SURABAYA, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 October 2026, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, menyelenggarakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) hasil pendampingan peserta Inclusive Publication Camp (InCamp) Batch 2 Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 6–9 Oktober 2026 di Universitas Surabaya, Surabaya, sebagai bagian dari rangkaian penguatan kapasitas peneliti dan dosen di bidang publikasi ilmiah.
Monev tersebut menjadi forum untuk meninjau perkembangan peserta setelah mengikuti proses pendampingan intensif. Evaluasi dilakukan terhadap kemajuan penyusunan artikel, kualitas substansi dan metodologi penelitian, kesesuaian naskah dengan standar jurnal ilmiah, serta kesiapan artikel untuk dikirimkan ke jurnal yang relevan. Melalui proses ini, peserta memperoleh masukan terarah dari pendamping dan narasumber untuk memperbaiki naskah berdasarkan kaidah akademik dan ketentuan publikasi yang berlaku.
Selain menilai capaian, kegiatan di Universitas Surabaya juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi tantangan yang masih dihadapi peserta. Kendala tersebut dapat mencakup penguatan analisis data, penyajian hasil penelitian, penggunaan referensi, penyusunan argumen ilmiah, hingga pemilihan target jurnal. Pendekatan evaluatif ini diharapkan membantu peserta menyusun langkah perbaikan yang lebih terukur, sehingga proses pendampingan tidak berhenti pada penyelesaian draf, tetapi berlanjut sampai artikel memiliki peluang publikasi yang lebih baik.
InCamp Batch 2 merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kemampuan peneliti dan dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas. Program ini mendorong peserta memahami proses publikasi secara menyeluruh, mulai dari pengembangan gagasan, penulisan artikel, penyesuaian dengan pedoman jurnal, hingga persiapan menghadapi proses telaah sejawat. Dengan adanya monitoring dan evaluasi, capaian peserta dapat dipetakan secara objektif sekaligus menjadi dasar penguatan program pendampingan berikutnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem riset yang produktif, inklusif, dan berorientasi pada mutu. Peningkatan kapasitas publikasi diharapkan turut memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta menghasilkan penelitian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Monitoring dan evaluasi (monev) menjadi tahap ketiga dalam rangkaian program InCamp 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang untuk menilai kemajuan peserta setelah mereka mengikuti sejumlah proses pembelajaran dan pendampingan. Melalui forum tersebut, penyelenggara dapat memperoleh gambaran mengenai perkembangan penulisan artikel ilmiah, baik dari aspek substansi maupun kesiapan naskah. Monev juga menjadi sarana untuk memastikan bahwa target program berjalan sesuai arah dan kebutuhan peserta.
Sebelum memasuki tahap ini, peserta terlebih dahulu mengikuti pembekalan materi inti penulisan artikel ilmiah. Pembekalan tersebut memberikan dasar mengenai penyusunan struktur artikel, penguatan argumentasi, pengelolaan data, penggunaan referensi, serta pemenuhan kaidah penulisan akademik. Setelah itu, peserta menjalani pendampingan intensif secara daring yang berlangsung sekitar empat bulan. Dalam periode tersebut, mereka mengembangkan gagasan, menyusun draf, dan melakukan perbaikan secara bertahap dengan dukungan tim pendamping.
Pada pelaksanaan monev, setiap peserta mempresentasikan perkembangan artikel masing-masing. Presentasi ini tidak hanya memperlihatkan bagian naskah yang telah diselesaikan, tetapi juga menunjukkan tantangan yang masih dihadapi dalam proses penulisan. Forum tersebut digunakan untuk memetakan kendala secara lebih terarah, termasuk persoalan pengolahan hasil penelitian, ketajaman analisis, konsistensi metode, kelengkapan referensi, dan kesesuaian naskah dengan sasaran jurnal ilmiah.
Peserta kemudian menerima masukan dari narasumber, fasilitator, serta pendamping. Umpan balik yang diberikan menjadi dasar untuk memperkuat substansi, memperjelas alur pembahasan, dan meningkatkan kualitas penyajian artikel. Selain menghasilkan catatan perbaikan, monev membantu peserta memahami prioritas pekerjaan sebelum naskah diajukan untuk publikasi. Dengan demikian, tahap ketiga ini berperan penting dalam menghubungkan proses pembelajaran dengan kesiapan nyata artikel ilmiah, sekaligus memastikan pendampingan berikutnya dapat berlangsung secara lebih terukur dan sesuai kebutuhan setiap peserta.
Program InCamp Batch 2 di Surabaya diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Keberagaman asal institusi tersebut menunjukkan cakupan program yang terbuka bagi sivitas akademika dari berbagai lingkungan pendidikan tinggi. Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh pendampingan yang diarahkan untuk mendukung kemajuan publikasi ilmiah, khususnya melalui pengembangan artikel yang sedang mereka susun.
Pendampingan menjadi bagian penting karena proses menghasilkan artikel ilmiah tidak berhenti pada penulisan draf awal. Peserta dibantu untuk mengembangkan gagasan secara lebih terarah, menyusun uraian dengan alur yang jelas, serta menyesuaikan naskah dengan kaidah penulisan ilmiah. Melalui proses tersebut, artikel diharapkan memiliki struktur yang lebih kuat dan mampu menyampaikan substansi secara sistematis.
Selain penulisan, kegiatan ini mencakup proses peninjauan terhadap naskah peserta. Peninjauan memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi bagian yang masih perlu diperjelas, diperbaiki, atau dikembangkan. Masukan yang diperoleh selama pendampingan dapat digunakan peserta untuk menilai kembali kualitas artikel secara lebih objektif. Tahap ini juga membantu memastikan bahwa setiap bagian naskah saling mendukung dan berkontribusi terhadap tujuan penulisan.
Proses berikutnya adalah penyempurnaan artikel berdasarkan hasil peninjauan dan arahan pendamping. Peserta didorong untuk melakukan perbaikan secara bertahap, baik pada penyajian gagasan maupun pada keteraturan keseluruhan naskah. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada pemahaman peserta terhadap tahapan pengembangan publikasi ilmiah.
Kehadiran 50 peserta dari berbagai perguruan tinggi memperkuat peran InCamp Batch 2 sebagai ruang pendampingan untuk meningkatkan kesiapan penulis dalam menghasilkan artikel ilmiah. Kegiatan di Surabaya menjadi bagian dari proses evaluasi kemajuan publikasi peserta, sekaligus memberikan dukungan agar naskah yang dikembangkan dapat melalui tahapan penulisan, peninjauan, dan penyempurnaan secara lebih terarah.
Berdasarkan pembaruan data per 2 Oktober 2026, sebanyak 50 artikel peserta InCamp Batch 2 tercatat dalam empat status perkembangan naskah. Data tersebut memuat artikel yang masih dikerjakan, telah dikirimkan ke jurnal, sedang menjalani proses penelaahan, dan telah memperoleh keputusan diterima. Rincian status ini memberikan gambaran administratif mengenai posisi setiap artikel dalam rangkaian pendampingan publikasi ilmiah.
Status terbanyak adalah writing process, dengan 26 artikel atau lebih dari separuh jumlah keseluruhan. Pada tahap ini, peserta masih melakukan penyusunan atau penyempurnaan naskah sesuai proses pendampingan yang berlangsung. Posisi tersebut mencakup artikel yang belum tercatat sebagai naskah yang dikirimkan kepada jurnal pada saat pembaruan data dilakukan.
Selanjutnya, 12 artikel telah berstatus submitted. Status ini berarti naskah telah dikirimkan kepada jurnal untuk mengikuti tahapan pemrosesan sesuai ketentuan penerbit yang dituju. Sebanyak 11 artikel lainnya berada dalam status under review, yaitu sedang menjalani proses penelaahan oleh pihak jurnal. Kedua status ini menandai bahwa artikel telah melampaui tahap penyusunan awal, meskipun proses pada jurnal masih berlangsung.
Satu artikel tercatat berstatus accepted. Status tersebut menunjukkan bahwa artikel telah memperoleh penerimaan dari jurnal pada saat data diperbarui. Dengan demikian, distribusi keseluruhan terdiri atas 26 artikel dalam tahap writing process, 12 artikel submitted, 11 artikel under review, dan satu artikel accepted.
Rincian per 2 Oktober 2026 ini menggambarkan kemajuan naskah peserta dalam rangkaian pendampingan InCamp Batch 2 di Surabaya. Data status tersebut digunakan untuk mencatat posisi perkembangan artikel pada waktu pembaruan, tanpa menjadi dasar untuk menilai kualitas artikel maupun memperkirakan waktu penerbitannya. Setiap perubahan status selanjutnya akan bergantung pada perkembangan naskah dan proses jurnal masing-masing.

