JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 October 2026, Danantara menyatakan proyek LRT City tetap dilanjutkan, sementara konsumen masih memiliki pilihan untuk mengajukan pengembalian dana atau refund. Kedua hal tersebut berjalan bersamaan: proses penyelesaian pembangunan tidak dihentikan, tetapi konsumen juga tidak harus menunggu apabila menilai refund sebagai pilihan yang paling sesuai bagi kondisi mereka.
Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa keputusan mengenai refund diserahkan kepada masing-masing konsumen. Setiap konsumen dapat menentukan pilihan yang dinilai paling baik, baik dengan tetap mengikuti keberlanjutan proyek maupun mengambil opsi pengembalian dana yang tersedia.
Pernyataan tersebut menempatkan konsumen sebagai pihak yang memiliki keleluasaan dalam menentukan sikap terhadap proyek LRT City. Danantara tidak menyatakan bahwa seluruh konsumen harus mengambil keputusan yang sama. Pilihan untuk melanjutkan keterlibatan dalam proyek ataupun meminta refund dipandang sebagai keputusan individual sesuai pertimbangan masing-masing konsumen.
Di sisi lain, Danantara memastikan pembangunan LRT City tetap berjalan. Keberlanjutan proyek tidak bergantung pada apakah konsumen memilih bertahan atau mengajukan refund. Dengan demikian, apabila terdapat banyak konsumen yang memilih pengembalian dana, pembangunan tetap akan dilanjutkan sesuai komitmen yang disampaikan Danantara.
Sikap ini menunjukkan adanya dua fokus yang dijalankan secara bersamaan, yaitu menjaga kelanjutan pembangunan LRT City dan membuka ruang bagi konsumen untuk menentukan pilihan. Danantara memberikan penegasan bahwa opsi refund tetap tersedia tanpa menjadikannya alasan untuk menghentikan proyek. Konsumen pun dapat mempertimbangkan keputusan masing-masing berdasarkan pilihan yang dianggap paling tepat, sedangkan pembangunan tetap menjadi agenda yang diteruskan oleh Danantara.
Proses penyelesaian pembangunan LRT City mulai berjalan sejak awal Oktober 2026. Langkah ini menandai dimulainya kembali pekerjaan untuk memastikan proyek dapat dituntaskan secara terukur, dengan memperhatikan kondisi lapangan, tahapan konstruksi, serta kebutuhan konsumen. Danantara melakukan penataan terhadap rencana pelaksanaan agar pembangunan dapat berlangsung secara lebih terarah dan memberikan kepastian mengenai perkembangan proyek kepada para pihak yang berkepentingan.
Keputusan untuk melanjutkan proyek LRT City didasarkan pada penilaian bahwa lokasi proyek-proyek tersebut memiliki nilai strategis. Kawasan yang dikembangkan berada di area dengan potensi pertumbuhan dan akses yang relatif mudah, baik melalui jaringan transportasi maupun konektivitas menuju pusat aktivitas masyarakat. Faktor lokasi ini menjadi pertimbangan penting karena dapat mendukung prospek hunian sekaligus meningkatkan nilai kawasan dalam jangka panjang.
Selain melanjutkan pembangunan hunian dan infrastruktur pendukungnya, Danantara juga menyiapkan rencana pengembangan fasilitas commercial area. Area komersial tersebut diharapkan dapat melengkapi kebutuhan penghuni dan masyarakat sekitar melalui kehadiran berbagai layanan, ruang usaha, serta fasilitas penunjang aktivitas sehari-hari. Pengembangan kawasan secara terpadu dapat memperkuat daya tarik proyek dan menciptakan lingkungan yang lebih hidup setelah pembangunan selesai.
Di sisi lain, kelanjutan pembangunan tidak menghapus pilihan refund bagi konsumen. Danantara tetap membuka mekanisme pengembalian dana bagi konsumen yang memilih opsi tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, refund merupakan bentuk pilihan dan perlindungan bagi konsumen, bukan tanda bahwa proyek dihentikan. Pembangunan LRT City dan penyediaan opsi refund berjalan berdampingan, sehingga konsumen dapat menentukan keputusan berdasarkan kebutuhan, kondisi, dan pertimbangan masing-masing.
