JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 October 2026, Psikolog klinis dewasa Miki Amrilya Wardati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengimbau individu yang mengalami overthinking hingga mengganggu aktivitas sehari-hari untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional. Imbauan tersebut disampaikan Miki, yang merupakan mitra psikolog Halodoc, dalam acara temu media di Jakarta pada Kamis. Menurutnya, kondisi ini perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi cara seseorang menjalani rutinitas, mengambil keputusan, dan berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya.
Pikiran berlebihan pada dasarnya dapat dialami siapa saja, terutama ketika seseorang menghadapi tekanan, ketidakpastian, atau persoalan yang belum terselesaikan. Namun, persoalan utamanya bukan semata-mata karena pikiran tersebut muncul. Perhatian lebih besar diperlukan ketika kekhawatiran berlangsung terus-menerus, sulit dikendalikan, serta membuat seseorang tidak mampu menjalankan peran dan tanggung jawab secara optimal. Gangguan dapat terlihat dari menurunnya konsentrasi, terganggunya tidur, berkurangnya produktivitas, atau kecenderungan menghindari kegiatan yang sebelumnya biasa dilakukan.
Ketika dampaknya mulai mengusik keberfungsian hidup sehari-hari, mencari bantuan bukan berarti seseorang gagal mengatasi masalahnya secara mandiri. Konsultasi dapat menjadi langkah untuk memahami pola pikiran, mengenali pemicu, dan menemukan strategi yang lebih sehat dalam menghadapi tekanan. Tenaga profesional juga dapat membantu menilai apakah keluhan yang dirasakan berkaitan dengan kecemasan, stres, atau kondisi psikologis lain yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Dengan demikian, individu tidak harus menunggu sampai kondisinya semakin berat untuk mendapatkan dukungan. Mengenali perubahan pada diri sendiri dan mengambil tindakan sejak awal merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan mental serta mempertahankan kualitas kehidupan sehari-hari.
Menurut Miki, overthinking tidak selalu menunjukkan adanya gangguan kesehatan mental. Memikirkan kembali suatu peristiwa, merasa khawatir menghadapi situasi tertentu, atau mempertimbangkan berbagai kemungkinan merupakan hal yang dapat dialami siapa saja. Respons tersebut sering kali muncul ketika seseorang sedang menghadapi keputusan penting, perubahan, tekanan pekerjaan, masalah hubungan, atau kondisi yang belum memiliki kepastian. Karena itu, kekhawatiran terhadap sesuatu yang sebenarnya masih wajar tidak dapat langsung disimpulkan sebagai masalah klinis.
Hal yang perlu diperhatikan adalah intensitas, frekuensi, serta dampak pikiran tersebut terhadap kehidupan sehari-hari. Kekhawatiran menjadi lebih mengkhawatirkan apabila berlangsung terus-menerus, sulit dikendalikan, dan menyita sebagian besar perhatian. Seseorang mungkin mulai kesulitan berkonsentrasi, mengalami gangguan tidur, kehilangan energi, atau tidak mampu menikmati aktivitas yang sebelumnya disukai. Dalam keadaan seperti ini, pikiran yang berulang tidak lagi sekadar proses mempertimbangkan masalah, tetapi dapat menjadi gejala yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Miki menekankan bahwa overthinking sebaiknya tidak diperlakukan sebagai diagnosis tertentu. Istilah tersebut lebih tepat digunakan untuk menggambarkan pola pikiran yang berlebihan atau berulang. Penilaian mengenai kondisi seseorang perlu dilakukan secara menyeluruh oleh profesional kesehatan mental. Mereka akan melihat durasi keluhan, situasi yang memicu, perubahan perilaku, serta pengaruhnya terhadap fungsi sosial, pekerjaan, pendidikan, dan hubungan dengan orang lain.
Konsultasi dapat menjadi langkah yang tepat ketika kekhawatiran mulai menghambat aktivitas atau menimbulkan tekanan yang sulit diatasi. Profesional dapat membantu memahami apakah terdapat gangguan lain yang menyertai, sekaligus memberikan arahan sesuai kebutuhan. Dengan demikian, mencari bantuan bukan berarti seseorang telah memiliki diagnosis tertentu, melainkan menunjukkan kesadaran untuk memahami kondisi diri dan mencegah masalah berkembang lebih jauh.
