JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 October 2026, Komedian Nunung kembali menceritakan pengalaman tidak biasa yang dialaminya setelah memindahkan warung miliknya ke lokasi baru di Solo. Keputusan untuk memindahkan tempat usaha tersebut sebelumnya diambil karena ia pernah menghadapi kejadian serupa di lokasi lama. Namun, perpindahan itu ternyata belum membuat situasi yang ingin ditinggalkan benar-benar berakhir. Peristiwa sejenis kembali muncul setelah warung berada di tempat yang baru.
Nunung menyampaikan cerita tersebut ketika ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, pada Senin, 5 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa pengalaman di lokasi baru membuat dirinya kembali memperhatikan keadaan di sekitar warung. Keterangan tersebut menjadi bagian dari cerita Nunung mengenai perjalanan usaha yang dijalankannya, sekaligus menunjukkan bahwa perpindahan tempat belum sepenuhnya menjauhkan dirinya dari pengalaman yang pernah terjadi sebelumnya.
Sebelum memilih lokasi baru, Nunung telah lebih dahulu menghadapi kejadian yang membuatnya mempertimbangkan untuk memindahkan warung. Langkah itu diambil dengan harapan usaha tersebut dapat berjalan dalam suasana berbeda. Akan tetapi, setelah warung dipindahkan ke Solo, ia kembali menemukan kejadian yang tidak biasa. Kesamaan pengalaman tempat lama dan lokasi baru menjadi hal yang kemudian ia ceritakan kepada awak media.
Untuk saat ini, informasi yang disampaikan Nunung berfokus pada munculnya kembali kejadian serupa setelah perpindahan warung. Ia belum memberikan keterangan lebih jauh mengenai bentuk maupun penyebab kejadian tersebut. Karena itu, cerita tersebut menjadi perhatian terutama karena pengalaman yang semula hendak ditinggalkan di tempat usaha lama ternyata kembali hadir di lokasi baru. Nunung pun membagikan pengalaman itu secara langsung saat berada di Jakarta Selatan.
Selama menjalankan usaha di lokasi sebelumnya, Nunung menyampaikan bahwa ia lebih sering mengalami berbagai kejadian yang dianggap aneh. Pengalaman tersebut berlangsung ketika warung masih berada di tempat lama, sebelum akhirnya dipindahkan ke lokasi lain di Solo. Menurut keterangannya, suasana dan kejadian yang muncul di warung lama menjadi bagian dari kesehariannya selama mengelola usaha. Ia tidak menjelaskan secara rinci mengenai penyebab maupun maksud dari kejadian-kejadian tersebut, sehingga informasi yang disampaikan berfokus pada pengalaman dan benda-benda yang ditemukan di sekitar warung.
Beberapa benda yang dinilai aneh ditemukan di sejumlah sudut warung. Area joglo menjadi salah satu bagian yang disebut dalam pengalaman tersebut. Selain itu, benda-benda serupa juga ditemukan di pojok-pojokan warung, termasuk bagian-bagian yang tidak selalu menjadi pusat perhatian pengunjung. Penemuan itu membuat Nunung menyadari bahwa kejadian semacam tersebut tidak hanya berlangsung di satu titik. Kendati demikian, tidak terdapat keterangan lebih lanjut mengenai bentuk, asal, atau tujuan benda-benda tersebut. Karena itu, benda-benda itu hanya dapat disebut berdasarkan pengalaman penemuan yang disampaikan Nunung.
Menariknya, kondisi tersebut justru beriringan dengan ramainya warung lama. Tempat usaha itu tetap didatangi banyak pengunjung meskipun Nunung beberapa kali menemukan benda-benda yang dianggap tidak biasa di berbagai sudut. Keramaian tersebut menjadi bagian lain dari pengalaman Nunung selama berjualan di lokasi sebelumnya. Pengunjung tetap datang dan aktivitas usaha terus berjalan sebagaimana mestinya. Keterangan ini menunjukkan bahwa keberadaan benda-benda tersebut tidak membuat warung kehilangan pelanggan menurut cerita yang disampaikan. Pengalaman di lokasi lama kemudian menjadi latar penting ketika Nunung kembali menemukan kejadian aneh setelah warungnya dipindahkan.