Dony Oskaria mengarahkan tim untuk memastikan kualitas pembangunan LRT City tetap dijaga sepanjang pelaksanaan proyek. Penekanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut nama baik Danantara sebagai lembaga yang mengambil peran dalam melanjutkan proyek. Karena itu, setiap tahapan perlu dikelola secara cermat, transparan, dan bertanggung jawab agar hasil pembangunan sesuai dengan harapan konsumen serta komitmen yang telah disampaikan kepada publik.
Perhatian terhadap mutu berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam mengelola dana konsumen. Dana yang telah dihimpun tidak dapat dipandang semata-mata sebagai sumber pembiayaan, melainkan sebagai amanah yang harus diikuti penyelesaian pembangunan dan pemenuhan hak konsumen. Sikap tersebut sejalan dengan agenda transformasi BUMN yang sedang didorong pemerintah, khususnya upaya membangun tata kelola yang lebih sehat, profesional, akuntabel, dan berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.
Dony menegaskan bahwa berbagai kesalahan pada masa lalu perlu diterangkan secara terbuka agar dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan. Ia juga menekankan bahwa pola pengelolaan BUMN yang mengambil uang masyarakat tanpa menyelesaikan pembangunan tidak boleh berlanjut. Penegasan ini menempatkan penyelesaian proyek dan perlindungan konsumen sebagai bagian penting dari pembenahan tata kelola, bukan sekadar target operasional. Dengan menjaga kualitas pekerjaan, menjelaskan persoalan secara bertanggung jawab, dan memastikan penggunaan dana memiliki hasil yang jelas, Danantara diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendukung perubahan pengelolaan BUMN yang lebih berintegritas.
Danantara belum menyampaikan target waktu penyelesaian untuk setiap proyek LRT City. Kepastian mengenai jadwal tersebut masih menunggu project timeline yang disusun oleh masing-masing proyek. Karena karakteristik, tahapan pekerjaan, dan kebutuhan penanganan setiap proyek dapat berbeda, rincian durasi penyelesaian belum dapat diumumkan secara seragam. Dengan demikian, informasi mengenai kapan setiap proyek akan dituntaskan masih berada dalam tahap pematangan internal.
Meski target waktunya belum ditetapkan, tim Danantara mulai melakukan penataan terhadap proyek-proyek LRT City. Penataan ini diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih terukur mengenai kondisi setiap proyek, kebutuhan pekerjaan lanjutan, serta langkah yang harus ditempuh hingga penyelesaian. Dony memperkirakan rincian durasi penyelesaian untuk tiap proyek dapat diperoleh pada minggu berikutnya. Perkiraan tersebut menjadi dasar penting sebelum Danantara menyampaikan jadwal yang lebih jelas kepada publik dan konsumen.
Pengumpulan lini waktu proyek juga diharapkan membantu memastikan proses penyelesaian berjalan secara terarah. Informasi yang lebih lengkap akan memberikan dasar bagi penentuan prioritas, pemantauan kemajuan pekerjaan, dan komunikasi mengenai perkembangan proyek. Sampai rincian tersebut tersedia, Danantara belum memberikan batas waktu final untuk masing-masing proyek LRT City.
Sebagai konteks, berdasarkan pemetaan Adhi Karya, sekitar 5.400 unit LRT City telah terjual. Dari jumlah tersebut, 3.000 unit di antaranya sudah diserahterimakan kepada konsumen. Data itu menjadi bagian dari gambaran kondisi proyek yang sedang ditata, tanpa mengubah angka yang telah disampaikan atau menarik perhitungan tambahan di luar informasi tersebut.
Sebelumnya, Danantara meminta agar persoalan LRT City diselesaikan secara menyeluruh. Dalam prosesnya, hak dan kepentingan konsumen tetap menjadi prioritas. Prinsip tersebut menjadi acuan dalam penataan proyek, penyusunan lini waktu, serta langkah penyelesaian yang akan diumumkan setelah informasi dari setiap proyek berhasil dihimpun.

