News  

Klarifikasi DanSatrol Kodaeral VIII Bitung Redam Isu SARA, Tokoh Masyarakat Ajak Jaga Persatuan

MANADO – Klarifikasi yang disampaikan Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) Kodaeral VIII Bitung, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla, terkait isu dugaan ucapan bernuansa rasis yang beredar di media sosial dan sejumlah media online, mendapat perhatian luas dari berbagai elemen masyarakat di Kota Bitung. Langkah klarifikasi tersebut dinilai penting untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus mencegah berkembangnya kesalahpahaman yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh suasana kekeluargaan pada Rabu (24/5), Kolonel Marvill menegaskan bahwa rekaman suara yang sebelumnya beredar telah menimbulkan berbagai persepsi di tengah masyarakat. Menurutnya, informasi yang tersebar tidak utuh sehingga memunculkan penafsiran yang keliru dan berpotensi mencederai semangat persatuan serta kerukunan antarwarga.

“Kami perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar persoalan ini tidak berkembang menjadi isu yang dapat memecah belah masyarakat. Kesalahpahaman harus diselesaikan melalui komunikasi dan dialog yang baik,” ujar Kolonel Marvill.

Klarifikasi tersebut turut mendapat apresiasi dari Ketua Kerukunan Keluarga Jawa (KKJ) Sulawesi Utara, Ahmad Nuri. Ia menilai langkah duduk bersama antara berbagai pihak menjadi solusi terbaik untuk meredam polemik yang sempat berkembang dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Ahmad Nuri, masyarakat perlu lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial, terlebih yang berkaitan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Ia mengingatkan bahwa isu semacam ini sangat sensitif dan dapat mengganggu keharmonisan yang selama ini terjalin baik di Kota Bitung maupun Sulawesi Utara secara umum.

“Kami mengapresiasi karena semua pihak bisa bertemu dan berdialog secara terbuka. Dengan adanya klarifikasi ini, kesalahpahaman dapat diluruskan sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” kata Ahmad Nuri.

Ia juga menegaskan bahwa Kolonel Marvill dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial lintas suku maupun agama di Kota Bitung. Bahkan, menurutnya, hubungan harmonis tersebut juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari karena istri Kolonel Marvill berasal dari suku Jawa.

“Beliau selama ini selalu hadir dalam kegiatan masyarakat, membangun komunikasi lintas agama, lintas suku, dan juga dekat dengan insan pers. Itu menunjukkan komitmen untuk menjaga persatuan di Kota Bitung,” tambahnya.

Pertemuan klarifikasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Kolonel Laut (P) Rudy Tandirerung, S.H., serta Kepala Dinas Hukum Angkatan Laut (Kadiskum) Kolonel Laut (P) Decky Y.S. Ticoalu, S.H., M.H.

Melalui pertemuan ini, seluruh pihak berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan di tengah keberagaman harus terus dijaga agar Kota Bitung tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan harmonis. (Humas DPD LIN)

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *