Tanjung Lesung Bersiap Hadirkan Pengalaman Terjun Payung di Atas Pesisir Banten

Tanjung Lesung Bersiap Hadirkan Pengalaman Terjun Payung di Atas Pesisir Banten

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 October 2026, Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, bersiap menambah pilihan wisata petualangan melalui rencana pengembangan aktivitas skydiving atau terjun payung. Program ini akan memberi kesempatan kepada wisatawan untuk menikmati panorama pesisir dari ketinggian sekaligus merasakan sensasi olahraga udara. Dari atas, bentang laut, garis pantai, dan lingkungan alami Tanjung Lesung dapat menjadi bagian dari pengalaman yang berbeda dibandingkan aktivitas wisata darat maupun bahari.

Rencana tersebut merupakan hasil kerja sama PT Banten West Java (BWJ), selaku pengelola dan pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, dengan PT Bro Skydive Indonesia. Perjanjian kerja sama itu ditandatangani di Jakarta pada Kamis (1/10). Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan kegiatan olahraga udara yang dirancang sebagai bagian dari pengembangan produk wisata di kawasan tersebut.

Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan skydiving, sport aviation, dan aviation tourism. Ketiga bidang tersebut diharapkan dapat memperluas daya tarik Tanjung Lesung sekaligus membuka peluang bagi hadirnya pengalaman rekreasi yang lebih beragam. Pengembangannya juga dapat mendukung posisi kawasan sebagai destinasi yang memadukan keindahan alam, kegiatan olahraga, dan pariwisata berbasis pengalaman.

Selama ini, Tanjung Lesung dikenal melalui wisata pesisir dan beragam kegiatan luar ruang. Wisatawan dapat menikmati olahraga air, menyusuri kawasan pantai, serta menjelajah pulau dan lingkungan sekitarnya. Kehadiran terjun payung nantinya akan melengkapi pilihan tersebut dengan aktivitas dari udara. Dengan tambahan ini, pengunjung berpeluang melihat karakter pesisir Banten dari sudut pandang baru, sekaligus menikmati kegiatan petualangan yang menantang dan tetap terhubung dengan lanskap alami Tanjung Lesung.

Tanjung Lesung dinilai memiliki potensi kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi skydiving karena menawarkan perpaduan bentang alam pesisir dan pilihan aktivitas wisata yang beragam. Kawasan ini tidak hanya menghadirkan garis pantai, laut, serta panorama alam yang menarik dari permukaan, tetapi juga memungkinkan wisatawan menikmati pemandangan tersebut dari ketinggian. Kombinasi pengalaman udara dan suasana pesisir menjadi salah satu daya tarik yang membedakannya dari destinasi olahraga ekstrem lainnya.

Direktur Utama PT Bro Skydive Indonesia, Fanny Kusuma Dewi, menyampaikan bahwa Tanjung Lesung memungkinkan wisatawan menggabungkan olahraga udara dengan berbagai kegiatan wisata lain. Menurutnya, keindahan alam kawasan tersebut dapat menjadi bagian penting dari pengalaman skydiving, sementara infrastruktur pendukung yang tersedia dinilai cukup lengkap untuk menunjang pengembangan kegiatan tersebut secara berkelanjutan. Dengan demikian, kunjungan ke Tanjung Lesung tidak harus berakhir setelah wisatawan menyelesaikan aktivitas terjun payung.

Setelah melakukan terjun payung, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan mencoba jetski, memancing, snorkeling, atau menjelajahi pulau-pulau di sekitar kawasan melalui kegiatan island hopping. Setiap aktivitas menawarkan cara berbeda untuk menikmati karakter perairan dan pesisir Tanjung Lesung. Pilihan tersebut juga memberi ruang bagi wisatawan dengan minat dan tingkat keberanian yang beragam, baik mereka yang mencari tantangan maupun yang lebih menyukai kegiatan rekreasi di laut.

Konsep yang dikembangkan karena itu tidak berhenti pada penyediaan pengalaman terjun payung semata. Skydiving ditempatkan sebagai salah satu bagian dari rangkaian kegiatan wisata yang saling melengkapi. Wisatawan dapat mengatur kunjungan dengan memadukan aktivitas udara, olahraga air, eksplorasi bahari, dan waktu bersantai di kawasan pantai. Pendekatan ini berpotensi memperpanjang durasi kunjungan sekaligus memperkaya pengalaman wisata di Tanjung Lesung. Bagi pengelola destinasi, integrasi tersebut juga membuka peluang untuk membangun produk wisata pesisir yang lebih beragam dan menarik bagi pasar domestik maupun mancanegara.

Pengembangan wisata udara di Tanjung Lesung akan didukung oleh kesiapan infrastruktur Bandara Salakanagara Tanjung Lesung. Bandara ini dirancang menjadi titik operasional bagi berbagai kegiatan, termasuk skydiving, sport aviation, dan aviation tourism. Pemanfaatan fasilitas bandara diharapkan dapat memperkuat daya tarik kawasan pesisir Banten sekaligus menyediakan akses yang lebih terstruktur bagi operator, penerbang, serta wisatawan.

Untuk menunjang aktivitas tersebut, PT BWJ akan menyediakan lahan sekitar 9 hektare. Area ini akan digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional dan pendukung, termasuk pembangunan landing zone sebagai lokasi pendaratan peserta skydiving. Penataan lahan juga akan mempertimbangkan aspek keselamatan, kelancaran pergerakan pesawat, serta pemisahan area kegiatan penerbangan dari zona publik dan aktivitas wisata lainnya.

Sejumlah penyesuaian fasilitas bandara turut disiapkan. Rencana tersebut mencakup perpanjangan apron dan taxiway agar pergerakan pesawat menuju serta dari landasan pacu dapat berlangsung lebih efisien. Landasan pacu juga akan disesuaikan untuk meningkatkan keamanan proses lepas landas dan pendaratan. Kepala Bandara Salakanagara Tanjung Lesung sekaligus Direktur Operasional BWJ, Kunto Wijoyo, menyampaikan bahwa landasan pacu akan diperpanjang sekitar 200 meter.

Perpanjangan itu menjadi salah satu bagian penting dari upaya menyesuaikan bandara dengan kebutuhan penerbangan yang mendukung wisata udara. Infrastruktur yang lebih memadai akan membantu menciptakan prosedur operasional yang aman, terutama ketika terdapat aktivitas penerbangan secara berkala untuk olahraga dan rekreasi.

Selain fasilitas di area terbuka, PT BWJ juga merencanakan penyediaan bangunan di dalam hanggar. Bangunan tersebut akan digunakan sebagai kantor operator skydiving, sehingga koordinasi penerbangan, pengelolaan peserta, pemeriksaan kesiapan kegiatan, dan administrasi operasional dapat dilakukan dalam satu lokasi. Dengan dukungan fasilitas tersebut, Bandara Salakanagara diharapkan mampu menjadi basis yang mendukung pertumbuhan wisata udara Tanjung Lesung secara bertahap dan terarah.

Rencana pengoperasian fasilitas terjun payung di Tanjung Lesung akan semakin didukung oleh peningkatan akses menuju kawasan pesisir Banten. Pembangunan Tol Serang-Panimbang diharapkan mempermudah perjalanan wisatawan dari Jakarta dan wilayah sekitarnya. Kehadiran jalan tol tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas menuju destinasi wisata yang selama ini membutuhkan waktu perjalanan relatif panjang melalui jalur darat.

Seksi 3A Cileles-Bojong ditargetkan selesai pada November 2026, sementara seluruh ruas Tol Serang-Panimbang diproyeksikan rampung pada kuartal II 2027. Setelah tol beroperasi penuh, waktu tempuh dari Jakarta ke Tanjung Lesung diperkirakan menjadi sekitar 2 hingga 2,5 jam. Perkiraan tersebut berpotensi membuat kawasan ini lebih mudah dijangkau, baik untuk perjalanan wisata singkat maupun kunjungan selama musim liburan. Akses yang semakin baik juga dapat memperluas pilihan aktivitas wisata bahari dan olahraga rekreasi bagi masyarakat dari Jakarta, Tangerang, dan daerah lain di sekitarnya.

Sejalan dengan perkembangan infrastruktur tersebut, PT Bro Skydive Indonesia berencana segera memulai pembangunan fasilitas terjun payung di Tanjung Lesung. Perusahaan menargetkan aktivitas ini sudah dapat dicoba wisatawan pada pekan kedua Desember 2026, sebelum dimulainya masa libur akhir tahun. Fanny menyampaikan bahwa pada Desember kegiatan tersebut diharapkan sudah siap dan mulai dibuka untuk publik. Jika persiapan berjalan sesuai jadwal, wisatawan akan memiliki kesempatan menikmati pengalaman terjun payung dengan latar pesisir Banten pada penghujung tahun, sekaligus mencoba atraksi baru yang melengkapi daya tarik Tanjung Lesung sebagai destinasi wisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *