonbai menandai hadirnya struktur komando yang secara khusus bertanggung jawab terhadap pembinaan teritorial, kesiapsiagaan pertahanan, serta koordinasi kegiatan militer di wilayah NTT.
Sebagai komando kewilayahan, Kodam XXVII/Sobe Sonbai memiliki peran strategis dalam menjalin hubungan dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Wilayah Nusa Tenggara Timur memiliki karakter geografis kepulauan, kawasan perbatasan, serta jalur laut yang penting. Kondisi tersebut membutuhkan pengelolaan pertahanan yang terkoordinasi, responsif, dan mampu menjangkau berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil serta pulau-pulau terluar.
Dalam struktur awalnya, Kodam XXVII/Sobe Sonbai memiliki dua satuan tempur, yaitu Brigade Infanteri (Brigif) 21/Komodo dan Brigif TP 42/Ksatria Elang Floris. Kedua satuan tersebut menjadi unsur penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pertahanan di NTT. Brigif 21/Komodo dan Brigif TP 42/Ksatria Elang Floris diharapkan dapat memperkuat kemampuan operasional, mobilitas pasukan, serta kesiapan menghadapi berbagai potensi ancaman sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Peresmian ini juga menjadi dasar bagi pembahasan mengenai sosok yang dipercaya memimpin Kodam XXVII/Sobe Sonbai. Profil Mayjen Thevi Angandowa Zebua menjadi perhatian karena kepemimpinannya akan berperan dalam membangun soliditas organisasi dan mengarahkan pelaksanaan tugas komando di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang dipercaya menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXVII/Sobe Sonbai. Penunjukan tersebut menempatkannya sebagai sosok yang memimpin struktur komando kewilayahan yang mencakup Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jabatan ini menjadi bagian penting dalam profil kariernya sekaligus memperkenalkan peran barunya dalam jajaran komando TNI Angkatan Darat.
Thevi Angandowa Zebua lahir di Jambi pada 21 Juli 1971. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1993. Latar belakang pendidikan tersebut menjadi salah satu informasi dasar dalam perjalanan pengabdiannya sebagai perwira TNI Angkatan Darat. Dengan pengalaman sebagai perwira sejak menyelesaikan pendidikan di Akmil, ia kemudian dipercaya menduduki posisi Pangdam XXVII/Sobe Sonbai.
Jabatan Pangdam XXVII/Sobe Sonbai berkaitan dengan pembentukan dan peresmian Kodam XXVII/Sobe Sonbai sebagai satuan komando kewilayahan baru. Dalam konteks tersebut, Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua tercatat sebagai pejabat yang memimpin kodam tersebut setelah pembentukannya. Keberadaan Kodam XXVII/Sobe Sonbai memperkenalkan susunan komando baru dengan wilayah tugas yang meliputi Nusa Tenggara Timur. Karena itu, penyebutan namanya sebagai Pangdam Sobe Sonbai tidak terlepas dari momentum pembentukan dan peresmian kodam tersebut.
Secara ringkas, identitas Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua dapat dikenali melalui tiga keterangan utama, yaitu kelahirannya di Jambi pada 21 Juli 1971, statusnya sebagai lulusan Akmil 1993, serta jabatannya sebagai Pangdam XXVII/Sobe Sonbai. Ketiga informasi ini memberikan gambaran dasar mengenai sosok yang kini memimpin Kodam XXVII/Sobe Sonbai di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Perjalanan militer Mayjen Thevi Angandowa Zebua pada fase awal kariernya banyak berlangsung di lingkungan Korps Baret Merah Kopassus. Keterangan mengenai riwayat jabatan yang tersedia menempatkannya pada sejumlah posisi di dalam struktur pasukan khusus tersebut. Salah satu jabatan awal yang disebutkan adalah Komandan Batalyon 812/Ban Sat 81/Gultor, yang diembannya pada periode 2009–2010. Penempatan ini menjadi bagian penting dari catatan kariernya karena Batalyon 812 merupakan unsur yang berada dalam lingkup Satuan 81 Penanggulangan Teror Kopassus.
Setelah menjalankan tugas sebagai Danyon 812/Ban Sat 81/Gultor, Thevi kemudian tercatat menduduki jabatan Asisten Perencanaan Komandan Jenderal Kopassus atau Asren Danjen Kopassus pada 2014–2015. Urutan waktu tersebut memperlihatkan kelanjutan keterlibatannya dalam lingkungan organisasi Kopassus, dari jabatan komando di tingkat batalyon menuju posisi staf perencanaan pada tingkat komando jenderal. Informasi ini menjadi dasar untuk membaca perkembangan awal kariernya secara kronologis, tanpa menambahkan keterangan mengenai penugasan lain yang tidak tercantum dalam sumber.
Dua jabatan tersebut juga menunjukkan keterkaitan Thevi dengan satuan penanggulangan teror Kopassus, khususnya melalui riwayatnya sebagai Danyon 812/Ban Sat 81/Gultor. Pada periode berikutnya, posisinya sebagai Asren Danjen Kopassus mencerminkan peran dalam struktur komando Kopassus secara lebih luas. Namun, catatan yang tersedia hanya memuat nama jabatan dan rentang waktunya. Karena itu, uraian mengenai awal kariernya perlu dibatasi pada fakta tersebut, tanpa membuat penilaian tambahan tentang prestasi, jenis operasi, ataupun kegiatan yang pernah dijalankan selama masa penugasannya.
Setelah menjabat sebagai Asren Danjen Kopassus, perjalanan karier Thevi Angandowa Zebua berlanjut melalui sejumlah penugasan penting di lingkungan TNI Angkatan Darat. Penugasan tersebut berlangsung secara berurutan dan mencerminkan tanggung jawab yang diberikan kepadanya dalam bidang operasi, pembinaan, serta pengelolaan satuan. Rangkaian jabatan itu dimulai ketika ia dipercaya menjadi Dansat 81/Gultor Kopassus pada 2015 hingga 2016.
Dalam posisi sebagai Dansat 81/Gultor Kopassus, Thevi menjalankan penugasan hingga 2016. Setelah itu, pada periode 2016–2017, ia mengemban tugas sebagai Asops Kasdam VII/Wirabuana. Penugasan berikutnya berlangsung pada 2017–2018, ketika ia dipercaya menjabat Danrindam XVII/Cenderawasih. Urutan tersebut menunjukkan kesinambungan penempatan Thevi di berbagai satuan dan struktur komando TNI Angkatan Darat.
Pada 2018–2020, Thevi bertugas sebagai Pamen Denmabesad, kemudian juga dipercaya sebagai Pamen Ahli Danjen Kopassus Bidang Gultor. Rangkaian penugasan itu menjadi bagian penting dalam riwayat kedinasannya setelah menjabat Asren Danjen Kopassus. Kini, Thevi Angandowa Zebua dipercaya memimpin Kodam XXVII/Sobe Sonbai sebagai Panglima Komando Daerah Militer. Penugasan tersebut menempatkannya dalam tanggung jawab kepemimpinan di lingkungan Kodam XXVII/Sobe Sonbai.