Setelah mengalami kejadian yang membuatnya merasa tidak nyaman, Nunung tidak langsung meninggalkan lokasi warungnya di Solo. Ia masih berusaha menjalankan usaha tersebut seperti biasa selama hampir satu tahun. Keputusan untuk tetap bertahan menunjukkan bahwa perpindahan tempat bukanlah pilihan yang diambil secara terburu-buru. Selama periode itu, Nunung tetap menjalani aktivitasnya sambil mempertimbangkan langkah yang paling tepat bagi dirinya dan kelangsungan usaha.
Dalam prosesnya, sempat ada pihak yang mengajaknya untuk menyelidiki penyebab kejadian tersebut. Namun, ajakan itu tidak diterima. Nunung memilih untuk tidak terus memikirkan kemungkinan harus melawan atau mencari tahu siapa yang berada di balik kejadian tersebut. Baginya, terus berusaha mengungkap persoalan itu justru dapat membuat pikirannya tetap terbebani. Ia kemudian mengambil sikap untuk menjauh dari situasi yang dirasakan mengganggu tersebut.
Pilihan itu akhirnya mengarah pada keputusan untuk memindahkan warung. Setelah hampir setahun bertahan di tempat lama, Nunung menilai pindah merupakan jalan yang lebih baik. Langkah tersebut bukan semata-mata karena ia berhenti menjalankan usaha, melainkan karena ingin menciptakan jarak dari kejadian yang sebelumnya terus mengusik ketenangannya. Dengan berpindah lokasi, ia berharap dapat kembali berfokus pada kegiatan usaha tanpa harus terjebak dalam keinginan untuk melawan atau menyelidiki persoalan yang belum jelas.
Nunung tidak menyampaikan dugaan mengenai siapa yang bertanggung jawab maupun apa motif di balik kejadian itu. Ia hanya menegaskan pilihannya untuk tidak memperpanjang persoalan dan menjalani kehidupan dengan lebih tenang. Keputusannya meninggalkan lokasi lama menjadi bentuk upaya untuk melindungi ketenangan diri, sekaligus membuka kesempatan untuk melanjutkan usaha di tempat yang baru.
Setelah menempati lokasi baru di Solo, Nunung sempat berharap suasana di sekitar warungnya dapat menjadi lebih tenang. Pemindahan tersebut diharapkan bisa memberikan ruang bagi dirinya untuk menjalankan aktivitas tanpa kembali berhadapan dengan kejadian yang sebelumnya membuatnya merasa terganggu. Ia juga menyampaikan harapan agar pihak yang berniat buruk dapat menyadari perbuatannya dan tidak lagi melakukan tindakan yang meresahkan.
Harapan itu, menurut pengakuan Nunung, belum sepenuhnya terwujud. Setelah warung berada di tempat baru, ia kembali menemukan kejadian yang dianggap aneh. Kemunculan peristiwa serupa membuatnya terkejut, terutama karena lokasi tersebut telah dipilih sebagai tempat untuk memulai keadaan yang lebih nyaman. Situasi itu membuat harapannya untuk memperoleh ketenangan kembali menghadapi kendala.
Nunung mengaku tidak menyangka kejadian tersebut dapat muncul lagi setelah ia memindahkan warung. Keterkejutannya terutama muncul ketika menyadari bahwa hal yang sebelumnya ingin dijauhi seolah kembali terjadi di tempat baru. Ia pun kembali memperhatikan kondisi di sekitar warung dan berusaha memahami apa yang sedang berlangsung, tanpa menyampaikan kepastian mengenai penyebabnya.
Informasi mengenai kejadian tersebut bersumber dari pengakuan Nunung tentang kemunculannya kembali setelah warung berpindah lokasi. Tidak ada keterangan tambahan yang memastikan siapa yang bertanggung jawab atau menjelaskan latar belakang peristiwa itu. Nunung hanya menyampaikan bahwa harapannya agar keadaan lebih tenang belum terwujud, sementara kejadian yang membuatnya terkejut kembali muncul di lokasi baru.

