KOTA JAMBI, JAMBI — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 October 2026, Kondisi Dede Sunandar dilaporkan membaik setelah sempat menjalani perawatan di ruang ICU. Kabar tersebut disampaikan Bedu pada Minggu, 4 Oktober 2026. Menurut keterangan Bedu, Dede kini sudah menunjukkan keadaan yang lebih baik dan dapat kembali beraktivitas ringan seperti makan serta bercanda.
Bedu mengatakan bahwa Dede sudah kembali tertawa ketika mereka berkomunikasi. Perubahan tersebut menjadi tanda bahwa kondisi Dede berangsur membaik setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif. Ia juga menyebut Dede sudah makan dengan banyak, sehingga kabar mengenai perkembangannya terdengar lebih melegakan bagi keluarga, rekan, dan para penggemarnya.
Keterangan itu disampaikan setelah perjalanan Dede dari Jambi menuju bandara. Dalam perjalanan tersebut, Dede disebut telah berada dalam keadaan yang lebih baik. Setibanya di bandara, ia masih dapat makan dan bercanda, sekaligus memperlihatkan suasana yang berbeda dibandingkan ketika harus mendapatkan perawatan di ICU.
Bedu tidak menyampaikan rincian mengenai kondisi medis atau diagnosis yang dialami Dede. Ia hanya menjelaskan perkembangan terbaru berdasarkan keadaan Dede yang terlihat dan komunikasi di mereka. Karena itu, informasi yang beredar berfokus pada pemulihan dan aktivitas Dede setelah keluar dari ICU.
Kabar Dede sudah bisa makan, tertawa, dan bercanda menjadi informasi utama mengenai kondisinya saat ini. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa keadaan Dede tidak lagi seperti ketika ia masih berada dalam perawatan intensif. Meski demikian, perkembangan selanjutnya tetap menunggu keterangan terbaru dari pihak keluarga atau orang-orang terdekatnya.
Dede Sunandar harus mendapat perawatan medis setelah tumbang ketika bertanding melawan Vicky Prasetyo dalam ajang Fighter Match 2026. Pertandingan tersebut berlangsung di GOR Kota Jambi, Jambi, pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026. Insiden itu terjadi setelah Dede menjalani pertandingan yang menguras tenaga, sehingga ia kemudian perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tim medis.
Dalam pertandingan tersebut, Dede tidak tampil seorang diri. Ia merupakan bagian dari satu tim bersama Bedu, yang turut mendampingi dan mengetahui kondisi Dede setelah kejadian. Setelah sempat tumbang di arena, Dede langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan. Kondisinya kemudian terus dipantau oleh pihak keluarga, rekan satu tim, serta tenaga medis yang menangani.
Bedu menjelaskan bahwa Dede sempat siuman setelah berada di rumah sakit. Bahkan, kondisi tersebut membuat Dede masih dapat diajak berkomunikasi dan bercanda. Keterangan itu menjadi tanda bahwa kesadaran Dede mulai membaik setelah sebelumnya harus mendapat perawatan intensif. Bedu juga meluruskan informasi mengenai kondisi Dede dengan menyebut bahwa rekannya hanya muntah satu kali. Muntahan tersebut berupa sedikit air, bukan dalam jumlah banyak seperti yang mungkin dikhawatirkan.
Peristiwa itu membuat perhatian tertuju pada kondisi Dede setelah pertandingan melawan Vicky. Meski sempat tumbang dan harus menjalani perawatan di rumah sakit, kabar mengenai Dede yang sudah siuman, dapat diajak bercanda, serta mampu beristirahat menjadi perkembangan positif. Tim dan orang-orang terdekatnya masih menunggu pemulihan lebih lanjut sambil memastikan Dede memperoleh penanganan yang diperlukan.
