BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 7 October 2026, Persipura Jayapura harus segera bangkit untuk memburu kemenangan pertama di Pegadaian Championship 2026/27. Mutiara Hitam mengawali kompetisi dengan hasil kurang menggembirakan setelah menelan kekalahan dari PS Barito Putera. Hasil tersebut membuat Persipura perlu menunjukkan respons pada pertandingan berikutnya agar langkah mereka di awal musim tidak kembali tersendat.
Pada pertandingan perdana yang berlangsung di Banjarmasin, Sabtu, 12 September, Persipura kalah dengan skor 2-3 dari PS Barito Putera. Pertandingan tersebut menjadi awal yang belum sesuai harapan bagi tim asal Jayapura. Meski mampu mencetak dua gol, Persipura tetap harus menerima hasil akhir yang menempatkan mereka di pihak yang kalah. Karena itu, laga selanjutnya menjadi kesempatan bagi Mutiara Hitam untuk memperbaiki hasil dan menghidupkan kembali momentum.
Persipura akan menghadapi Kendal Tornado FC pada pertandingan berikutnya. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Delta Sidoarjo. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi Persipura untuk mengejar kemenangan pertama setelah hasil negatif pada pertandingan pembuka. Tim perlu mengalihkan perhatian dari kekalahan sebelumnya dan memusatkan persiapan untuk menghadapi Kendal Tornado FC. Kebutuhan untuk bangkit menjadi dorongan utama bagi Persipura saat melanjutkan perjuangan di Pegadaian Championship 2026/27.
Dengan pertandingan yang berlangsung di Stadion Delta Sidoarjo, Persipura memiliki kesempatan untuk memberikan jawaban atas kekalahan dari PS Barito Putera. Kemenangan akan menjadi hasil yang diburu Mutiara Hitam dalam laga tersebut. Oleh sebab itu, persiapan menuju pertemuan dengan Kendal Tornado FC menjadi bagian penting dari upaya Persipura memulai perbaikan setelah pertandingan perdana yang berakhir dengan skor 2-3.
Kabar positif datang dari Persipura Jayapura melalui perkembangan kondisi Adzib Al Hakim Arsyad. Penjaga gawang berusia 27 tahun tersebut kembali menjalani sesi latihan bersama tim setelah sebelumnya harus menepi akibat cedera. Kehadiran Hakim dalam latihan menjadi tanda bahwa proses pemulihannya terus menunjukkan perkembangan, sekaligus memberikan tambahan opsi bagi Persipura di sektor penjaga gawang.
Cedera itu dialami Hakim ketika Persipura menghadapi PS Barito Putera pada pekan pertama kompetisi. Insiden tersebut membuatnya perlu menjalani pemulihan dan absen dalam tiga pertandingan berikutnya yang dijalani tim. Selama periode itu, Persipura harus mengandalkan pilihan penjaga gawang lain untuk mengisi posisi di bawah mistar, sementara Hakim berfokus pada pemulihan kondisi fisiknya.
Kembalinya Hakim ke sesi latihan tim menunjukkan bahwa kondisi sang kiper mulai membaik setelah melewati masa perawatan. Latihan bersama rekan-rekannya juga dapat menjadi bagian penting untuk mengembalikan kebugaran, rasa percaya diri, serta kesiapan teknis sebelum kembali terlibat dalam pertandingan. Namun, keikutsertaannya dalam latihan belum dapat diartikan bahwa Hakim sudah pasti kembali bermain dalam laga terdekat atau langsung dipercaya sebagai starter. Keputusan mengenai susunan pemain tetap bergantung pada penilaian tim pelatih, perkembangan kondisi fisik, dan kesiapan sang kiper setelah menjalani seluruh tahapan pemulihan. Meski demikian, kabar tersebut tetap menjadi perkembangan menggembirakan bagi Persipura karena kembalinya Hakim memperluas pilihan yang tersedia di bawah mistar. Dengan pengalaman dan kondisi yang terus dipantau, ia berpeluang membantu persaingan internal tim secara bertahap, tanpa mengabaikan kebutuhan untuk memastikan pemulihan berlangsung aman dan tuntas.
Selama Adzib Al Hakim absen, Persipura Jayapura mengambil langkah dengan mempercayakan posisi penjaga gawang kepada Rendy Oscario Sroyer. Penjaga gawang tersebut merupakan mantan kiper Madura United yang kemudian mendapat kesempatan untuk berada di bawah mistar Mutiara Hitam dalam rangkaian pertandingan terakhir.
Kepercayaan kepada Rendy berlangsung dalam tiga pertandingan terakhir Persipura. Ia tampil ketika Mutiara Hitam menghadapi Kendal Tornado FC, kemudian saat berjumpa Persis Solo, serta pada pertandingan melawan De Red FC. Rangkaian penampilan tersebut menjadi bagian dari langkah Persipura dalam mengisi posisi penjaga gawang selama Adzib belum tersedia.
Dengan demikian, Persipura telah memiliki penjaga gawang yang menjalani tugas dalam tiga laga berurutan tersebut. Kehadiran Rendy di bawah mistar memberikan konteks mengenai pilihan yang digunakan tim pada periode absennya Adzib Al Hakim. Penunjukan itu juga menunjukkan bahwa Persipura tetap menyiapkan opsi di sektor penjaga gawang untuk menjalani agenda pertandingan yang ada.
Nama Rendy kemudian menjadi bagian dari susunan pemain yang berkaitan dengan perjalanan Persipura dalam menghadapi Kendal Tornado FC, Persis Solo, dan De Red FC. Ketiga pertandingan tersebut mencatat keterlibatannya sebagai penjaga gawang Mutiara Hitam, sementara posisi itu sebelumnya menjadi area yang ditempati Adzib Al Hakim. Informasi tersebut memperlihatkan urutan pilihan Persipura di bawah mistar selama masa absennya Adzib.
Kembalinya Adzib Al Hakim selanjutnya menambah pilihan Persipura pada posisi tersebut. Namun, selama masa absennya, Rendy Oscario Sroyer telah tampil dalam rangkaian tiga pertandingan terakhir, sehingga terdapat catatan penggunaan penjaga gawang yang jelas dalam periode itu. Konteks ini menjadi bagian dari pembahasan mengenai opsi Persipura di sektor penjaga gawang.
Asisten pelatih Persipura Jayapura, Izaac Johanis Wanggai, menyampaikan bahwa kondisi Adzib Al Hakim terus memperlihatkan perkembangan positif. Penilaian tersebut terlihat setelah penjaga gawang itu kembali mengikuti latihan bersama tim. Kehadiran Hakim dalam sesi latihan menjadi perkembangan penting, terutama setelah sebelumnya ia harus menjalani proses pemulihan dan belum bergabung secara penuh dengan aktivitas tim.
Meski demikian, perkembangan positif tersebut belum dapat dimaknai sebagai tanda bahwa Hakim telah dinyatakan siap bertanding. Persipura masih perlu memantau kondisi fisik serta kesiapan sang kiper secara bertahap. Kembali berlatih merupakan bagian dari proses pemulihan, sehingga keputusan terkait keterlibatannya dalam pertandingan tetap bergantung pada penilaian tim pelatih dan kondisi terbaru pemain.
Kembalinya Hakim ke dalam latihan setidaknya memberikan tambahan pilihan bagi Persipura di sektor penjaga gawang. Tim Mutiara Hitam kini memiliki lebih banyak alternatif untuk menyiapkan komposisi di bawah mistar, sekaligus menjaga persaingan sehat di para kiper. Kehadiran opsi tambahan juga dapat membantu tim menghadapi kebutuhan selama rangkaian pertandingan yang berlangsung.
Pernyataan Wanggai menegaskan bahwa proses pemulihan Hakim berjalan ke arah yang menggembirakan, tetapi masih memerlukan perhatian dan pemantauan. Dengan demikian, Persipura memperoleh dorongan positif dari kembalinya sang kiper ke latihan tanpa harus terburu-buru mengambil keputusan mengenai penampilannya. Informasi mengenai siapa yang akan dimainkan di bawah mistar belum disampaikan dalam sumber, sehingga penentuan kiper utama tetap menjadi bagian dari strategi yang akan ditetapkan tim pelatih.

