Dua Pelatih Terdepak di Awal Championship 2026/2027, Persiraja dan Semen Padang Jadi Sorotan

Dua Pelatih Terdepak di Awal Championship 2026/2027, Persiraja dan Semen Padang Jadi Sorotan

BANDA ACEH, ACEH — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 October 2026, Kompetisi Championship 2026/2027 baru berjalan empat pekan, tetapi perubahan besar sudah terjadi di kursi kepelatihan. Dua klub tercatat telah mengganti pelatih utama, salah satunya Persiraja Banda Aceh. Situasi tersebut membuat perjalanan awal kompetisi semakin menjadi sorotan, terutama karena pergantian dilakukan ketika musim masih berada pada tahap awal.

Persiraja mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan seluruh tim kepelatihan yang dipimpin Jaya Hartono. Keputusan itu diambil langsung oleh Presiden Klub Persiraja, Nazaruddin Dek Gam. Pengakhiran kerja sama tersebut mencakup Jaya Hartono beserta staf kepelatihan yang mendampinginya dalam menangani tim selama awal musim Championship 2026/2027.

Langkah tersebut tidak terlepas dari hasil yang belum memenuhi harapan. Hingga pekan keempat, Persiraja belum mampu meraih kemenangan. Kondisi itu semakin berat karena klub asal Banda Aceh tersebut memulai kompetisi dengan pengurangan satu poin, sehingga posisi mereka sejak awal sudah berada dalam tekanan. Setiap pertandingan menjadi penting untuk memperbaiki peringkat sekaligus membangun kepercayaan diri skuad.

Rangkaian hasil pertandingan turut memperkuat alasan di balik keputusan manajemen. Pada laga kandang perdana, Persiraja harus menerima kekalahan saat menghadapi Semen Padang FC. Hasil tersebut kemudian diikuti kekalahan 1-2 dari Sumsel United pada pekan keempat. Dua hasil itu memperberat catatan Persiraja yang belum menang dan membuat evaluasi terhadap kinerja tim kepelatihan semakin mendesak. Pergantian pelatih diharapkan dapat memberikan perubahan terhadap performa serta membantu Persiraja keluar dari tekanan pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Setelah Jaya Hartono tidak lagi menangani Persiraja, posisi pelatih kemudian dipercayakan kepada M. Ridwan. Sosok tersebut merupakan mantan pemain tim nasional Indonesia pada era 2010-an. Pergantian ini menjadi perhatian karena Persiraja membutuhkan perubahan setelah hasil yang belum sesuai harapan pada awal Championship 2026/2027. Penunjukan Ridwan sekaligus menandai awal kiprahnya sebagai pelatih yang bertugas memimpin Laskar Rencong dalam lanjutan kompetisi.

Debut atau penampilan awal M. Ridwan bersama Persiraja diharapkan dapat memberikan dorongan bagi tim. Salah satu sasaran yang muncul setelah pergantian pelatih adalah memperoleh hasil positif pada pekan keempat. Kehadiran pelatih baru biasanya menjadi bagian penting dalam persiapan tim, termasuk dalam menentukan susunan pemain dan pendekatan pertandingan. Namun, catatan pertandingan menunjukkan bahwa perubahan tersebut belum langsung menghasilkan kebangkitan bagi Persiraja.

Pada laga pekan keempat, Persiraja kembali menelan kekalahan ketika menjamu Sumsel United. Bermain di kandang sendiri, Laskar Rencong takluk dengan skor 1-2. Hasil tersebut menjadi catatan awal M. Ridwan setelah dipercaya menggantikan Jaya Hartono. Persiraja mampu mencetak satu gol, tetapi gol tersebut belum cukup untuk menghindarkan tim dari kekalahan di hadapan pendukungnya sendiri.

Pertandingan melawan Sumsel United dengan demikian menjadi bagian dari catatan awal kepemimpinan M. Ridwan di Persiraja. Fakta yang tercatat adalah pergantian pelatih dari Jaya Hartono kepada mantan pemain timnas Indonesia era 2010-an tersebut, disertai kekalahan 1-2 pada laga kandang di pekan keempat. Uraian ini tidak memberikan penilaian tambahan mengenai masa depan M. Ridwan, melainkan hanya mencatat hasil pertandingan dan situasi Persiraja setelah perubahan di kursi pelatih.