Setelah diperbolehkan keluar dari ruang ICU, Dede Sunandar kembali ke hotel tempat rombongan menginap. Namun, proses pemulihannya tetap mendapat perhatian karena kondisi tubuhnya belum sepenuhnya pulih. Untuk memastikan keadaan Dede, seorang dokter datang langsung ke hotel dan melakukan pemeriksaan. Dokter tersebut kemudian memberikan obat yang diperlukan serta memasang infus pada malam hari agar kondisi Dede dapat dipantau dan kebutuhan cairannya tetap terjaga.
Bedu menyampaikan bahwa penanganan terhadap Dede berlangsung cukup cepat. Menurutnya, panitia segera merespons ketika mengetahui kondisi komedian tersebut membutuhkan perhatian medis. Pemerintah Provinsi Jambi juga disebut ikut memberikan respons dan mendukung proses penanganan. Keterlibatan panitia serta pemerintah daerah membuat Dede dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lanjutan setelah meninggalkan ICU, tanpa harus menunggu terlalu lama.
Selama berada di hotel, Bedu diketahui sekamar dengan Dede. Keduanya juga berangkat dan pulang bersama dalam rangkaian kegiatan tersebut. Karena berada di kamar yang sama, Bedu dapat melihat langsung perkembangan kondisi Dede, termasuk keadaan Dede pada malam setelah pertandingan. Pengalaman itu membuat Bedu mengetahui bahwa Dede masih memerlukan pengawasan, meskipun telah kembali dari rumah sakit dan mulai menjalani pemulihan di hotel.
Pada malam tersebut, Bedu melihat Dede mengigau. Dalam kondisi itu, Dede sempat mengajak Bedu melaksanakan salat Jumat. Bedu kemudian mengingatkan bahwa mereka sebenarnya sudah melaksanakan salat Jumat sebelumnya. Peristiwa tersebut menjadi salah satu tanda bahwa Dede masih berada dalam kondisi lemah dan belum sepenuhnya sadar setelah menjalani perawatan intensif. Meski demikian, perhatian dari orang-orang terdekat, dokter, panitia, serta Pemerintah Provinsi Jambi membantu memastikan kebutuhan Dede selama masa pemulihan tetap tertangani.
Bedu menjelaskan bahwa kondisi Dede Sunandar sebelum pertandingan memang tidak sepenuhnya prima. Menurutnya, Dede sempat begadang menjelang laga sehingga waktu istirahatnya berkurang. Keadaan tersebut dinilai dapat memengaruhi stamina, terutama ketika tubuh harus menjalani aktivitas fisik yang cukup menguras tenaga. Bedu menyampaikan penjelasan itu untuk menggambarkan situasi yang dialami Dede, bukan untuk menyimpulkan penyebab medis secara pasti.
Karena itu, Bedu mengingatkan Dede agar lebih memperhatikan waktu istirahat setelah kondisinya membaik. Ia meminta rekannya tersebut tidak memaksakan diri dan memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memulihkan tenaga secara bertahap. Asupan makanan, tidur yang cukup, serta pemantauan kondisi tetap menjadi hal penting dalam masa pemulihan. Dede juga diharapkan mengikuti arahan tenaga medis dan segera menyampaikan apabila kembali merasakan keluhan.
Di tengah kabar mengenai perkembangan kesehatan Dede, Bedu turut menyampaikan rencana untuk menghadirkannya sebagai bintang tamu dalam podcast. Rencana tersebut akan dilaksanakan ketika kondisi Dede sudah cukup memungkinkan, sehingga tidak mengganggu proses pemulihan. Kehadiran Dede di podcast diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi publik untuk mendengar ceritanya secara langsung, sekaligus melihat perkembangan terbaru setelah menjalani perawatan.
Bedu menegaskan bahwa kondisi Dede terus dipastikan dan ditindaklanjuti. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan agar setiap perkembangan dapat diketahui dengan baik dan langkah yang diperlukan bisa segera diambil. Ia berharap tidak ada kerusakan jangka panjang yang muncul setelah kejadian tersebut. Namun, harapan itu belum dapat diperlakukan sebagai kepastian medis, karena penilaian mengenai pemulihan dan dampak kesehatan tetap bergantung pada pemeriksaan serta pemantauan tenaga medis.