Pikiran berlebih dapat mulai memerlukan perhatian lebih ketika pengaruhnya terasa dalam aktivitas sehari-hari. Miki menyebutkan beberapa tanda yang dapat diamati, lain sulit berkonsentrasi, takut melakukan sesuatu, mengalami kesulitan tidur, serta merasa tidak nyaman saat beraktivitas. Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa seseorang sedang menghadapi perubahan yang patut diperhatikan, terutama apabila sebelumnya hal itu tidak biasa dirasakan.
Kesulitan berkonsentrasi, misalnya, dapat membuat seseorang lebih sulit memberikan perhatian pada kegiatan yang sedang dilakukan. Rasa takut melakukan sesuatu juga dapat memengaruhi keberanian untuk menjalankan aktivitas tertentu. Sementara itu, kesulitan tidur dapat membuat waktu istirahat terganggu, dan perasaan tidak nyaman ketika beraktivitas dapat menjadikan kegiatan sehari-hari terasa lebih sulit dijalani. Keempat hal ini perlu dilihat berdasarkan pengalaman masing-masing, tanpa mengabaikan perubahan yang dirasakan.
Seseorang dapat mempertimbangkan konsultasi apabila tanda-tanda tersebut mulai menghambat kegiatan sehari-hari. Pertimbangan ini menjadi semakin penting ketika perubahan itu terasa tidak biasa dibandingkan kondisi sebelumnya. Konsultasi dapat menjadi langkah untuk memberi perhatian yang lebih serius terhadap apa yang sedang dialami, khususnya ketika sulit berkonsentrasi, takut melakukan sesuatu, sulit tidur, atau merasa tidak nyaman saat beraktivitas mulai memengaruhi cara seseorang menjalani rutinitas.
Perhatian terhadap tanda-tanda tersebut bukan berarti seseorang harus langsung memberikan penilaian tertentu terhadap dirinya. Hal yang penting adalah mengenali perubahan yang muncul dan memperhatikan dampaknya terhadap fungsi hidup. Ketika aktivitas sehari-hari mulai terganggu, mencari ruang untuk berkonsultasi dapat dipertimbangkan sebagai langkah yang sesuai dengan kebutuhan dan pengalaman yang sedang dirasakan.
Ketika pikiran berlebih mulai mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, waktu istirahat, atau kemampuan menjalankan kegiatan sehari-hari, penilaian tenaga profesional menjadi penting. Psikolog atau psikiater dapat membantu melihat apakah overthinking muncul sebagai respons terhadap tekanan tertentu, atau disertai gejala lain yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Penilaian tersebut biasanya mencakup pola pikiran, perubahan suasana hati, kualitas tidur, tingkat energi, konsentrasi, serta dampaknya terhadap fungsi sehari-hari.
Miki menekankan pentingnya mengenali dan memahami kondisi diri sendiri. Seseorang dapat mulai dengan memperhatikan perubahan yang terjadi, mencatat kapan pikiran berlebih muncul, dan mengenali sinyal tubuh seperti ketegangan, kelelahan, jantung berdebar, atau gangguan tidur. Pengamatan semacam ini dapat membantu seseorang menjelaskan pengalamannya secara lebih jelas saat berkonsultasi. Selain itu, pemahaman terhadap pola diri dapat menjadi langkah awal untuk menentukan dukungan yang dibutuhkan.
Meski demikian, pengenalan diri tidak menggantikan konsultasi dan diagnosis profesional. Overthinking bukanlah diagnosis yang secara otomatis menunjukkan adanya gangguan tertentu. Tenaga profesional perlu melakukan penilaian secara menyeluruh sebelum menetapkan apakah gejala yang dialami berkaitan dengan kondisi psikologis tertentu. Dalam sumber yang disampaikan, beberapa kemungkinan yang dapat dinilai lain depresi atau gangguan bipolar. Penyebutan kondisi tersebut tidak berarti bahwa setiap orang yang mengalami pikiran berlebih pasti mengalaminya, karena gejala dan penyebabnya dapat berbeda pada setiap individu.
Konsultasi juga dapat membantu membedakan kekhawatiran yang masih berkaitan dengan situasi tertentu dari perubahan yang berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau menghambat aktivitas. Karena itu, perubahan yang terasa tidak biasa, disertai tekanan emosional, dan mengganggu fungsi sehari-hari merupakan alasan untuk segera berkonsultasi. Mendapatkan penilaian lebih awal dapat membantu seseorang memahami kondisinya secara tepat dan memperoleh dukungan yang sesuai.