Semen Padang FC turut melakukan pergantian pelatih pada awal Championship 2026/2027. Keputusan tersebut diambil setelah kompetisi memasuki pekan keempat, menyusul hasil yang belum sesuai harapan manajemen dan performa tim yang belum menunjukkan konsistensi. Nil Maizar resmi diberhentikan dari jabatan kepala pelatih setelah Semen Padang menelan kekalahan kandang 0-1 dari PSPS Pekanbaru.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga pada Minggu malam, 4 Oktober, menjadi laga terakhir Nil Maizar bersama klub tersebut. Kekalahan tipis itu sekaligus mengakhiri masa kepelatihannya di Semen Padang, karena manajemen kemudian memilih untuk menghentikan kerja sama lebih awal. Pergantian ini menambah daftar perubahan di kursi pelatih pada fase awal musim, ketika setiap hasil pertandingan memiliki pengaruh besar terhadap arah perjalanan klub.

Nil Maizar bukan sosok baru dalam sepak bola nasional. Sebelum kembali menangani Semen Padang, ia pernah dipercaya untuk menangani tim nasional Indonesia, sebagaimana tercantum dalam bahan sumber. Pengalaman tersebut membuat namanya memiliki rekam jejak penting, baik di level klub maupun tim nasional. Namun, hasil pertandingan hingga pekan keempat membuat manajemen Semen Padang mengambil langkah tegas untuk mencari arah baru bagi tim.

Dalam pembahasan mengenai calon pengganti, nama Stefano Cugurra dikaitkan dengan Semen Padang. Sumber menyebut pelatih tersebut berstatus tanpa klub, tetapi belum menyatakan bahwa penunjukan telah dilakukan. Karena itu, informasi mengenai Stefano Cugurra masih sebatas keterkaitan dengan klub dan belum dapat dipastikan sebagai keputusan resmi manajemen. Semen Padang masih perlu menyampaikan pengumuman lebih lanjut mengenai sosok yang akan memimpin tim setelah berakhirnya masa Nil Maizar.

Performa Semen Padang selama empat pekan awal Championship 2026/2027 memperlihatkan gambaran yang kontras. Tim berjuluk Kabau Sirah mampu meraih kemenangan dalam dua pertandingan tandang, sebuah catatan yang menunjukkan bahwa mereka memiliki daya saing ketika bermain di luar markas. Namun, hasil tersebut belum diikuti konsistensi saat tampil di hadapan pendukung sendiri. Semen Padang masih kesulitan mengubah dominasi dan peluang menjadi kemenangan ketika tekanan untuk tampil di kandang terasa lebih besar.

Kondisi itu terlihat pada laga kandang pertama menghadapi PSIS Semarang. Kemenangan sempat berada dalam jangkauan Semen Padang, tetapi pertandingan akhirnya berkesudahan dengan skor 1-1. Hasil imbang tersebut menjadi catatan penting karena klub belum mampu menjaga momentum positif yang sebelumnya dibangun melalui performa tandang. Rangkaian hasil itu kemudian membuat keputusan pemecatan Nil Maizar menjadi sorotan. Langkah tersebut dinilai mengejutkan, terutama karena Semen Padang disebut telah melakukan persiapan lebih awal dan agresif untuk menghadapi musim baru.

Sorotan semakin besar karena materi pemain Semen Padang tergolong elite untuk ukuran kompetisi kasta kedua. Sumber menyebut sejumlah pemain berlabel nasional berada dalam skuad, lain Stefano Lilipaly dan Ilija Spasojević yang memiliki pengalaman panjang di level tertinggi. Selain itu, ada kiper muda Ikram Algifari, pemain timnas U-20, serta David Maulana yang turut menambah kualitas dan kedalaman tim. Dengan komposisi tersebut, ekspektasi terhadap Semen Padang tentu cukup tinggi, sehingga hasil yang belum stabil mudah memunculkan evaluasi terhadap pelatih maupun strategi klub. Situasi Semen Padang juga memiliki keterkaitan regional dengan Persiraja. Keduanya sama-sama berasal dari Pulau Andalas dan musim ini berada di Grup Barat. Karena itu, perubahan di kursi kepelatihan Semen Padang tidak hanya menjadi perhatian internal klub, tetapi juga bagian dari dinamika persaingan antartim di grup tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *